Mewah Apanya

6 September 2014 pukul 22:14 | Ditulis dalam budaya, hikmah, irodatul khoir lil ghoir, kehidupan, renungan, romantika | Tinggalkan komentar

Beberapa hari lalu aku ziarah ke seorang teman yang jadi ustadz di sebuah pesantren di kota Solo. Kebetulan pas dia lagi bersih-bersih kompor minyak.

Mau dipakai lagi, Kang…

Lha minyak tanahnya gimana? Aku mengerenyitkan dahi.

Beli entar di warung dekat sini.

Ya sudah aku temani dia.

Sekedar info, tuh kompor adalah sodaqoh dari seseorang di beberapa tahun yang lalu. Masa di mana minyak tanah masih jadi barang biasa, dan LPG masih jadi barang mewah.

Selesai, terus nyari minyak tanah di warung. Continue Reading Mewah Apanya…

Imsak Tanda Stop Sahur?

10 Juli 2014 pukul 08:45 | Ditulis dalam ibadah gaul, irodatul khoir lil ghoir, jalan-jalan, kehidupan | Tinggalkan komentar

Assalamu’alaikum.

Cerita seputar sahur di perjalanan.

Suatu malam, aku dan teman sahur di warung hik di Jawa Timur.

Lagi asyik nggigit tempe eh…. imsyaaak………..imsyaaaaaaaaaaaak……….. panjang banget ya

Pak, mpun imsak loh…. seru si penjual nasi hik.

Nggih, Pak.

Aku pun lanjutkan makan sahur bersama teman.

Loh, kok taksih dhahar, Pak… Continue Reading Imsak Tanda Stop Sahur?…

Inikah (salah satu) Penyebab Turunnya Kualitas Pendidikan di Indonesia?

20 Desember 2013 pukul 05:00 | Ditulis dalam hikmah, irodatul khoir lil ghoir, kehidupan, keluarga, renungan | Tinggalkan komentar

Assalamu’alaikum…

Mmm, mau ganti gaya ngomong boleh ya…

Agan sekalian… Ane punya tetangga. Ibu guru sebuah TK dari organisasi Islam besar di Indonesia. Kemarin siang ini dia nyapu halaman, Gan. Ada daun jatuh, bungkus makanan kecil, buah rambutan busuk yang jatuh dari pohon di halaman rumahnya. Nah, kotoran itu dia giring ke arah selokan. Parahnya, bukan selokan di halaman rumahnya, tapi…

Teruuuuus nyeberang jalan terus dibuangnya sampah itu di selokan samping rumah ane….!!! Continue Reading Inikah (salah satu) Penyebab Turunnya Kualitas Pendidikan di Indonesia?…

BBM Naik Lalu Apa?

18 Juni 2013 pukul 11:23 | Ditulis dalam curhat, irodatul khoir lil ghoir, kehidupan, politik, renungan, romantika | Tinggalkan komentar

Kang, piye terawangan sampeyan? Temanku buka obrolan ketika kami wedangan di gubuk habis matun. (Matun adalah istilah kami untuk membersihkan rumput di sela-sela tanaman padi)

Soal apa Mas?

BBM jadi naik pa gak?

Lah, kok nanya ke saya to Mas. Saya bukan presiden bukan pula DPR, juga bukan bakul bengsin (lidah ndeso kadang nyebutnya begitu) atau siapa sajalah yang bisa nentukan harga BBM. Continue Reading BBM Naik Lalu Apa?…

Uyuh Jaran

30 Oktober 2011 pukul 06:06 | Ditulis dalam hikmah, irodatul khoir lil ghoir, renungan | 2 Komentar

Laa haula wa laa quwwata illaa billaahi…..

Tholee….thole…   lha wong panganan ambune koyo uyuh jaran ngono kok mbok pangan…

Opo ora ono liyane po piye….

Begitu komentar seseorang yang menurutku beliau itu orang terhormat karena beliau itu seorang guru dan sudah sepuh.

Continue Reading Uyuh Jaran…

Lagu Setan

27 April 2011 pukul 11:49 | Ditulis dalam ibadah gaul, irodatul khoir lil ghoir, kehidupan, renungan | 6 Komentar

Sore-sore kumpul dengan beberapa tetangga. Ngobrol ngalor ngidul seperti biasa.

Yang jadi inspirasi penghangat suasana adalah tokoh-tokoh dari dunia hitam, macem aliansi koruptor Indonesia, atau lembaga mafia pajak, atau majelis anti kemakmuran rakyat….sampai black female agent macem Malinda Dee dst sampe obrolan musik.

Gara-garanya adalah dari dalem rumah sang bapak ini sayup-sayup kedengaran lagu the beatles ini.

Anaknya suka lagu ini ya, Kang? Kutanya si bapak yang empunya rumah.

Continue Reading Lagu Setan…

Biar Praktis…

5 Januari 2011 pukul 18:04 | Ditulis dalam ibadah gaul, irodatul khoir lil ghoir, keluarga, renungan | 3 Komentar

Kenapa pilih lokasi di sana Kang? Tanyaku ketika ada teman minta pertimbangan soal rencana rumahnya.

Biar praktis…..! jawabnya

Maksud praktis tuh gimana?

Continue Reading Biar Praktis……

Cuma Bisikan

23 November 2010 pukul 09:34 | Ditulis dalam ibadah gaul, irodatul khoir lil ghoir, kehidupan, keluarga, renungan | 1 Komentar

Suatu kali aku bertemu seseorang di masjid habis subuhan. Trus ngobrol, bla…bla….bla…. sampai pada suatu pembicaraan, orang itu menyampaikan keinginan untuk menghadirkan seorang ustadzah di lingkungan kerjanya yang kebetulan memiliki beberapa orang karyawati. Dia minta agar diadakan kajian khusus akhwat di sana. Waktunya pagi hari menjemput jam buka toko. Kira-kira jam 08.30 pagi kajian mesti sudah selesai dan karyawati bisa tetap bekerja sebagaimana biasa.

Continue Reading Cuma Bisikan…

Syirik Sosial

16 November 2010 pukul 16:32 | Ditulis dalam hikmah, irodatul khoir lil ghoir, jalan-jalan, renungan | Tinggalkan komentar

“Kasus Gayus adalah bentuk syirik sosial. Syirik yang timbul karena mendewakan materi uang sebagai segala-galanya,” demikian Din.

Begitu yang aku kutip dari SINI.

Benar, syirik zaman sekarang memang lebih lengkap daripada syirik zaman sebelum Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam diutus.

Dulu paling nyembah berhala patung batu, nyembah api, bulan atau bintang atau matahari. Hal-hal yang kasat mata.

Sekarang ada syirik terhadap uang, ide, pendapat, kekuasaan, dll yang tempatnya ngumpet. Tersembunyi dalam hati sesorang.

Padahal jenis syirik begini lebih menyeramkan. Paling ditakuti oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Syirkul-khofiy, begitu istilah keren-nya.

Iya, dikatakan syirik karena gara-gara item-item itu, orang lantas menghalalkan yang haram. Itu artinya aturan Allah dilanggar. Itu artinya Allah disepelekan. Itu artinya ada yang lebih diutamakan daripada Allah. Artinya ada yang lain yang dipertuhankan. Itulah syirik…. dahsyat nian orang-orang ini. Berani betul sama Allah. Di-merapi-kan baru tahu rasa…!!!

Di Atas Hukum…?

21 Oktober 2010 pukul 08:19 | Ditulis dalam hikmah, irodatul khoir lil ghoir, renungan | 3 Komentar

Dari ‘Aisyah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Apakah engkau akan memberikan pertolongan untuk membebaskan suatu hukuman dari hukum-hukum yang telah ditetapkan Allah?”. Kemudian beliau berdiri dan berkhutbah. Beliau bersabda: “Wahai manusia, orang-orang sebelummu binasa adalah karena jika ada seseorang yang terpandang di antara mereka mencuri, mereka membebaskannya, dan jika ada orang lemah di antara mereka mencuri, mereka menegakkan hukum padanya.” Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut riwayat Muslim. Menurut riwayatnya dari jalan lain bahwa ‘Aisyah Radliyallaahu ‘anhu berkata: Ada seorang perempuan meminjam barang lalu memungkirinya, maka Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam memerintahkan untuk memotong tangannya.

Continue Reading Di Atas Hukum…?…

Alkisah

9 September 2010 pukul 16:42 | Ditulis dalam hikmah, irodatul khoir lil ghoir, iseng, jalan-jalan, kehidupan, renungan | 3 Komentar

Alkisah…

Kenthongan di Jonggring Saloka bertalu-talu. Seketika itu juga terjadi kegemparan dan kesibukan luar biasa.

Rupanya Sang Bethoro Guru mengadakan rapat mendadak. Dia mengumpulkan seluruh jajaran dewa dari kalangan pejabat aktif maupun nonaktif, pengamat politik kedewataan, kalangan akademisi kedewataan, dan undangan terbuka bagi masyarakat Jonggring Saloka untuk membicarakan fenomena kerajaan bumi yang ngedap-edapi.

Continue Reading Alkisah…

Agama Itu Mudah

25 Februari 2010 pukul 16:11 | Ditulis dalam curhat, hikmah, irodatul khoir lil ghoir | 6 Komentar

Sebenarnyalah syaithon senantiasa berusaha menggelincirkan manusia dan menyesatkan mereka dari jalan kebenaran dengan berbagai cara dan wasilah-wasilah yang tiada habisnya sampai hari kiamat. Sebagian pintu ketergelinciran telah dibukanya untuk manusia adalah mencari-cari rukhsoh-rukhsoh, pendapat yang paling ringan dari para fuqoha dan mencari-cari celah untuk berheilah dan menghindar dari ketentuan syari’at. Mereka merasa tidak melanggar syari’at meskipun mereka tidak berani mengatakan bahwa mereka telah berbuat jujur.

Continue Reading Agama Itu Mudah…

Pahlawan (Imam Bonjol) Digugat

7 Agustus 2009 pukul 14:02 | Ditulis dalam irodatul khoir lil ghoir, politik | 1 Komentar

Kepahlawanan Imam Bonjol digugat oleh sekelompok orang di dunia maya. Melalui sebuah seruan petisi di internet sang pembuat membuat tuduhan-tuduhan kepada sang pahlawan sekaligus Mujahid Asy Syahid (insya Allah) Imam Bonjol allahuyarham.

Surat petisi yang ditujukan kepada pemerintah Republik Indonesia ini mendesak agar Pemerintah Republik Indonesia segera membatalkan pengangkatan Tuanku Imam Bonjol sebagai Pahlawan Perjuangan Kemerdekaan, dan meluruskan sejarah Kerajaan Islam Minangkabau Pagarruyung, sejarah tanah Sumatra, dan sejarah Republik Indonesia.

Continue Reading Pahlawan (Imam Bonjol) Digugat…

Sejarah Adalah Sesuatu Yang Dituliskan

30 Mei 2009 pukul 08:36 | Ditulis dalam irodatul khoir lil ghoir, politik, renungan | 5 Komentar

Suatu saat aku melayat seseorang. Seorang teman. Aku saksikan sampai penguburan. Mudah-mudahan dia dikuatkan ketika ditanya di sana. Mudah-mudahan husnul khotimah.

Ketika aku melangkahkan kaki untuk pulang. Aku melewati sebuah kuburan. Aku kenal siapa yang dikubur di situ. Dia kakak laki-laki isteri kakak laki-laki bapakku. Aku sempat bertemu dan omong-omong panjang lebar dengannya yang sayang sekali aku tidak begitu perhatian bak jurnalis kala itu selain sebagai bagian dari keluarga jauh. Dia adalah anggota pasukan Hizbullah yang ikut berperan dalam mempertahankan kemerdekaan negeri ini dari cengkeraman penjajahan. Dia banyak bercerita tentang bagaimana sepak terjang satuannya ini dan bagaimana secara pribadi dia merasakan kebanggaan atas apa yang mereka lakukan bagi negeri ini. Dia adalah salah satu saksi hidup perjalanan negeri ini. Dia adalah salah satu guru sejarah yang menyampaikan fakta berdasarkan apa yang dia alami dan dia rasakan sebagai pelaku. Dia mengalami dan merasakan.

Continue Reading Sejarah Adalah Sesuatu Yang Dituliskan…

Obrolan Gubuk

27 Mei 2009 pukul 16:09 | Ditulis dalam ibadah gaul, irodatul khoir lil ghoir | 1 Komentar

Suatu kali aku duduk-duduk di gubuk bersama teman-teman petani. Kami ngobrol ngalor ngidul soal sawah dan seputar kehidupan kami. Gak sampe ngrembug istri-istri kami. Hehe… itu mah urusan orang per orang….

Sedang asyik-asyik ngobrol, datang anakku bawa makan siang. Rolasan, begitu kata orang-orang.

Assalamu’alaikum…..seru anakku.

Continue Reading Obrolan Gubuk…

Laman Berikutnya »


Entries dan komentar feeds.