Perlukan Ijazah dan Sanad Bersambung kepada Nabi Muhammad untuk Guru Ngaji Zaman Ini?

8 Juli 2015 pukul 08:04 | Ditulis dalam curhat, irodatul khoir lil ghoir, jalan-jalan, kehidupan, renungan | 1 Komentar
Tag: , , , , , ,

Belajar dari kasus:

Pertama.

Aku punya kenalan orang Citeureup. Pak Kyai di sebuah masjid di sana. Waktu aku diajak mampir ke rumahnya, aku ngeliat koleksi kitabnya lumayan banyak. Dia juga lancar baca kitab. Pernah mondok.

Lah, waktu anak gadisnya keluar menyuguhkan minuman, aku terkejut. Pakaiannya itu loh…

Aku mbatin thok wis.

Saat aku menginap di sana, ba’da maghrib atau ba’da subuh aku tidak mendengar anggota keluarga yang baca Al-Qur’an sebagaimana biasa aku dengar di sebuah keluarga. Hanya bapak ini saja yang aku liat baca Al-Qur’an.

Yang ini aku berani tanya. Dan aku mendapat jawaban, bahwa dia merasa gak layak menyampaikan ilmu secara kitabi kepada orang lain termasuk anak, karena dia dulu murid yang lulusnya dengan catatan. Artinya tidak mendapat ijazah mengajar dari kyai di pesantren. Dia juga belum menghatamkan Al-Qur’an kepada kyainya.

Laa haula wa quwwata illaa billaahi… Continue Reading Perlukan Ijazah dan Sanad Bersambung kepada Nabi Muhammad untuk Guru Ngaji Zaman Ini?…

Iklan

Tarawih Kilat 15 Menit: Fokus dan Melipat Waktu

27 Juni 2015 pukul 05:47 | Ditulis dalam aku gak tanggung, curhat, hikmah, irodatul khoir lil ghoir, jalan-jalan, renungan | Tinggalkan komentar
Tag: , , , , ,

Pesantren Mambaul Hikam Mantenan, Udanawu, Blitar, menyelenggarakan shalat Tarawih berjamaah sebanyak 20 rekaat plus shalat sunah witir 3 rekaat ini, dikerjakan dalam waktu 15 menit. Durasi yang singkat ini menarik perhatian anak muda di sekitar pesantren yang jumlah lebih dari 5000 orang, baik tua maupun muda setiap malamnya. Continue Reading Tarawih Kilat 15 Menit: Fokus dan Melipat Waktu…

Penghina Jokowi Masuk Bui, Penghina Nabi…..???

30 Oktober 2014 pukul 12:23 | Ditulis dalam curhat, hikmah, irodatul khoir lil ghoir, kehidupan, politik, renungan | Tinggalkan komentar

Melihat kasus buruh tukang sate yang masuk bui, jadi ingat kasus para pelaku penghinaan dan penodaan terhadap Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, kepada istri dan sahabat beliau.

Ada hal yang jelas berbeda. Derajat kepresidenan jelas berbeda dari derajat kenabian. Secara aqidah lebih tinggi dan mulia derajat nabi ketimbang presiden. Gak level…

Derajat kenabian ini diturunkan dari Allah Pencipta semesta alam. Dan tindakan Nabi adalah: Continue Reading Penghina Jokowi Masuk Bui, Penghina Nabi…..???…

Sumpah Pemuda: Fakta atau Dusta?

29 Oktober 2014 pukul 05:01 | Ditulis dalam aku gak tanggung, irodatul khoir lil ghoir, politik, renungan | Tinggalkan komentar

”Kongres Pemoeda-Pemoeda Indonesia” memasuki tahun yang ke- 86. Hasil rapat ini diberi judul ”Poetoesan Congress Pemoeda-pemoeda Indonesia,” yang di kemudian hari ”diganti” judulnya menjadi ”Soempah Pemoeda” oleh Muhammad Yamin. Bila mengacu pada dokumen asli, pemuda Indonesia tidak pernah bersumpah pada tahun 1928 silam. Rapat yang digagas selama dua hari (27 – 28 Oktober 1928) oleh Perhimpunan Pelajar-pelajar Indonesia (PPPI) saat Kongres pemuda II di gedung Indonesische Clubgebouw di Jalan Kramat Raya 106, Jakarta, hanya menghasilkan suatu ”putusan”. Lantas, bagaimana perubahan judul sekaligus isi putusan menjadi Sumpah Pemuda?

Menurut Peneliti Pusat Studi Sejarah dan Ilmu-ilmu Sosial (Pussis), Universitas Negeri Medan (Unimed), Erond Damanik, menerangkan bahwa telah terjadi rekayasa sejarah terhadap peristiwa yang hingga kini dikenal sebagai ”Sumpah Pemuda”. Perubahan kata ”Putusan Kongres” menjadi ”Sumpah Pemuda,” berawal dari  dari Kongres Bahasa Indonesia Kedua yang diadakan di Medan pada 28 Oktober 1954. Erond menuturkan bahwa Yamin berperan penting dalam pembelokan kata Putusan Kongres. Dengan lihai ia merumuskan skenario baru terhadap judul beserta isi Putusan Kongres Pemuda-pemuda Indonesia. Continue Reading Sumpah Pemuda: Fakta atau Dusta?…

Budak Kontemporer

22 Oktober 2014 pukul 20:21 | Ditulis dalam hikmah, irodatul khoir lil ghoir, renungan | Tinggalkan komentar

Budak, Kuli, Orang Upahan, Jongos, Hamba Sahaya adalah sebutan penghinaan kepada manusia sebagai sebuah status atau profesi yang dianggap paling rendah, sehingga tidak disukai manusia pada umumnya. Namun faktanya hingga hari ini masih banyak ditemukan manusia yang bermental dan berperilaku seperti budak. Walaupun bentuk, istilah, simbol, atribut dan nama pun berbeda dari masa ke masa, antara satu peradaban dengan peradaban lainnya.

Zaman dahulu budak-budak dibelenggu dengan rantai, dipekerjakan dan diperas tenaganya habis-habisan, dan diberi upah ala kadarnya sekedar penyambung hidup saja. Biasanya budak-budak ini diperolah dari tawanan perang atau melalui transaksi jual beli. Ada juga budak-budak itu didapat dari hasil perburuan. Persis seperti memburu hewan, para pemburu mengejar sampai di pedalaman hutan-hutan Afrika dan Amazon, kemudian hasil buruannya dijual di pasar budak. Continue Reading Budak Kontemporer…

Mewah Apanya

6 September 2014 pukul 22:14 | Ditulis dalam budaya, hikmah, irodatul khoir lil ghoir, kehidupan, renungan, romantika | Tinggalkan komentar

Beberapa hari lalu aku ziarah ke seorang teman yang jadi ustadz di sebuah pesantren di kota Solo. Kebetulan pas dia lagi bersih-bersih kompor minyak.

Mau dipakai lagi, Kang…

Lha minyak tanahnya gimana? Aku mengerenyitkan dahi.

Beli entar di warung dekat sini.

Ya sudah aku temani dia.

Sekedar info, tuh kompor adalah sodaqoh dari seseorang di beberapa tahun yang lalu. Masa di mana minyak tanah masih jadi barang biasa, dan LPG masih jadi barang mewah.

Selesai, terus nyari minyak tanah di warung. Continue Reading Mewah Apanya…

Sahur On The Road, Antara Ibadah dan Tindakan Jahiliyah

22 Juli 2014 pukul 09:18 | Ditulis dalam aku gak tanggung, budaya, jalan-jalan, kehidupan, renungan | Tinggalkan komentar

Ahad 20 Juli 2014.

Twitter TMC Polda Metro Jaya berkicau, sekitar pukul 03.20 WIB terjadi tawuran antar peserta SOTR di depan Monas. Keributan tetap terjadi meski Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Restu M Budyanto memantau kegiatan Sahur On The Road di Bundaran Hotel Indonesia.

Polda Metro Jaya berjanji akan menindak tegas aksi SOTR (Sahur on the road) yang mengganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat.

Meskipun begitu, Polda tidak mengadakan patroli khusus pada waktu sahur.

“Kita lakukan patroli skala besar, siang dan malam, untuk ciptakan rasa aman di masyarakat. Sampai saat ini, belum ada keluhan atau laporan dari masyarakat terkait itu (sahur on the road yang mengganggu),” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto dalam pesan singkatnya. Continue Reading Sahur On The Road, Antara Ibadah dan Tindakan Jahiliyah…

1,8 Juta Pelanggan Telkomsel dan Indosat Disadap

20 Februari 2014 pukul 06:00 | Ditulis dalam bagaikan bangunan, irodatul khoir lil ghoir, politik, renungan | 1 Komentar

Edward Snowden, Mantan anggota intelijen NSA, membocorkan rahasia yang mengejutkan. Pelanggan dua operator terbesar di Indonesia, yakni Telkomsel dan Indosat, selama ini disadap oleh Australia dan Amerika.

Badan intelijen Australia bekerjasama dengan National Secuity Agency (NSA),  memiliki data terenkripsi sekitar  1,8 juta pelanggan operator Telkomsel dan Indosat.  Kedua negara tersebut berhasil mengakses data Telkomsel dan Indosat sejak tahun 2013. Padahal kedua operator tersebut menguasai sekitar 77 persen pasar selular di Indonesia. Continue Reading 1,8 Juta Pelanggan Telkomsel dan Indosat Disadap…

Bencana, Akal dan Hati

27 Januari 2014 pukul 06:52 | Ditulis dalam hikmah, renungan | Tinggalkan komentar

Indonesiaku

Bencana bertubi-tubi.

Banjir tak surut-surut, disusul gunung meletus, tanah ambles, jalan tol ambles…

Awan hitam yang dulunya selalu dinantikan karena membawa hujan, hari-hari ini menjadi sosok yang menggetarkan. Hujan yang mestinya membawa rahmat kehidupan di dunia berubah menjadi pembawa bencana. Gunung yang mestinya menjadi pasak bumi, berubah menajdi sosok yang menghantui. Tanah tempat berpijak pun tak lagi kokoh. Jalan yang menjadi urat nadi ekonomi malah menjadi sarana penguras energi….. Continue Reading Bencana, Akal dan Hati…

Sanbenito dan Perayaan Tahun Baru

11 Januari 2014 pukul 07:19 | Ditulis dalam budaya, hikmah, ibadah gaul, irodatul khoir lil ghoir, renungan | Tinggalkan komentar

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta “sukses” menggelar Jakarta Night Festival untuk menyambut tahun baru 2014. Hal berbeda dilakukan oleh Pemerintah Kota Banda Aceh yang melarang warganya menggelar segala bentuk perayaan menyambut tahun baru 2014. Personel Satpol PP dan Wilayatul Hisbah (polisi syariah/WH) pun disiagakan untuk mencegah adanya aksi hura-hura di malam pergantian tahun.

Tidak main-main, Satpol PP dan WH dikerahkan untuk mencegah adanya perkumpulan massa, bakar mercon, dan tiup terompet dalam rangka malam pergantian tahun itu. Mereka disiagakan di berbagai titik di ibu kota Provinsi Aceh, terutama lokasi yang sering dijadikan tempat berkumpulnya massa pada malam pergantian tahun seperti di Bundaran Simpang Lima, Jembatan Pante Pirak, hingga ke depan Masjid Raya Baiturrahman, termasuk juga Lapangan Blang Padang dan Pantai Ulee Lheue. Siaga sejak sore sampai pagi. Continue Reading Sanbenito dan Perayaan Tahun Baru…

Inikah (salah satu) Penyebab Turunnya Kualitas Pendidikan di Indonesia?

20 Desember 2013 pukul 05:00 | Ditulis dalam hikmah, irodatul khoir lil ghoir, kehidupan, keluarga, renungan | Tinggalkan komentar

Assalamu’alaikum…

Mmm, mau ganti gaya ngomong boleh ya…

Agan sekalian… Ane punya tetangga. Ibu guru sebuah TK dari organisasi Islam besar di Indonesia. Kemarin siang ini dia nyapu halaman, Gan. Ada daun jatuh, bungkus makanan kecil, buah rambutan busuk yang jatuh dari pohon di halaman rumahnya. Nah, kotoran itu dia giring ke arah selokan. Parahnya, bukan selokan di halaman rumahnya, tapi…

Teruuuuus nyeberang jalan terus dibuangnya sampah itu di selokan samping rumah ane….!!! Continue Reading Inikah (salah satu) Penyebab Turunnya Kualitas Pendidikan di Indonesia?…

Jilbab untuk Polwan

23 Juni 2013 pukul 16:39 | Ditulis dalam aku gak tanggung, irodatul khoir lil ghoir, politik, renungan | 1 Komentar

Seorang polwan yang pernah bertugas di jajaran Polda Jawa Tengah mengadu kepada seorang ustad kondang, Ustad Wahfiudin, tentang keinginannya mengenakan jilbab. ”Sudah lebih dari tiga tahun hati nurani saya menjerit karena sepulang dari menunaikan ibadah haji. Saya berkeinginan besar untuk mengenakan seragam polri dengan berjilbab,” kata polwan yang tidak bersedia disebutkan namanya itu. Continue Reading Jilbab untuk Polwan…

BBM Naik Lalu Apa?

18 Juni 2013 pukul 11:23 | Ditulis dalam curhat, irodatul khoir lil ghoir, kehidupan, politik, renungan, romantika | Tinggalkan komentar

Kang, piye terawangan sampeyan? Temanku buka obrolan ketika kami wedangan di gubuk habis matun. (Matun adalah istilah kami untuk membersihkan rumput di sela-sela tanaman padi)

Soal apa Mas?

BBM jadi naik pa gak?

Lah, kok nanya ke saya to Mas. Saya bukan presiden bukan pula DPR, juga bukan bakul bengsin (lidah ndeso kadang nyebutnya begitu) atau siapa sajalah yang bisa nentukan harga BBM. Continue Reading BBM Naik Lalu Apa?…

Ngeblog Lagi

6 Juni 2013 pukul 09:05 | Ditulis dalam curhat, hikmah, kehidupan, keluarga, renungan | Tinggalkan komentar

Assalamu’alaikum….

Alhamdulillah…… Subhanallah…….. Allahuakbar….. Laa haula wa laa quwwata illaa billaahi….

Bertahun-tahun aku ilang dari dunia blog….

Maaf untuk saudara-saudaraku yang sudah banyak mendukungku. Teman-teman dan semuanya juga.

Terus terang, sekian lama ngilang tentu ada alasan dan latar belakangnya. Dari sekian banyak alasan dan latar belakang itu, maaf lagi…. tidak bisa semua aku tuliskan di sini. Continue Reading Ngeblog Lagi…

Karena Lady Gaga

1 Juni 2012 pukul 07:40 | Ditulis dalam irodatul khoir lil ghoir, kehidupan, renungan | 1 Komentar

Well
Selama ini yakinku ngumpet ndhelik di gubug tengah sawah. Menyendiri menjauhi hiruk pikuk manusia. Uzlah… menyingkiri polah tingkah manusia yang semakin hari semakin nggegirisi… pecicilan dan pethakilan tidak peduli sopan santun, tidak berhati-hati menjalani hidup, suka nerjang larangan Allah. Tidak berhati-hati dalam hal makanan. Halal apa haram semua masuk perut. Otak jadi tumpul sulit mencerna ilmu kebaikan. Hati jadi ndablegh sulit menerima kebenaran dan petunjuk dari Allah. Nilai kemasyarakatan bubrah dan salah kaprah. Tidak lagi menjunjung tinggi kebenaran.

Continue Reading Karena Lady Gaga…

Laman Berikutnya »


Entries dan komentar feeds.