Shalawat Nariyah Syirik?

9 Agustus 2015 pukul 08:57 | Ditulis dalam aku gak tanggung, hikmah, irodatul khoir lil ghoir | 2 Komentar

Hukum Amalan Shalawat Nariyah

Pertanyaan:

Apa benar shalawat nariyah itu diharamkan dan tidak boleh dibaca? Terima kasih

Dari: Dina

Jawaban:

Segala puji bagi Allah yang telah mengumpulkan kita dalam barisan orang-orang yang beriman. Kita memohon kepada Allah agar kita semua diberi kekuatan untuk bisa istiqomah di atas tauhid sampai mati.

Semua umat Islam sepakat bahwa syirik adalah dosa yang sangat besar, yang tidak akan Allah ampuni jika dibawa sampai mati, dan pelakunya belum bertaubat.

Namun sayangnya banyak orang yang tidak memahami pengertian yang tepat tentang syirik. Akibatnya banyak orang yang melakukan perbuatan syirik namun dia tidak merasa kalau dirinya telah melakukan kesyirikan.

Bahkan yang lebih menyedihkan, ada orang yang melakukan kesyirikan namun dia merasa sedang melakukan ibadah. Sehingga sangat sulit bagi orang yang terjerumus ke dalam perbuatan ini untuk diingatkan. Karena bagaimana mungkin perbuatannya bisa disalahkan sementara dia meyakini bahwa dirinya sedang mendapatkan pahala dengan perbuatannya.

Kita ucapkan innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun, ada musibah besar yang menimpa kaum muslimin, melakukan perbuatan yang mendatangkan murka Allah namun dia merasa sedang mendapatkan pahala dari Allah.

Continue Reading Shalawat Nariyah Syirik?…

Iklan

Tarawih Kilat 15 Menit: Fokus dan Melipat Waktu

27 Juni 2015 pukul 05:47 | Ditulis dalam aku gak tanggung, curhat, hikmah, irodatul khoir lil ghoir, jalan-jalan, renungan | Tinggalkan komentar
Tag: , , , , ,

Pesantren Mambaul Hikam Mantenan, Udanawu, Blitar, menyelenggarakan shalat Tarawih berjamaah sebanyak 20 rekaat plus shalat sunah witir 3 rekaat ini, dikerjakan dalam waktu 15 menit. Durasi yang singkat ini menarik perhatian anak muda di sekitar pesantren yang jumlah lebih dari 5000 orang, baik tua maupun muda setiap malamnya. Continue Reading Tarawih Kilat 15 Menit: Fokus dan Melipat Waktu…

Penghina Jokowi Masuk Bui, Penghina Nabi…..???

30 Oktober 2014 pukul 12:23 | Ditulis dalam curhat, hikmah, irodatul khoir lil ghoir, kehidupan, politik, renungan | Tinggalkan komentar

Melihat kasus buruh tukang sate yang masuk bui, jadi ingat kasus para pelaku penghinaan dan penodaan terhadap Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, kepada istri dan sahabat beliau.

Ada hal yang jelas berbeda. Derajat kepresidenan jelas berbeda dari derajat kenabian. Secara aqidah lebih tinggi dan mulia derajat nabi ketimbang presiden. Gak level…

Derajat kenabian ini diturunkan dari Allah Pencipta semesta alam. Dan tindakan Nabi adalah: Continue Reading Penghina Jokowi Masuk Bui, Penghina Nabi…..???…

Budak Kontemporer

22 Oktober 2014 pukul 20:21 | Ditulis dalam hikmah, irodatul khoir lil ghoir, renungan | Tinggalkan komentar

Budak, Kuli, Orang Upahan, Jongos, Hamba Sahaya adalah sebutan penghinaan kepada manusia sebagai sebuah status atau profesi yang dianggap paling rendah, sehingga tidak disukai manusia pada umumnya. Namun faktanya hingga hari ini masih banyak ditemukan manusia yang bermental dan berperilaku seperti budak. Walaupun bentuk, istilah, simbol, atribut dan nama pun berbeda dari masa ke masa, antara satu peradaban dengan peradaban lainnya.

Zaman dahulu budak-budak dibelenggu dengan rantai, dipekerjakan dan diperas tenaganya habis-habisan, dan diberi upah ala kadarnya sekedar penyambung hidup saja. Biasanya budak-budak ini diperolah dari tawanan perang atau melalui transaksi jual beli. Ada juga budak-budak itu didapat dari hasil perburuan. Persis seperti memburu hewan, para pemburu mengejar sampai di pedalaman hutan-hutan Afrika dan Amazon, kemudian hasil buruannya dijual di pasar budak. Continue Reading Budak Kontemporer…

Mewah Apanya

6 September 2014 pukul 22:14 | Ditulis dalam budaya, hikmah, irodatul khoir lil ghoir, kehidupan, renungan, romantika | Tinggalkan komentar

Beberapa hari lalu aku ziarah ke seorang teman yang jadi ustadz di sebuah pesantren di kota Solo. Kebetulan pas dia lagi bersih-bersih kompor minyak.

