Bin Ladin Borong Saham Bakrie & Brothers

6 Oktober 2008 pukul 15:02 | Ditulis dalam ekonomi, politik | 4 Komentar

Bin Ladin Group memborong sebanyak 12% saham PT Bakrie & Brothers Tbk pada harga Rp330 per saham atau diperkirakan mencapai Rp3,71 triliun

Hidayatullah.comBin Ladin Group memborong sebanyak 12% saham PT Bakrie & Brothers Tbk pada harga Rp330 per saham atau diperkirakan mencapai Rp3,71 triliun, sehingga menambah kepemilikannya di perusahaan investasi itu menjadi 15%.

Seorang eksekutif yang mengetahui transaksi ini mengatakan transaksi jual beli saham tersebut ditutup sebelum libur Idulfitri yang berlangsung selama sepekan pada 30 September-5 Oktober. “Kalau dihitung-hitung, setelah dikurangi biaya transaksi, pembelian saham terjadi pada harga Rp330 per saham,” tuturnya kepada Bisnis, kemarin.

Nilai transaksi itu lebih tinggi atau premium 34,69% dibandingkan dengan harga saham Bakrie & Brothers per penutupan 29 September yang sebesar Rp245 per saham. Harga saham berkode perdagangan BNBR ini tidak beranjak dari posisi penutupan hari sebelumnya. Mengacu pada harga penutupan tersebut, nilai pasar Bakrie & Brothers mencapai Rp22,96 triliun. Harga saham BNBR pada sepanjang tahun ini telah merosot 57,04% dibandingkan dengan level tertinggi yang berhasil dicapainya Rp717 pada 5 Februari.

Eksekutif yang tidak bersedia diungkap jati dirinya itu menambahkan Bin Ladin telah mempunyai 2%-3% saham di Bakrie & Brothers, yang pembeliannya dilakukan pada saat perusahaan milik keluarga Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie itu menggelar penawaran umum terbatas (rights issue) beberapa bulan yang lalu. Dengan pembelian kembali saham tersebut, dia memperkirakan kepemilikan Bin Ladin di Bakrie & Brothers meningkat menjadi sekitar 15%.

Menurut dia, Bin Ladin tertarik untuk memiliki saham di Bakrie & Brothers karena bisnisnya sejalan dengan bisnis utama perusahaan asal Timur Tengah itu, yakni di bidang infrastruktur khususnya konstruksi. Bakrie & Brothers adalah perusahaan investasi yang mempunyai sejumlah anak usaha bergerak di berbagai bidang seperti energi, utilitas, infrastruktur, dan perkebunan. Anak usaha Bakrie & Brothers a.l. PT Bumi Resources Tbk, PT Bakrie Telecom Tbk, PT Bakrie Sumatra Plantations Tbk, dan PT Bakrie Indo Infrastructure.

Direktur Keuangan Bakrie & Brothers Yuanita Rohali menuturkan pemegang saham perseroan memang terdiri dari berbagai kebangsaan, termasuk dari Timur Tengah. Namun, dia tidak mengetahui secara persis transaksi tersebut.

“Saya belum cek. Ini merupakan share holder action. Ada banyak pemegang saham di Bakrie & Brothers, masalah siapa yang masuk saya tidak dapat berkomentar. [Soal kepemilikan Bin Ladin] itu saya dengar, tetapi tidak ada notifikasi ke perusahaan,” jelasnya.

Bin Ladin merupakan perusahaan konstruksi yang didirikan oleh Mohamed Bin Ladin, bapak Osama Bin Ladin.

Incar lahan

Bin Ladin Group sedang mengincar lahan seluas 500.000 hektare untuk mengembangkan pertanian padi dengan investasi sekitar US$4,37 miliar di Merauke, Papua. Analis PT Paramitra Alfa Sekuritas Gina N Nasution mengatakan pembelian saham PT Bakrie & Brothers Tbk tersebut akan menjadi sentimen positif bagi saham berkode BNBR tersebut di pasar.

“Di tengah tren pergerakan bursa yang mixed, pembelian saham Bakrie oleh investor Timur Tengah akan menjadi sentimen positif, meski pengaruhnya terhadap indeks tidak terlalu besar,” tuturnya kepada Bisnis, kemarin. Secara fundamental, lanjutnya, pembelian saham tersebut tidak banyak memengaruhi kinerja perseroan, karena hanya merupakan aksi jual beli kepemilikan saham biasa untuk menggali dana.

Namun, dia memperkIraqan saham anak perusahaan Bakrie sedikit terimbas sentimen positif tersebut, terutama saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang tertekan karena penurunan harga minyak mentah dunia.

Anak usaha Bakrie lainnya adalah PT Energi Mega Persada Tbk, PT Bakrie Telecom Tbk, PT Bakrieland Development Tbk, dan PT Bakrie Sumatera Plantation Tbk.

Dalam risetnya, analis PT CIMB-GK Securities Indonesia Rania Rahmundita menetapkan target harga saham BNBR pada harga Rp570. Dia mengambil posisi netral terhadap saham itu menyusul eksposur utang senilai US$1 miliar yang ditanggung perusahaan milik keluarga Bakrie ini.

Iklan

4 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. wah, info bagus tuh. emang sudah pernah dapat infonya di sctv. dan mengenai bisnis keluarga bin laden ini, saya menaruh harapan agar dengan masuknya mereka untuk investasi di indonesia, membuka cakrawala berfikir sebagian orang yang sempit tentang keluarga mereka, salut…

  2. sugih juga ya keluarga bin ladin…??? Mantaaffff.. :mrgreen:

  3. Wowww…. saham Bakrie anjlok kan Pak….

  4. bnbr harganya sudah meluncur ke gocap , mendingan beli saham SMCB


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: