Praktek Murabahah – Pembelian Kredit Melalui Bank Syariah

10 Juli 2014 pukul 07:00 | Ditulis dalam ekonomi, ibadah gaul, irodatul khoir lil ghoir, kehidupan | Tinggalkan komentar

Assalamu’alaikum.

Beberapa waktu lalu aku ditanya orang soal kredit motor. Walah-walah…. ringan ditanya berat dijawab nih…

Akhirnya muter-muter aja di internet, nabok nyilih tangan…

Nemu ini:

Praktek Murabahah – Pembelian Kredit Melalui Bank Syariah

Bermunculannya bank-bank yang berusaha menerapkan praktek syariah merupakan hal yang patut kita syukuri. Akan tetapi masih saja banyak praktek-praktek yang mereka lakukan ternyata tidak syar’i. Contohnya adalah Sistem Murabahah. Sistem transaksi ini sering dijumpai di bank-bank yang mengatasnamakan dirinya “Bank Islam.” Banyak kaum muslimin yang terlena dengan embel-embel Syariah atau nama-nama berbahasa Arab pada produk-roduknya, sehingga jarang di antara mereka yang memperhatikan atau mempertanyakan dengan seksama sistem transaksi yang terjadi.

Maka menerangkan masalah seperti ini dipandang lebih wajib daripada sistem-sistem riba yang berlaku di bank-bank konvensional, sebab amat sedikit kaum muslimin yang mengetahuinya. Semoga bermanfaat. Continue Reading Praktek Murabahah – Pembelian Kredit Melalui Bank Syariah…

Redenominasi

9 Agustus 2010 pukul 10:02 | Ditulis dalam ekonomi, iseng, jalan-jalan, serba serbi | 4 Komentar

Aku akan bayar tukang benah rumah cuman 50 rupiah.

Aku pasang daftar harga di papan menu begini:

  • Bebek goreng utuh         : Rp 50,-
  • Ayam goreng utuh          : Rp 40,-
  • Nasi putih                            : Rp 1,-
  • Teh panas                           : Rp1,-
  • Dst

Continue Reading Redenominasi…

Cita-cita: Menuju Sukses

20 Maret 2009 pukul 07:36 | Ditulis dalam aku gak tanggung, ekonomi, irodatul khoir lil ghoir, kehidupan | 5 Komentar

Halo sahabat…

Saya ingin tau apa TARGET dan Cita-Cita kamu Tahun ini ?

· Apakah ingin memiliki Mobil Mewah ?

· Ingin memiliki Rumah Mewah ?

· Ingin memiliki Bisnis Besar ?

· Bebas Finansial ?

· Hidup Mapan dan Sejahtera ?

Continue Reading Cita-cita: Menuju Sukses…

MLM ‘Berkah’

2 Januari 2009 pukul 08:34 | Ditulis dalam ekonomi, ibadah gaul, tutorial | 9 Komentar

MLM Berkah dan Menguntungkan

MLM ini seperti kebanyakan MLM yang kita kenal.

Gambarannya umumnya sama saja. Kira-kira begini:

Anda bergabung kepada Promotor Anda, jadilah pro aktif. Lalu Anda mesti mencari downline sebanyak-banyaknya. Lalu downline Anda juga akan mencari downline lagi sebanyak yang mereka mampu. Begitu dan seterusnya.

Like another wis pokoke…..

Continue Reading MLM ‘Berkah’…

Bunga Bank dan Asuransi Penyebab Resesi Dunia

9 Oktober 2008 pukul 17:13 | Ditulis dalam ekonomi, politik | 6 Komentar

Sesudah perang dunia kedua dapat dilihat badan-badan perbankan memainkan peranan aktif dalam perekonomian dunia, walaupun masing-masing negara menjalankan sistim ekonomi yang berlainan. Setiap bangsa bekerja untuk pembangunan dan kemajuan hingga usaha perbankan mendapat pasaran yang menguntungkan.

Continue Reading Bunga Bank dan Asuransi Penyebab Resesi Dunia…

Bin Ladin Borong Saham Bakrie & Brothers

6 Oktober 2008 pukul 15:02 | Ditulis dalam ekonomi, politik | 4 Komentar

Bin Ladin Group memborong sebanyak 12% saham PT Bakrie & Brothers Tbk pada harga Rp330 per saham atau diperkirakan mencapai Rp3,71 triliun

Continue Reading Bin Ladin Borong Saham Bakrie & Brothers…

BLT, Zakat, Guprakk Bruk…Klengerrr

16 September 2008 pukul 09:33 | Ditulis dalam budaya, curhat, ekonomi, irodatul khoir lil ghoir, kehidupan, politik | 5 Komentar

BLT dan zakat sudah pasti beda. BLT hanya didasarkan pada pertimbangan kemanusiaan saja sedang zakat mengandung unsur kemanusiaan sekaligus diatur syari’at. Mengikuti syari’at pasti diganjar oleh Allah.

Tapi keduanya ada kesamaan juga, utamanya di Indonesia. Sama-sama rawan kebinasaan. Gara-gara antri buat uang tak seberapa, nyawa taruhannya. Jadi mirip cicak-cicak di dinding, diam-diam merayap, ada seekor nyamuk, hap lalu disantap.

Continue Reading BLT, Zakat, Guprakk Bruk…Klengerrr…

Miskin, BLT, Serikat, Zakat

9 September 2008 pukul 09:09 | Ditulis dalam curhat, ekonomi, irodatul khoir lil ghoir, kehidupan, politik | 2 Komentar

Baca di koran gratis, ada berita yang nyangkut kriteria miskin Indonesia. Ada versi BPS ada versi Presiden ada pula versi Serikat Rakyat Miskin ada versi Bank Dunia. Ah rupanya bagaimana rupa miskin itu susah diliatnya. Dari kanan tampak miskin, dari kiri katanya gak miskin. Dari depan tampang miskin dari belakang gak ada tampang. Masing-masing berebut kriteria miskin. Gak tau tuh apa maunya. Belajar dari banyak kasus, ketika standar gak bisa standar, maka gak bakalan ada standar yang bisa buat standar.

Continue Reading Miskin, BLT, Serikat, Zakat…

Siti Fadilah Supari: Kalau Membahayakan, Pasti Saya Umumkan

9 September 2008 pukul 07:23 | Ditulis dalam budaya, ekonomi, kehidupan, politik | 1 Komentar

Setelah deraan virus flu burung, ujian berat kembali dijalani Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari. Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, dua pekan lalu, memenangkan gugatan David M.L. Tobing atas Menteri Kesehatan, Badan Pengawas Obat dan Makanan, serta Institut Pertanian Bogor.

Continue Reading Siti Fadilah Supari: Kalau Membahayakan, Pasti Saya Umumkan…

Rokok Berfatwa

4 September 2008 pukul 07:00 | Ditulis dalam budaya, ekonomi, irodatul khoir lil ghoir, jalan-jalan, kehidupan, politik | 5 Komentar

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Temanggung, Jawa Tengah, Senin (1/9), resmi mengeluarkan fatwa makruh untuk rokok.

Keluarnya fatwa tersebut, sekaligus mengakhiri polemik rencana pengeluaran fatwa haram rokok yang meresahkan petani. “Setelah kami kaji, kami memutuskan kembali pada fatwa para ulama di Temanggung yang sebagian besar menganggap rokok hanya makruh saja, bukan haram. Artinya masih diperbolehkan,” kata Plt Ketua MUI Temanggung Yakub Mubarok di Temanggung, Senin (1/9).

Ah, aku prihatin dengar komentar begitu, masih boleh katanya.

Yang aku tahu, hakikat hukum makruh yang dikenal oleh para ulama sholih adalah haram juga. Cuma karena hati-hati, ya…..karena hati-hati agar tidak menyamai hukum tertulis di Al Qur’an sehingga di rasa menyamai kedudukan hukum Allah, maka dibuatlah kelas hukum ‘makruh’.

Lha, makruh sendiri secara bahasa kan artinya wus cetho, yaitu ‘DIBENCI’. Dibenci oleh siapa? Ya dibenci menurut hukum Islam, syari’at Islam. Lha pembuat syari’at itu Allah lewat RasulNya. Ringkesnya rembug, makruh itu ya dibenci oleh Allah dan RasulNya. Nah, lha wong dibenci oleh Allah dan RasulNya kok malah seneng, karena masih diperbolehkan. Kepiye to iki?

Continue Reading Rokok Berfatwa…

Label Haram

20 Agustus 2008 pukul 13:31 | Ditulis dalam budaya, curhat, ekonomi, jalan-jalan, kehidupan | 2 Komentar

Aku dan istri juga anak-anak biasa belanja beramai-ramai ke minimarket dekat rumah. Biasa untuk sebulan. Ya minyak goreng, ya sabun mandi, odol, dan semua kebutuhan rumah tangga. Kalau telur, biasanya nunggu si blorok nelur aja, tapi kalau tetep kurang, aku punya lengganan peternak. Habisnya kami biasa ngabisin telur sampai 5 kiloan sebulan, sering lebih malah. Kalau telur si blorok sih buat jamu ayah dan ummi, tapi anak-anak seneng juga telur setengah mateng gaya jamu gitu.

Oh iya, ketika belanja di minimarket gitu, anak-anak gak bakalan lupa sama makanan kecil, snack. Padahal orang tua mereka lebih suka snack gaya kampung macem blanggreng (singkong goreng), atau kripik singkong, atau wajah singkong lainnya. Tapi tahu ya, anak-anak sekarang, lebih ketarik sama makanan pabrikan gitu. Memang praktis, mudah, dan terkesan modern gitu si…. apalagi kemudahan mendapatkannya itu lho.