Mau dipakai lagi, Kang…

Lha minyak tanahnya gimana? Aku mengerenyitkan dahi.

Beli entar di warung dekat sini.

Ya sudah aku temani dia.

Sekedar info, tuh kompor adalah sodaqoh dari seseorang di beberapa tahun yang lalu. Masa di mana minyak tanah masih jadi barang biasa, dan LPG masih jadi barang mewah.

Selesai, terus nyari minyak tanah di warung. Continue Reading Mewah Apanya…

Bencana, Akal dan Hati

27 Januari 2014 pukul 06:52 | Ditulis dalam hikmah, renungan | Tinggalkan komentar

Indonesiaku

Bencana bertubi-tubi.

Banjir tak surut-surut, disusul gunung meletus, tanah ambles, jalan tol ambles…

Awan hitam yang dulunya selalu dinantikan karena membawa hujan, hari-hari ini menjadi sosok yang menggetarkan. Hujan yang mestinya membawa rahmat kehidupan di dunia berubah menjadi pembawa bencana. Gunung yang mestinya menjadi pasak bumi, berubah menajdi sosok yang menghantui. Tanah tempat berpijak pun tak lagi kokoh. Jalan yang menjadi urat nadi ekonomi malah menjadi sarana penguras energi….. Continue Reading Bencana, Akal dan Hati…

Sanbenito dan Perayaan Tahun Baru

11 Januari 2014 pukul 07:19 | Ditulis dalam budaya, hikmah, ibadah gaul, irodatul khoir lil ghoir, renungan | Tinggalkan komentar

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta “sukses” menggelar Jakarta Night Festival untuk menyambut tahun baru 2014. Hal berbeda dilakukan oleh Pemerintah Kota Banda Aceh yang melarang warganya menggelar segala bentuk perayaan menyambut tahun baru 2014. Personel Satpol PP dan Wilayatul Hisbah (polisi syariah/WH) pun disiagakan untuk mencegah adanya aksi hura-hura di malam pergantian tahun.

Tidak main-main, Satpol PP dan WH dikerahkan untuk mencegah adanya perkumpulan massa, bakar mercon, dan tiup terompet dalam rangka malam pergantian tahun itu. Mereka disiagakan di berbagai titik di ibu kota Provinsi Aceh, terutama lokasi yang sering dijadikan tempat berkumpulnya massa pada malam pergantian tahun seperti di Bundaran Simpang Lima, Jembatan Pante Pirak, hingga ke depan Masjid Raya Baiturrahman, termasuk juga Lapangan Blang Padang dan Pantai Ulee Lheue. Siaga sejak sore sampai pagi. Continue Reading Sanbenito dan Perayaan Tahun Baru…

Inikah (salah satu) Penyebab Turunnya Kualitas Pendidikan di Indonesia?

20 Desember 2013 pukul 05:00 | Ditulis dalam hikmah, irodatul khoir lil ghoir, kehidupan, keluarga, renungan | Tinggalkan komentar

Assalamu’alaikum…

Mmm, mau ganti gaya ngomong boleh ya…

Agan sekalian… Ane punya tetangga. Ibu guru sebuah TK dari organisasi Islam besar di Indonesia. Kemarin siang ini dia nyapu halaman, Gan. Ada daun jatuh, bungkus makanan kecil, buah rambutan busuk yang jatuh dari pohon di halaman rumahnya. Nah, kotoran itu dia giring ke arah selokan. Parahnya, bukan selokan di halaman rumahnya, tapi…

Teruuuuus nyeberang jalan terus dibuangnya sampah itu di selokan samping rumah ane….!!! Continue Reading Inikah (salah satu) Penyebab Turunnya Kualitas Pendidikan di Indonesia?…

Ngeblog Lagi

6 Juni 2013 pukul 09:05 | Ditulis dalam curhat, hikmah, kehidupan, keluarga, renungan | Tinggalkan komentar

Assalamu’alaikum….

Alhamdulillah…… Subhanallah…….. Allahuakbar….. Laa haula wa laa quwwata illaa billaahi….

Bertahun-tahun aku ilang dari dunia blog….

Maaf untuk saudara-saudaraku yang sudah banyak mendukungku. Teman-teman dan semuanya juga.

Terus terang, sekian lama ngilang tentu ada alasan dan latar belakangnya. Dari sekian banyak alasan dan latar belakang itu, maaf lagi…. tidak bisa semua aku tuliskan di sini. Continue Reading Ngeblog Lagi…

Uyuh Jaran

30 Oktober 2011 pukul 06:06 | Ditulis dalam hikmah, irodatul khoir lil ghoir, renungan | 2 Komentar

Laa haula wa laa quwwata illaa billaahi…..

Tholee….thole…   lha wong panganan ambune koyo uyuh jaran ngono kok mbok pangan…

Opo ora ono liyane po piye….

Begitu komentar seseorang yang menurutku beliau itu orang terhormat karena beliau itu seorang guru dan sudah sepuh.

Continue Reading Uyuh Jaran…

Mimi lan Mintuno

29 Oktober 2011 pukul 20:12 | Ditulis dalam boso jowo, hikmah, iseng, renungan | 3 Komentar

Wah, kok ada kang Habib… pasti ada Ummah ni… seru seorang Ibu yang sudah kuanggap ibuku sendiri.

Iya Bu, ini memang mirip mimi mintuno, sahutku sekenanya.

Loh…loh…. kok mimi mintuno…, seru beliau lagi.

Lha iya, sudah baik-baik jadi manusia kok malah membangsakan seperti hewan, sahut seorang Ibu yang lain yang sudah aku kenal juga.

Deg thuing….

Kepikir olehku, emang salah ya nyebut sebuah keadaan yang baik dengan mengumpamakannya kepada sifat binatang?

Continue Reading Mimi lan Mintuno…

Hormaaaatttt Gerrrraaaakkkkh….

11 Juni 2011 pukul 05:28 | Ditulis dalam hikmah, jalan-jalan, politik | 3 Komentar

Ini cuman butuh data sebenarnya.

Gara-garanya sih kasus dari Karanganyar Jawa Tengah. Sekolah mau ditutup gara-gara gak upacara sama gak hormat bendera.

Lantas muncul di otak ini keisengan baru. Iseng ini iseng mbandingin murid yang di sekolah yang diajarin angkat tangan buat hormat bendera sama yang enggak.

Cuman datanya kira-kira aja. Nungguin komentar yang bener-bener valid aja. Ini hasil keroyokan antara penulis dan pembimbing serta penguji. Hehe… data dibuat berimbang dan tidak memihak khas media massa…

Continue Reading Hormaaaatttt Gerrrraaaakkkkh…….

Syirik Sosial

16 November 2010 pukul 16:32 | Ditulis dalam hikmah, irodatul khoir lil ghoir, jalan-jalan, renungan | Tinggalkan komentar

“Kasus Gayus adalah bentuk syirik sosial. Syirik yang timbul karena mendewakan materi uang sebagai segala-galanya,” demikian Din.

Begitu yang aku kutip dari SINI.

Benar, syirik zaman sekarang memang lebih lengkap daripada syirik zaman sebelum Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam diutus.

Dulu paling nyembah berhala patung batu, nyembah api, bulan atau bintang atau matahari. Hal-hal yang kasat mata.

Sekarang ada syirik terhadap uang, ide, pendapat, kekuasaan, dll yang tempatnya ngumpet. Tersembunyi dalam hati sesorang.

Padahal jenis syirik begini lebih menyeramkan. Paling ditakuti oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Syirkul-khofiy, begitu istilah keren-nya.

Iya, dikatakan syirik karena gara-gara item-item itu, orang lantas menghalalkan yang haram. Itu artinya aturan Allah dilanggar. Itu artinya Allah disepelekan. Itu artinya ada yang lebih diutamakan daripada Allah. Artinya ada yang lain yang dipertuhankan. Itulah syirik…. dahsyat nian orang-orang ini. Berani betul sama Allah. Di-merapi-kan baru tahu rasa…!!!

Di Atas Hukum…?

21 Oktober 2010 pukul 08:19 | Ditulis dalam hikmah, irodatul khoir lil ghoir, renungan | 3 Komentar

Dari ‘Aisyah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Apakah engkau akan memberikan pertolongan untuk membebaskan suatu hukuman dari hukum-hukum yang telah ditetapkan Allah?”. Kemudian beliau berdiri dan berkhutbah. Beliau bersabda: “Wahai manusia, orang-orang sebelummu binasa adalah karena jika ada seseorang yang terpandang di antara mereka mencuri, mereka membebaskannya, dan jika ada orang lemah di antara mereka mencuri, mereka menegakkan hukum padanya.” Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut riwayat Muslim. Menurut riwayatnya dari jalan lain bahwa ‘Aisyah Radliyallaahu ‘anhu berkata: Ada seorang perempuan meminjam barang lalu memungkirinya, maka Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam memerintahkan untuk memotong tangannya.

Continue Reading Di Atas Hukum…?…

Alkisah

9 September 2010 pukul 16:42 | Ditulis dalam hikmah, irodatul khoir lil ghoir, iseng, jalan-jalan, kehidupan, renungan | 3 Komentar

Alkisah…

Kenthongan di Jonggring Saloka bertalu-talu. Seketika itu juga terjadi kegemparan dan kesibukan luar biasa.

Rupanya Sang Bethoro Guru mengadakan rapat mendadak. Dia mengumpulkan seluruh jajaran dewa dari kalangan pejabat aktif maupun nonaktif, pengamat politik kedewataan, kalangan akademisi kedewataan, dan undangan terbuka bagi masyarakat Jonggring Saloka untuk membicarakan fenomena kerajaan bumi yang ngedap-edapi.

Continue Reading Alkisah…

Laman Berikutnya »


Entries dan komentar feeds.