Continue Reading Label Haram…

Dolar Euro Rupiah Dinar Dirham

18 Agustus 2008 pukul 06:00 | Ditulis dalam ekonomi, iseng, jalan-jalan | 8 Komentar

Barangkali banyak yang peduli dengan nilai tukar euro dan dolar terhadap rupiah kita. Kadang tercengang dengan perbedaan yang sedemikian mencolok. Coba saja,

1 dolar AS setara dengan Rp. 9,685,- dan 1 euro setara dengan Rp. 14,328,-

Paling gak, itu kurs hari ini, kalo ada yang beda paling juga sedikit tergantung bakul mana yang nentuin.

Tapi barangkali juga masih banyak yang gak begitu ada perhatian dengan dinar dan dirham.

Coba liat,

1 dinar setara dengan Rp. 1.142.419,- dan 1 dirham setara dengan Rp. 31.868,-

He…he… terangsang?

SMS Rp 46,1 Triliun

18 Agustus 2008 pukul 05:49 | Ditulis dalam budaya, ekonomi, politik | 1 Komentar

Bukan perempuan dalam lagu SMS yang dibawakan Ria Amelia saja yang terhenyak menemukan kisah selingkuh pasangannya di balik susunan kata SMS, anggota DPR pun terperanjat oleh teknologi itu. Pasalnya, seorang pejabat meminta mengatrol defisit APBN lewat layanan pesan singkat. Padahal, ini menyangkut dana yang angkanya sampai 14 digit!

Lazimnya, bila ingin menambah anggaran di APBN, pemerintah membawa usulan itu secara resmi ke DPR. Selanjutnya, dibahas di komisi teknis. Kemudian, dibahas di Panitia Anggaran (Pangar). Di sana, usulan penambahan anggaran itu diperdebatkan lagi. Tapi, SMS yang dikirimkan orang penting itu menerabas semua prosedur dan tata cara itu.
Continue Reading SMS Rp 46,1 Triliun…

Negeri Paradoks

6 Agustus 2008 pukul 08:25 | Ditulis dalam budaya, ekonomi, politik | 5 Komentar

Indonesia adalah sebuah negara yang penuh paradoks. Negara ini subur dan kekayaan alamnya melimpah, namun sebagian cukup besar rakyat tergolong miskin. Pada puncak krisis ekonomi tahun 1998-1999 penduduk miskin Indonesia mencapai sekitar 24% dari jumlah penduduk atau hampir 40 juta orang. Tahun 2002 angka tersebut sudah turun menjadi 18%, dan diharapkan menjadi 14% pada tahun 2004. Tetapi apakah grafik jumlah penduduk miskin yang menurun itu memang benar?

Di atas podium SBY memang dengan penuh percaya diri dengan gaya khasnya mengatakan itu. Tetapi fakta yang kulihat, di kantor BPS terjadi keputus-asaan pegawai karena form isian keluarga miskin selalu kurang dan berkurang setiap bulannya. Ini menunjukkan populasi orang miskin malah bertambah, bukan menurun. Itu memang data praduga, tetapi bagaimana kondisi masyaraat di lapangan itu lebih mewakili komposisi sebenarnya dari kadar kemiskinan di masyarakat. Paling tidak buatku sendiri.

Continue Reading Negeri Paradoks…

Nikah atau Lajang, Sebuah Persimpangan

5 Agustus 2008 pukul 20:01 | Ditulis dalam budaya, curhat, ekonomi, jalan-jalan | 5 Komentar

Ehm….

Ada sementara dugaan yang menyatakan bahwa, keluarga atau lembaga perkawinan dipersepsikan sebagai penguras energi ekstra. Artinya, kalau sesorang masuk ke dalam dunia keluarga, maka kemerdekaan untuk menjadi dirinya sendiri sebagian sudah terampas. Dia harus menerima keadaan, ada orang lain, pemikiran lain, gaya lain, yang bukan hanya memerlukan perhatian tetapi juga menjadi beban tersendiri bagi sisa hidupnya.

Apalagi, pada sikap hidup yang makin hari makin pragmatis, praktis, dan efisien ini. Padahal kehidupan rumah tangga tidak mungkin dijalankan dan diwujudkan ketentramannya dengan sikap hidup yang demikian. Nah, barangkali kontra indikasi (mirip obat) seperti inilah yang menjadi sebab alasan mengapa orang lebih memilih untuk menunda perkawinan, atau bahkan tidak menikah sama sekali.

Continue Reading Nikah atau Lajang, Sebuah Persimpangan…

Laman Berikutnya »


Entries dan komentar feeds.