BEBERAPA PENYAKIT BERBAHAYA

30 April 2008 pukul 22:35 | Ditulis dalam surat sahabat | Tinggalkan komentar

1. DEMAM BERDARAH

1.1. Demam dengan manifestasi perdarahan. Bentuknya bisa berupa mimisan atau bintik-bintik perdarahan pada permukaan kulit.

1.2. Siklus hidup 7 hari. Jika segera ditangani virusnya akan mati sendiri. Jika tidak segera ditangani berakibat shock dan menyebabkan kematian.

2. PENYAKIT KAWASAKI

2.1. Menyerang pada pembuluh darah dan menyebabkan kelainan pada jantung

2.2. Kebanyakan penderita berusia pada usia 1-2 th

2.3. Gejala mirip campak

2.3.1. demam tinggi hingga 41derajad minimum 5 hari

2.3.2. ruam merah berbagai bentuk di seluruh tubuh, lidah

2.3.3. bibir merah seperti strawberry

2.3.4. bengkak pada tangan dan kaki

2.3.5. mata merah tanpa disertai belek dan pembesaran kelenjar getah bening di salah satu sisi leher

2.4. Bedanya dengan campak:

2.4.1. Campak: panas pada campak akan hilang setelah ruam muncul

2.4.2. Penyakit kawasaki: bisa bertahan sampai 1-4 minggu

2.4.3. Campak: mata yang merah disertai belek dan batuk pileknya lebih parah

3. FLU BURUNG

Gejala:

3.1. Seperti flu biasa yaitu demam tinggi lebih dari 38 derajad celcius disertai pilek. Seperti pada unggas, pada manusia virus ini juga akan beredar ke seluruh pembuluh darah.

3.2. Jika demam tidak diturunkan akan berakibat fatal dan bisa menyebabkan pecahnya pembuluh darah.

3.3. Bisa dibayangkan jika pembuluh darah terjadi di otak, tanda-tandanya: demam dan pilek, batuk, gejala sesak napas.

(ditulis oleh Lestari)

Iklan

MALASOLOGI

30 April 2008 pukul 08:49 | Ditulis dalam surat sahabat | 1 Komentar

Malas, malas dan malas adalah kata yang mudah dan sering diucapkan tetapi sulit untuk dihilangkan dari insan ciptaan Alloh. Malasologi adalah penyakit yang menggerogoti semangat seseorang dalam kehidupannya. Perilaku orang-orang yang terkena penyakit malasologi adalah berkecenderungan untuk membuat aneka alasan yang seakan-akan rasional, padahal sebenarnya tidak rasional hanya seakan -akan rasional saja.

Saya mempunyai teman yang saat ini sudah 4 tahun lebih dulu mengajar di salah satu perguruan tinggi negeri dan terkenal di Ausie ketika saya tanya “sudah selesaikan S3nya belum? dia menjawab dengan analisa SWOTnya yang banget lancar dg data2 yang teliti yang intinya tidak mungkin bisa cepat menyelesaikan S3nya. Padahal kalau mau jujur secara hati nurani bukan tidak mungkin menyelesaikan S3nya.

Dari pernyataan itu saya menyimpulkan bahwa ia hanya terjebak oleh adanya virus malasologi yang ia buatnya sendiri. Sering pula saya tanya kepada teman-teman yang dari lahir hingga usianya yang dewasa tidak pernah pergi kemana-mana, kecuali hanya didaerahnya sendiri, desanya sendiri, kecamatannya sendiri, kabupatennya sendiri, propinsi, bahkan hanya dalam negaranya sendiri yang memang sebagian besar dari kita tidak pergi kemana-mana, bukan tidak ada uang dan kesempatan. Namun dari kenyataan diatas bisa kita simpulkan karena penyakit malasologi telah menggerogoti dirinya untuk pergi diluar daerah sendiri kita lahir. Ada juga sahabat yang sudah lama saya kenal dan setiap komunikasi selalu dan selalu mengeluh tidak punya uang. Bahkan usianya yang sudah tua tetap saja belum berpenghasilan. Ketika saya tanya”mengapa tidak bekerja?, jawabannya sangat jelas dan detail banget yaitu sulit mencari kerja”.

Padahal kalau kita mau menengok kebelakang setiap detik kehidupan, selalu saja banyak pekerjaan. Memang tidak semua pekerjaan tidak menghasilkan uang secara langsung namun kalau kita mau kembali berpikir jernih membersihkan rumah bahkan mencabut rerumputan yang bisa menjadikan tempat tinggal kita bersih,rapi dan indah,dan sehat itu jg merupakan pekerjaan. Salah satu hasilnya adalah “keringat” yang yang manfaatnya luar biasa bisa menyehatkan badan kita dan inilah termasuk nikmat dari alloh yang luarbiasa, karena dengan mempunyai badan yang sehat mahal harganya. Dari sedikit contoh itu saya simpulkan bahwa”teman ini, selalu tidak punya penghasilan dan uang, disebabkan karena terjangkit penyakit flu malasologi”.

Lagi ada teman saya yang sudah berkeluarga tetapi setiap menghubungi saya selalu mengeluhkan kehidupan rumah tangganya karena penghasilan sangat kurang sehingga khawatir dan takut tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup, bahkan pendidikan anak-anaknya. Setelah saya perhatikan secara pelan-pelan ternyata bukan materi mereka yang kurang sehingga beberapa ketakutan, kekhawatiran menyelinap didalam jiwanya. Namun dirinya hanya saja terkena virus malasologi, karena kalau kita lihat ke tempat tinggalnya, mereka mempunyai lahan yang luas disamping dan ditempat lain yang mana tempat itu bisa sebagai lahan untuk menghasilkan uang dan bisa untuk bercocok tanam sehingga mereka tidak lagi pusing memikirkan keluhannya karena semua yang dirasakan bisa terjawab oleh lahan yang mereka miliki.

Apa yang kita pikir lagi wahai saudaraku setelah kita bisa memikirkan lebih dalam beberapa nikmat Alloh yang telah diberikan kepada semua makhluk ciptaanNYA. Akankah kita akan selalu mengikuti pemikiran yang kurang profit sedangkan jalan dan rohmatNYA berada didepan kita. Berapa lama nikmat umur yang diberikan kpd kita, smua tidak ada yang bisa menjawab bukan? untuk itu kita difitrohkan untuk selalu mensyukuri nikmat walaupun kecil dipandang mata ttp kalau kita kembali keawal “syukur” jangan lagi “syokor” dengan keadaan.

(ditulis oleh Lestari)

1% Perbedaan Manusia-Monyet adalah Mitos!

30 April 2008 pukul 08:17 | Ditulis dalam politik | Tinggalkan komentar

Hasil penelitian terbaru semakin menunjukkan bahwa manusia tidak mirip dengan monyet sebagaimana cenderung diyakini banyak orang. Artinya, hanya mitos

Hidayatullah. com–Hasil penelitian ilmiah terbaru semakin “memperbanyak” mitos-mitos seputar teori evolusi. Salah satunya dimuat baru-baru ini di majalah ilmiah pro-evolusi kelas dunia Science, terbitan lembaga ilmiah bergengsi di dunia, American Association for the Advancement of Science, AAAS.

Science, 29 Juni 2007, jilid 316, halaman 1.836 menampilkan judul mencolok: “Relative Differences: The Myth of 1%“ (Perbedaan-perbedaan Relatif: Mitos 1%). “Dilihat dari genomnya, manusia dan simpanse sangatlah mirip, tapi penelitian-penelitian menunjukkan bahwa mereka tidaklah semirip seperti yang cenderung diyakini banyak orang“, rangkum sang penulis artikel tersebut, Jon Cohen.

Akibat kurangnya pengetahuan

Di bagian News Focus, kolom biologi evolusi, laporan satu halaman itu memaparkan ulasan para pakar yang terlibat dalam penelitian tersebut. Di dalamnya dipaparkan pula kronologis mitos 1% itu, sebagaimana diulas di bawah ini.

Lebih dari 30 tahun silam, pakar biologi evolusi Allan Wilson dari Universitas California dan mahasiswanya Mary-Claire King membuat pernyataan meyakinkan yang mendukung adanya perbedaan genetis 1% simpanse-manusia. Temuan ini dimuat Science tahun 1975.

Namun perbedaan 1% ini ternyata lebih dikarenakan kurangnya pengetahuan di bidang genetika masa itu. Meskipun begitu, 99% persamaan genetis manusia-simpanse diyakini kuat para evolusionis kala itu. Namun, seperti kata Pascal Gagneux, pakar zoologi Universitas California San Diego, keyakinan keliru itu malah menjadi penghalang untuk memahami perbedaan yang sesungguhnya lebih besar antara simpanse dan manusia.

Beberapa puluh tahun kemudian, perangkat penelitian pun semakin canggih serta data genetik semakin berlimpah pula. Kini para peneliti memahami bahwa potongan-potongan DNA ‘hilang‘, gen-gen ‘tambahan‘, sambungan-sambungan ‘terubah‘ pada jaringan gen, dan rancang-bangun rumit kromosom semakin mempersulit penentuan kadar “ke-manusia-an“ dan “ke-monyet-an“.

Apa dampak fakta-fakta ilmiah baru tersebut? Pascal Gagneux menjawab: “Tidak ada satu-satunya cara untuk menampilkan jarak genetis antara dua makhluk hidup rumit“.

Dari 1% menjadi 17.4%

Keyakinan perbedaan 1% simpanse-manusia pun tumbang beberapa dasawarsa kemudian. Majalah Science, 2 September 2005, halaman 1.468, melaporkan temuan tim Chimpanzee Sequencing and Analysis Consortium: DNA yang telah tersisipkan atau terhapuskan di dalam genome saja ternyata sudah beda 3%.

Setahun kemudian, tim yang dipimpin Matthew Hahn, yang melakukan genomika komputasi di Universitas Indiana, Bloomington, melaporkan temuannya di jurnal PLoS ONE edisi Desember 2006. Jumlah salinan gen manusia dan simpanse memiliki ketidaksamaan 6,4%.

Penelitian lain pun dilakukan dengan menghitung dan menganalisa perbedaan genetis otak manusia dan simpanse. Daniel Geschwind, pakar syaraf di UC Los Angeles (UCLA) dan timnya membandingkan mana dari 4000 gen yang terekspresikan secara bersamaan pada daerah-daerah tertentu di otak.

Dengan data ini, mereka membuat peta jaringan gen masing-masing spesies. Hasilnya, pada jaringan ini, sambungan tertentu pada otak manusia ternyata tidak dijumpai pada simpanse. Di bagian korteks, misalnya, 17,4% sambungan ditemukan hanya pada manusia, tulis Daniel Geschwind dalam Proceedings of the National Academy of Sciences, 21 November 2006.

Ditentukan faktor politik, sosial dan budaya

Bagian akhir artikel itu memuat tiga kalimat yang sangat mengejutkan sebagaimana dikutip di bawah ini:

“Dapatkah para peneliti mengumpulkan keseluruhan dari apa yang telah diketahui dan mendapatkan perbedaan prosentase pasti antara manusia dan simpanse? “Saya tidak berpendapat ada cara menghitung angka,“ kata pakar genetika Svante Pääbo, anggota konsorsium simpanse yang bermarkas di Institut Max Planck untuk Antropologi Evolusi, di Leipzig, Jerman. “Pada akhirnya, adalah hal bersifat politis, sosial dan budaya tentang bagaimana kita melihat perbedaan-perbedaan kita.”

Demikianlah sebagian gambaran terkini tentang teori evolusi, yang lebih menampakkan kebingungan yang semakin parah dengan semakin majunya ilmu pengetahuan. Sisi politik, sosial dan budayalah, dan bukan data ilmiah, yang paling berperan memunculkan gambaran persamaan atau perbedaan antara manusia dan monyet.

Ilmuwan AS Menggugat Teori Evolusi Darwin

30 April 2008 pukul 08:12 | Ditulis dalam politik | Tinggalkan komentar

Penemuan ilmiah terkini semakin memudarkan harapan teori Darwin. Para ilmuwan Amerika Serikat (AS), mulai ramai-ramai menggugatnya. Teori evolusi menjelang ajalnya?

Hidayatullah.com – Teori evolusi dan para evolusionis semakin tersudut dengan penemuan ilmiah terbaru. Selain para ilmuwan penentangnya yang bertambah lantang, pernyataan Charles Darwin pun semakin tidak terbukti.

Dr. Michael Egnor, profesor bedah saraf dan kedokteran anak di State University of New York, Stony Brook, AS, adalah termasuk yang mempertanyakan keabsahan ilmiah teori evolusi Darwin. Pada 27 Februari 2008 prof Egnor mengisahkan bagaimana ia menjadi ragu akan kemampuan teori evolusi Darwin dalam menjelaskan kemunculan informasi baru berupa DNA pada makhluk hidup.

Dalam wawancara itu, pakar bedah otak yang tercantum dalam New York Magazine sebagai salah satu dokter terbaik New York ini menjelaskan kemustahilan penjelasan evolusionis seputar asal mula kehidupan. Menurutnya, tidaklah mungkin peristiwa seleksi alam dan mutasi acak tak sengaja, tak terarah, yang tidak memiliki kecerdasan mampu menciptakan kerumitan molekul pembawa informasi di dalam sel makhluk hidup, sebagaimana diyakini para Darwinis.

Wawancara dengan ahli bedah penerima sejumlah penghargaan ini diliput situs www.idthefuture.com dengan judul “How Does a Brain Surgeon Become a Darwin Skeptic?” (Bagaimana Seorang Ahli Bedah Otak Menjadi Ragu terhadap Teori Darwin?). Situs ini adalah kumpulan wawancara para ilmuwan dan intelektual Barat yang mempertanyakan keabsahan Teori Evolusi.

Semakin dipertanyakan

Selama beberapa dasawarsa terakhir, bukti-bukti ilmiah terbaru dari berbagai bidang seperti kosmologi, fisika, biologi, kecerdasan buatan dan sebagainya telah mendorong para ilmuwan di negara-negara maju mempertanyakan kembali dogma dasar Darwinisme, seleksi alam. Mereka juga mulai mengkaji ulang dengan lebih rinci bukti-bukti yang mendukungnya.

Akan tetapi acara-acara TV, berbagai pernyataan seputar kebijakan pendidikan dan buku-buku pelajaran ilmu pengetahuan alam menyatakan bahwa teori evolusi Darwin menjelaskan secara sempurna kerumitan pada makhluk hidup. Masyarakat diyakinkan bahwa seluruh bukti-bukti yang ada mendukung teori evolusi Darwin dan boleh dikata setiap ilmuwan di dunia meyakini kebenaran teori itu.

Namun, sebagian ilmuwan dengan berani menyangkal pernyataan tersebut dan bersedia dimunculkan namanya sebagai bukti ketidakbenaran pernyataan bahwa setiap ilmuwan menerima dogma evolusionis itu. Situs www.dissentfromdarwin.org dan www.doctorsdoubtingdarwin.com menampilkan daftar ilmuwan dan dokter dari seluruh dunia yang tidak menerima begitu saja keabsahan ilmiah Teori tersebut.

Semakin pudar

Sementara itu, penemuan ilmiah terkini semakin memudarkan harapan Darwin. Setidaknya inilah yang diberitakan situs ilmiah www.sciencedaily.com 4 Januari 2008 lalu.

Darwin menyatakan bahwa keanekaragaman makhluk hidup berawal dari satu nenek moyang yang sama, yang kemudian berevolusi. Dengan kata lain, satu nenek moyang ini kemudian mengalami perubahan sedikit demi sedikit dalam kurun yang sangat lama untuk kemudian membentuk beraneka ragam kehidupan yang ada sekarang, baik dalam hal jumlah spesies maupun tingkat kerumitannya.

Secara sederhana sejarah evolusi makhluk hidup dapat diibaratkan sebagai sebuah piramida atau kerucut terbalik. Berawal dari satu titik puncak kerucut di bagian paling bawah, lalu semakin ke atas semakin melebar seiring dengan berlalunya waktu.

Demikianlah evolusi makhluk hidup, dari satu nenek moyang bersama (puncak kerucut) kemudian semakin lama semakin membesarlah jumlah kelompok dan tingkat kerumitan makhluk hidup itu.

Jika ini benar, maka harus ada bukti yang menunjukkan bahwa fosil-fosil berusia lebih tua memiliki tingkat keanekaragaman yang lebih sedikit dibandingkan fosil-fosil berusia lebih muda. Tidak hanya itu, fosil-fosil berumur lebih purba haruslah lebih sederhana dibandingkan fosil-fosil makhluk hidup yang muncul pada zaman setelahnya, yang semakin rumit dalam hal struktur dan bentuk.

Ternyata bukti fosil berbicara sebaliknya, menentang keyakinan evolusionis. Dengan judul “Two Explosive Evolutionary Events Shaped Early History Of Multicellular Life” (Dua Peristiwa Ledakan Evolusi Membentuk Sejarah Awal Kehidupan Multisel) tulisan di situs berita Sciencedaily itu mengulas temuan yang bertentangan dengan anggapan Charles Darwin.

“Pola ledakan evolusi mengkhawatirkan Charles Darwin, karena ia berharap bahwa evolusi terjadi dengan tahapan lambat dan tetap,” kata Shuhai Xiao, pakar geobiologi di Virginia Tech. Ia menambahkan, “Gagasan Darwin dapat digambarkan sebagai sebuah kerucut terbalik dengan keragaman morfologi yang semakin membentang, akan tetapi rekaman fosil Ledakan Kambrium dan setelahnya lebih tepat digambarkan sebagai sebuah tabung dengan pancaran morfologis di bagian dasar dan penyempitan morfologis setelahnya.”

Dengan kata lain, keanekaragaman sudah ada sejak awal kemunculan makhluk hidup, dan muncul secara tiba-tiba. Seiring perjalanan waktu, keanekaragaman itu justru semakin berkurang dengan adanya kepunahan, dan tidak bertambah melalui evolusi. Singkat kata, laporan yang juga diterbitkan media ilmiah EurekAlert! 3 Januari 2008 itu menyingkapkan bahwa sejarah kehidupan ternyata berbentuk kerucut tegak dan bukan kerucut terbalik sebagaimana perkiraan Charles Darwin.

Ledakan Avalon

Di antara ledakan fosil yang tidak sejalan dengan Teori Evolusi ini adalah kemunculan sebagian besar kelompok utama makhluk hidup kompleks yang terdapat pada rekaman fosil selama masa Kambrium, yang dikenal sebagai Ledakan Kambrium. Peristiwa ini adalah kemunculan tiba-tiba makhluk hidup, tanpa sejarah evolusi rekaan Darwin, yang terjadi sekitar 542 juta tahun lalu.

Setelah evolusionis dibuat bingung dengan Ledakan Kambrium, kini muncul ledakan lagi yang tidak sesuai dengan pernyataan teori Darwin: Ledakan Avalon. Temuan ini, yang diterbitkan jurnal ilmiah terkemuka Science, 4 Januari 2008 oleh Shen, Dong, Xiao, and Kowalewski asal Department of Geosciences, Virginia Polytechnic Institute and State University, Blacksburg, USA, mengenali adanya kemunculan tiba-tiba beragam makhluk hidup sekitar 33 juta tahun lebih muda dari Ledakan Kambrium. Tidak hanya itu, beragam kehidupan ini sama sekali berbeda dengan yang ada pada Ledakan Kambrium, dengan kata lain, tidak ada kaitan evolusi antara keduanya.

Guru Inggris Takut Mengajar Evolusi, Gara-Gara Didebat Muridnya

30 April 2008 pukul 08:10 | Ditulis dalam politik | 4 Komentar

BBC melaporkan adanya ketakutan sebagian guru untuk berdebat masalah evolusi, sehingga menghindari bahasan itu sama sekali di kelas

Hidayatullah.com–Menurut direktur London’s Institute of Education, Profesor Michael Reiss, meningkatnya jumlah murid Muslim di sekolah-sekolah Inggris adalah di antara pemicu bangkitnya paham penciptaan. Ia menambahkan, jumlah pelajar Muslim meningkat pesat dalam 10 – 20 tahun terakhir, dan banyak dari keluarga Muslim tidak meyakini teori evolusi dibandingkan dengan keluarga Kristen.

Semakin banyak guru yang ia jumpai di pertemuan-pertemuan ilmiah mengadukan hal ini. Para guru itu mendapati semakin banyak murid menganut penciptaan, kisah sang Profesor. Sudah bukan zamannya lagi para guru ilmu pengetahuan alam dapat mengabaikan begitu saja paham penciptaan ketika mengajarkan tentang asal usul, ungkap Profesor Reiss sebagaimana dikutip koran terkemuka Inggris, The Independent, 6 Oktober 2007. Guru-guru itu hendaknya menanggapi bahasan itu dengan cara yang tidak memusuhi, tegas sang Profesor.

Buah Bibir di Media Massa

Harian tersohor lain di Inggris, The Daily Telegraph dan The Guardian, tak ketinggalan mengangkat bahasan yang sepertinya akan memanas di masa mendatang ini. Tampil dengan judul Creationism can be a topic in class (Paham penciptaan dapat menjadi pokok bahasan di kelas), koran The Daily Telegraph, 2 Oktober 2007, memaparkan kebijakan pemerintah Inggris seputar paham penciptaan di sekolah.

Arahan resmi ini membolehkan perbincangan seputar paham penciptaan yang menjadi tandingan evolusi, teori yang mengingkari penciptaan dan Pencipta. Namun, menurut kebijakan ini, pembahasan tentang penciptaan harus di luar pelajaran ilmu pengetahuan alam.

Para akademisi di Valdosta State University, Amerika Serikat dan The Institute of Education di London, Inggris, berpendapat bahwa teori evolusi sepatutnya diajarkan sebagai bagian penting pelajaran ilmu pengetahuan alam, dengan memberi ruang bagi perbincangan paham penciptaan. Demikian tulis Anthea Lipsett di koran kondang The Guardian, 5 Oktober 2007, dengan judul Experts call for creationism in the classroom (Para pakar menyeru [diajarkannya] paham penciptaan di ruang kelas).

Perancangan Cerdas Tidak Puas

Meskipun begitu, kalangan pendukung Perancangan Cerdas (Intelligent Design) belum puas dengan keputusan ini. Mereka berdalih, Perancangan Cerdas didukung bukti-bukti ilmiah mutakhir, sehingga seharusnya menjadi bagian pelajaran ilmu pengetahuan alam, dan mendapatkan perlakuan sama seperti teori evolusi. Perancangan Cerdas menganggap alam semesta dirancang sempurna dan dihasilkan melalui perancangan cerdas, bertolak belakang dengan teori evolusi yang meyakini alam semesta ada dengan sendirinya secara kebetulan acak, tanpa penciptaan dan menolak adanya Pencipta.

Truth in Science merupakan salah satu lembaga di Inggris yang paling giat mendorong diajarkannya pandangan lain yang kritis terhadap teori evolusi di sekolah. Di lembaga ini, terdapat nama-nama seperti Andy McIntosh, profesor Termodinamika dan Teori Pembakaran di University of Leeds dan penulis lebih dari 100 karya ilmiah penelitian. Penelitiannya mencakup pula biomimetika, yang mempelajari mekanisme alamiah untuk penerapannya di bidang rekayasa.

Ada juga Stuart Burgess, profesor Desain dan Alam, ketua jurusan Teknik Mesin di Bristol University. Ia meneliti penelaahan mekanisme terbang serangga dan efisiensi rancang bangun pada pohon.

Paket Gratis

Truth in Science melakukan kerja nyata dengan membagi-bagikan paket gratis berisi bahan pengajaran kritis teori evolusi. Pada bulan September 2006, paket gratis ini dikirimkan kepada setiap kepala sekolah menengah di Inggris.

Paket ini berisi DVD berjudul Where does the Evidence Lead? (Ke manakah Bukti Mengarah?) dan buku panduan untuk guru (bentuk pdf-nya dapat diunduh di TiS_Pack_Teachers_Manual.pdf

DVD ini terdiri atas enam bab, masing-masing berupa film dokumenter berdurasi 6 menit, cocok untuk pengajaran di sekolah. Paket ini berisi pula DVD film dokumenter panjang berjudul Unlocking the Mystery of Life (Menyingkap Rahasia Kehidupan).

Aljazeera Temukan 70 Terowongan Israel di Bawah Lokasi Masjid Al-Aqsha

30 April 2008 pukul 07:19 | Ditulis dalam politik | 2 Komentar

Eramuslim Selasa, 8 Mei 07 13:03 WIB

Informasi menghebohkan kembali terdengar dari tindakan jahat Zionis Israel terhadap Masjid Al-Aqsha. Sejumlah foto baru menunjukkan penjajah Zionis Israel terus melakukan penggalian terowongan di Yerussalem lama dan sekitarnya. Inilah bukti bahwa Zionis telah berulangkali melakukan penghinaan kepada Masjid Al-Aqsha, masjid yang menjadi kiblat pertama kaum Muslimin.

Foto-foto terbaru mengenai galian itu diperoleh oleh kantor berita satelit Aljazeera yang berbasis di Qatar. Dalam foto-foto itu terlihat adanya sejumlah lubang baru yang dibuat oleh Israel di kota Jerussalem atau Al-Quds. Galian yang paling besar adalah sebuah lorong yang tampaknya barusaha digali memanjang antara lokasi Maghariba-lokasi yang saat ini secara terang-terangan akan dihancurkan Israel-hingga lokasi Aen Salwan. Terowongan ini menghubungkan antara kota Salwan Palestina dengan tembok Al-Buraq yang dinamakan oleh orang Yahudi sebagai Tembok Menangis.

Dalam foto itu juga tampak, bahwa sejumlah terowongan itu memang dibuat panjang di bawah tanah di antara batu-batu besar dan keras, di wilayah yang sebenarnya berada di bawah sistem keamanan ekstra ketat milik Israel sendiri, agar tidak didekati oleh siapapun, terutama orang Palestina. Foto-foto itu juga menampakkan bagaimana terowongan bawah tanah itu memanjang dari kota Aen Salwan untuk bertemu kembali dengan terowongan lain yang dibuat oleh Israel di wilayah yang saat ini sedang mereka upayakan untuk dikuasai, dengan klaim bahwa lokasi itu merupakan kota Daud yang sakral bagi orang Yahudi. Menurut beberapa sumber, lembaga Israel menyebut telah berhasil menggali 70 terowongan bawah tanah di wilayah yang sama dalam beberapa pekan terakhir. (na-str/aljzra)

Galeri foto Aljazeera bisa dilihat di url: http://www.Aljazeera.net/NR/exeres/FA611AE9-8F4E-4B9F-8351-58D7DA235992. Htm

MUI Sumsel Cekal Delapan Artis Seronok

30 April 2008 pukul 07:17 | Ditulis dalam budaya | 1 Komentar

29 April 2008

Setelah pemerintah kota Tangerang , Bandung dan Depok mencekal penyanyi seronok Dewi Persik, kini MUI Sumsel mencekal 8 artis. Pemimpin daerah lain perlu meniru

Hidayatullah.com–Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Selatan (Sumsel) mencekal delapan artis asal Jakarta yang menjadi ikon artis bergoyang. Pencekalan terkait larangan menampilkan artis tersebut di ajang Pilkada 2008 dengan maksud untuk mengumpulkan massa yang lebih banyak.

Larangan dan imbauan tersebut tertuang dalam Surat MUI NO B-30/MUI-SS-IV/2008 tertanggal 28 April 2008 yang ditandatangani Ketua MUI Sumsel KH Sodikun dan Ketua Komisi Fatwa KH Moch Lutfi Izzuddin.

Di dalam imbauan tersebut tidak disebutkan secara rinci artis atau penyanyi yang dicekal. Sementara berdasarkan Fatwa MUI Pusat No U-287/2001 tentang pornografi dan pornoaksi dan fatwa MUI Sumsel No U-03/MUI-SS-IV/2008, maka larangan ini berlaku tetap tidak sebatas pada Pilkada saja.

Namun, dari penjelasan MUI Sumsel sebelumnya, nama-nama artis yang masuk kategori meresahkan masyarakat dan dapat berpotensi merusak moral generasi muda itu adalah Dewi Persik, Annisa Bahar, Inul Daratista, Julia Perez, Uut Permatasari, Trio Macan, Ira Swara, dan Nita Thalia.

Sebelumnya, pemerintah Kota Tangerang, Bandung dan Depok juga melakukan pencekalan terhadap penyanyi seronok Dewi Persik.

Selama ini, penyanyi dangdut lebih mengutamakan ‘menjual aurat’ dan pamer tubuh dibanding menjual suaranya. Karena itu, langkah pemerintah kota Tangerang, Bandung, Depok dan MUI Sumsel layak ditiru untuk pemerintah daerah yang lain.

Menikah Tanpa Pacaran, Mungkinkah…….

29 April 2008 pukul 09:34 | Ditulis dalam romantika | 22 Komentar

Menikah tanpa pacaran, mungkinkah…….

Begitu yang sejak dahulu hingga kini sering menghiasi benak remaja-remaja indonesia raya ini….

Woalah ndhuk…..witing tresno kuwi jalaran soko kulino…..

Begitu ibu menasihati putrinya yang mau dinikahkan dengan pilihan orang tuanya…..

He…he….he…..

Mau ngomong apa lagi, wong memang begitu keadaanya. Kebanyakan kita memang punya pandangan begitu, macem omongan orang soal usaha mereka, kalau nggak ke bank mana bisa memulai usaha….. atau kalau nggak kredit mana mungkin saya punya rumah atau motor…..

Kalau aku sih…. menikah tanpa pacaran itu yesss…. dan witing treso jalaran soko kulino juga….yesss dach…..

Menurutku juga sih…

Pacaran itu cuma media obral bo’ong aja baik si bujang laki maupun si bujang gadis. Lha wong kalau mau nge-date mesti dandan bak indonesian idol gitu… padahal kalo lagi dirumah jadilah miriiiip ha…ha…ha….siapa gitu…

Yang gadis juga sama, kalau sedang nunggu arjunanya datang, wuih…dikamarnya aja lama, dandan mirip cinderella gitu. Padahal ama adiknya judes nggak ketulungan. Ke orang tuanya juga nggak sopan-sopan amat. Ama kakak juga manjanya setengah mati. Eh…di depan pacar jadi yang best of the best gitu….

Orang pacaran tu bawaannya suka ngelantur, masa…bulan bisa ngomong, bintang mau dipetik (emang jambu), wajah seperti bulan purnama (padahal gelap-gelapan gitu), laut kan diseberangi (padahal tinggalnya dilereng gunung), de el el…..

Atau kalo bukan obral bo’ong, ya mirip kampanye gitu, janji kalo begini nanti begitu, kalo begitu nanti begini …. he..he…he….akhirnya sama juga.

Bukan juga, yang serius-serius misalnya…..jadilah orang serius, tapi serius deh bahayanya…..wong perkara serius kok dibuat main-main yang serius…??? piye to iki kok malah mbundhet…. Maksudnya pacaran itu perkara main-main, kok dibuat serius…. padahal perkara nikah dan keluarga itu bukan perkara main-main. Jadi…. untuk perkara serius kita nggak boleh mengawali dengan main-main apalagi main-main yang serius…nah lo… bingung lagi.

Jadi, ya….nggak usahlah main pacaran segala. Belum lagi kalo ngeliat aturan dien ini, walah-walah….

Ya…kalo mo nikah ya nikah aja….gitu aja kok repot.

Trus witing trseno iku jalaran soko kulino itu memang bener kok. Tapi……… itu sesudah nikah. Jangan salah sangka…. belum nikah kok sudah kulino…. Jadi yang bener tuh begini,

Waktu mo nikah kan kita nggak pacaran, jadi belum kulino (terbiasa) jadi ya…gitu deh… Waktu nikahnya pake acara canggung dulu. Maklum kan, belum lama kenalnya, pun dikenalin ama orang lain, utamanya orang dekat kita juga…..

Habis ‘aqd nikah kita ketemu deh ama pasangan kita, maluuuuuu rasanya. Tapi deg-degan juga dada ini. Indah juga rasanya…..kemramyas rasane awak…… Malam pertama jadilah buat pacaran. Kedua dan ketiga dan seterusnya. Ya…ya…ya…..

Nah, mulai nih…. bulan-bulan pertama mulai keliatan siapa pasangan kita. Luar dalam kita semakin tahu dan kenal. Saat inilah kita sedang menghadapi ujian. Ada saja kan beda pendapat, beda pemikiran, beda kesenangan, de el el….. Saat ini ilmu kita bisa dipraktekkan, ilmu pengertian, ilmu saling mengisi kekurangan, ilmu kesabaran, ilmu segala ilmu pokoke….. Kita mungkin ngeliat pasangan kita ada kekurangan di satu sisi, tapi coba di sisi lain, dia pasti….pasti…..dan pasti ada kelebihannya. Kita juga jangan mau menang sendiri, merasa segala kelebihan ada pada kita tanpa merasa punya kekurangan…. yang fair lah……

Lha di situ pulalah nasihat ibu kepada putrinya akan terbukti… kalau kita sudah siap dengan segala kekurangan dan kelebihan pada masing-masing diri kita, maka akan muncul rasa saling mendukung, saling mengisi, rasa saling membutuhkan, akhirnya muncul rasa saling mencintai. Wis pokoke indah-indah gitu…..

Sudah dulu ah……

Munarman SH Soal Pembubaran Ormas Islam: Saya Tahu Persis Siapa yang Menyuarakan Ini

29 April 2008 pukul 08:08 | Ditulis dalam politik | 6 Komentar

Eramuslim Rabu, 21 Jun 06 14:39 WIB

Aktivis HAM dan Advokat, yang juga mantan Ketua Umum YLBHI Munarman SH menyatakan, pemberangusan terhadap ormas Islam merupakan bentuk kongkrit dan sisi lain peperangan yang dilancarkan AS dan sekutunya untuk mempertahankan dominasi kekuasaan pada sistem yang berlaku di tanah air.

Menurutnya, saat ini ada dua level yang menjadi target AS dalam perangnya melawan terorisme; pertama, terhadap terorisme itu sendiri dan kedua secara politis terhadap ormas-ormas Islam.

Ia juga mensinyalir ada kelompok tertentu yang memang dilatih untuk ‘menyerang’ ormas-ormas Islam. Berikut petikan wawancara dengan Munarman SH usai acara Forum Kajian Sosial Kemasyarakatan bertema ‘FBR, FPI vs LSM Komparador’ di Jakarta, Senin (19/6).

Sepengetahuan anda, sebenarnya ormas apa yang saat ini dinilai pihak asing berbahaya?

Menurut saya sebenarnya isu pembubaran ormas itu ditujukan kepada FPI, MMI dan HTI, karena itu saya mengingatkan sebagai negara yang menjunjung prinsip-prinsip demokrasi, tidak dibenarkan untuk membubarkan organisasi atas masukan beberapa kelompok yang mempunyai kepentingan. Pemerintah seharusnya dapat mengklarifikasi terlebih dahulu apakah suatu kelompok layak dibubarkan atau tidak. GAM saja yang nyata-nyata telah melakukan perlawanan dapat diajak berunding untuk mewujudkan suatu perjanjian damai, apalagi ormas Islam seperti FPI yang hanya mengoreksi pekerjaan aparat penegak hukum yang tidak beres.

Apakah ini juga upaya dari LSM komparador yang mempunyai keinginan untuk membubarkan ormas-ormas Islam?

Saya tahu persis siapa yang menyuarakan ini kepada Menkopolhukam dan SBY, saya tahu persis orang-orangnya, tapi tidak usahlah disebut namanya, mereka adalah bekas teman-teman saya dulu, dari LSM Indonesia yang didanai oleh asing. Mereka melakukan ini karena memiliki kesamaan visi dan pandangan dengan ideologi yang digunakan oleh Barat, sehingga ada perasaan tidak nyaman jika melihat peradaban Islam mulai menunjukkan kemajuan. Mereka hanya berorientasi bahwa peradaban kapitalisme adalah satu-satunya yang harus dipertahankan. Karena itu mereka berjuang habis-habisan, untuk mebubarkan kelompok yang berusaha memperjuangkan syariat Islam sebagi pandangan hidup.

Bagaimana dengan latihan fisik yang anda sebut dilakukan di Mega Mendung, kapan itu waktunya?

Waktunya awal tahun ini sudah mereka lakukan, mereka sudah mempersiapkan dua angkatan, angkatan pertama berjumlah 60 orang, angkatan kedua 50 orang, jadi sudah lebih 100 orang. Terus terang kalau mereka pakai cara-cara main kayu, mereka akan berhadapan dengan saya (dengan nada tinggi), saya sudah mempersiapkan habib dan ustadz untuk melawan mereka. Kalau mereka pejuang demokrasi dan HAM, semestinya mereka dapat menghormati Islam dan umat Islam, jangan sampai mereka menganggap Islam akan memusnahkan mereka.

Sebenarnya, menurut anda, dalam hal ini sejauh mana keterlibatan organisasi seperti kelompok sekuler dan liberal?

Memang ada, karena saat ini kelompok yang ada sudah terbagi dalam tiga kelompok besar yaitu kelompok yang mengusung jargon kebhinnekaan, ada kelompok yang mengusung jargon Pancasila, dan ada juga yang mengusung jargon pluralisme. Ketiga ini sebenarnya yang selalu menyebarkan fitnah di mana-mana termasuk kepada pemerintah, untuk mempropaganda dan mencitrakan secara negatif untuk memecah belah umat Islam.

Ancaman apa yang akan dihadapi oleh bangsa indonesia ke depan jika kelompok yang mewakili suara asing ini tetap ada?

Saya kira jika pemerintah ikut larut dalam masalah ini bukan tidak mungkin Indonesia akan seperti Somalia, akan tumbuh milisi sipil sekuler dan milisi sipil Islam. Kalau itu terjadi pemerintah yang paling bertanggung jawab. Karena tidak mampu mencegah pembentukan pasukan yang ditopang oleh media besar di Indonesia. Tempat latihan mereka di Wisma Sirnagalih, saya melihat, saya tahu persis, dan sudah punya data valid tentang itu.

Apa yang harus dilakukan polisi dalam hal ini?

Menangkap, karena pelatihan itu seperti yang dilakukan oleh polisi, mereka harus diusut dan dimintai pertanggung jawaban secara hukum, karena pelatihan itu ilegal.

Sebenarnya peserta mereka dari mana saja?

Semua kelompok ada kelompok preman, bekas narapida dan kelompok yang mempunyai satu visi.

Target latihan mereka sebenarnya untuk apa?

Untuk menyerang ormas Islam. Seperti yang mereka uji cobakan, saat mendatangi markas Habib Riziq, tetapi mereka masih takut, karena perjuangannya bukan karena ideologis tapi kepentingan uang ada di balik itu.

Apakah rencana pemberangusan terhadap tiga ormas Islam tadi bisa menjalar ke ormas Islam lainnya?

Saat ini mereka sedang mempersiapkan di seluruh wilayah propinsi, itu agenda jangka panjang mereka, karena mereka menganggap kepentingan dan cara hidupnya akan terganggu dengan penegakan syariah Islam. Ini akan terus dilanjutkan apalagi dana sangat besar sampai 2 juta US dollar, berasal dari UNDP, USAID, lembaga Australia bahkan dari CGI. Demokrasi itu jargon, sebetulnya yang mereka inginkan memusuhi kelompok Islam.

Sejauh mana sih kemungkinan keterlibatan AS dalam pemberangusan ormas-ormas ini?

Menurut saya, AS tidak menginginkan mayoritas umat Islam di Indonesia hidup dengan cara-cara Islam, dan AS juga tidak mengingin ada kekuatan Islam. Selain itu juga AS melihat sistem yang berlaku di Indonesia saat ini menguntungkan negaranya, karena pemerintah Indonesia bisa dibujuk rayu, contohnya mengalokasikan sebagian APBN-nya untuk membayar utang kepada mereka, Indonesia selalu dijebak dalam lumpur kemiskinan.

Siapa lagi selain AS yang mencoba memberangus ormas Islam yang ada di Indonesia?

Hampir semua negara Barat, terutama Australia yang menjadi deputi AS di kawasan Asia Tenggara, itu berkepentingan untuk memusnahkan ormas-ormas Islam yang bersuara keras, karena bagi negara tersebut ormas itu sangat potensial melawan sistem yang mereka berlakukan, sebab sampai saat ini kelompok Islam dipandang mempunyai ideologi dan organisasi yang kuat.

Apa himbauan anda untuk umat Islam menghadapi masalah ini?

Sebaiknya umat Islam harus bersatu merapatkan barisan, bersatu mempersiapkan diri menghadapi ancaman-ancaman dari kelompok sekuler.

Dan untuk mereka yang senantiasa memerangi kelompok Islam itu?

Kepada mereka, sebaiknya berhenti menyebarkan fitnah dan bertaubat, itu akan lebih baik ketimbang memanfaatkan negara untuk hal-hal yang tidak jelas, lebih baik untuk mensejahterakan rakyat, supaya tidak ada lagi kemaksiatan.

Hamdan Basyar: Densus 88 Jangan Mengekor Pada Perang Anti Terorisme AS

29 April 2008 pukul 08:04 | Ditulis dalam politik | Tinggalkan komentar

Eramuslim Sabtu, 30 Jun 07 19:48 WIB

Pemberantasan terorisme di Indonesia dinilai tidak murni, tapi terkait dengan program Global War on Terorisme yang dilancarkan oleh AS dengan sekutu-sekutunya. Sehingga terlihat nyata stigmatisasi yang tidak proporsional dengan usaha mengindetikkan teroris itu dengan kelompok Islam.

Terkait dengan kegiatan itu, Detasemen Khusus 88 Anti-teror atau Densus 88 sebagai organisasi yang langsung berhubungan dengan operasi penangkapan terhadap orang yang diduga pelaku teror, disinyalir mendapat kucuran dana yang besar dari Amerika Serikat.

Belakangan ini, kinerja Densus 88 disorot tajam karena telah menembak Yusron Mahmudi alias Abu Dujana yang diduga sebagai pelaku tindak pidana terorisme dihadapan anak-anaknya yang masih kecil. Desakan agar Densus 88 pun kembali mencuat. Perlukah Densus 88 dibubarkan dan sejauh mana kaitannya dengan AS?

Berikut ini hasil wawancara Eramuslim dengan Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang juga pengamat masalah-masalah Timur Tengah dari The Indonesian Society for Middle East Studies (ISMES) Drs. Hamdan Basyar M.Si

Bagaimana Anda mencermati desakan pembubaran Densus 88 oleh Tim Advokasi Korban Penangkapan Densus yang di antaranya Ustad Abu Bakar Baasyir, di mana mereka sudah melayangkan gugatannya ke PN Jakarta Selatan?

Saya kira karena kelompok yang menuntut itu menganggap Densus 88 terlalu memihak keinginan AS, sehingga merugikan umat Islam. Karena yang tingkahnya atau hal-hal yang dilakukannya itu kebanyakan tampaknya merugikan umat Islam. Selain itu juga definisi teroris terlalu bias, di sana awal mulanya.

Memang kita melihat selama ini Densus didirikan setelah adanya kasus bom Bali itu. Bersamaan dengan program pemberantasan terorisme yang dikeluarkan oleh AS, kemudian Indonesia ikut dan membuat Densus itu.

Tapi Densus sering kali salah tangkap atau keliru membidik sasaran pelaku teror, komentar Anda?

Ini sebagai akibat salah mendefinisikan terorisme itu siapa, itu yang keliru. Jadi teroris hampir sama atau diidentikan dengan orang-orang Muslim yang beraliran keras, mestinya tidak begitu. Karena teroris itu bisa terjadi dikelompok manapun dan itu memang benar harus diberantas. Sebab jika tidak, hal itu akan meresahkan orang banyak.

Saya bisa memaklumi, kalau kelompok yang dianggap keras, seperti Abu Bakar Baasyir kemudian protes dan ingin melakukan ini. Mungkin dari sana kemudian alasan pembubaran itu muncul. Seandainya, Densus itu melakukan kegiatan yang lebih obyektif, sehingga siapapun yang dianggap teroris kemudian ditangkap alasannya menjadi lain, contoh yang sudah diketahui seperti kasus Poso. Kalau ada kelompok Muslim di sana dianggap kelompok teroris, digunakan UU anti teroris, tetapi kalau kelompok non-muslim tidak jerat menggunakan UU anti teroris. Jadi terlihat ada perbedaannya.

Kenapa arahnya selalu kepada kelompok-kelompok Islam?

Kalau itu saya tidak bisa menjawabnya, karena yang lebih mengerti dan yang melakukan itu Densus.

Ada penilaian bahwa kegiatan Densus ini mengarah pada pelanggaran HAM, tetapi Polisi menganggap hal itu sudah sesuai dengan prosedur tetap (protap)?

Kita mungkin tunggu saja hasil di pengadilan, karena inikan sudah masuk ke pengadilan. Menurut pengadilan bagaimana, apakah polisi salah dan melanggar HAM atau memang sesuai dengan prosedur kepolisian. Ada perbedaan pendapat dari kedua belah pihak, terutama dari pihak yang dirugikan, merasa itu melanggar HAM, karena itu sudah terjadi. Kalau dianggap salah, saya kira perlu diproses hukum siapapun dia. Kita tunga saja hasil dari pengadilan.

Bagaimana tentang temuan dana AS yang jumlah cukup besar untuk membiayai program counter terorism termasuk di Indonesia?

Secara pasti saya tidak tahu mengenai aliran itu, data-data memang seperti itu, ada beberapa aliran yang ke sana. Tapi kalau dilihat kapan berdirinya Densus 88, kemudian beberapa aktivitas berkaitan dengan kepentingan AS maupun Australia, kelihatan ada kaitan ke sana, seolah-olah itu bagian dari program yang sebenarnya anti terorisme global itu.

Kemungkinan dana itu memang ada seperti temuan tersebut, namun itu mungkin masih menjadi rahasia untuk umum. Kemudian juga beberapa sumber yang mengatakan dari militer AS, kalau ini benar memang bisa dikaitkan yang dikejar oleh Densus 88 adalah kelompok-kelompok tertentu. Karena program AS untuk mengejar kelompok yang dinilai beraliran keras itu, kebetulan Muslim, ada kaitannya.

Bagaimana supaya ada transparansi terhadap dana Densus ini, dan sepertinya DPR tidak mengetahui tentang aliran dana ke Densus 88?

Ya kalau dana itu menyangkut dana publik harus dilaporkan secara transparan, ada kegiatan yang sifatnya intelijen, kalau kegiatan intel memang tidak dipublikasikan. Namun jika hal itu menyangkut dana umum, saya kira harus tahu, sehingga bisa diaudit oleh BPK. Selain itu DPR sebagai wakil rakyat harus mengetahuinya. Tapi selama inikan masih dianggap sebagai operasional intelijen, nah, ini yang kadang-kadang menyulitkan untuk dibuka secara umum kepada publik. Tapi suatu saat itu juga harus dibuka, karena ada masanya untuk tidak menutupi kegiatan ini.

Seharusnya bagaimana kegiatan yang dilakukan oleh Densus agar tidak menimbulkan citra negatif dan supaya tidak merugikan orang lain?

Seharusnya ya lakukan tugasnya sesuai dengan aturan yang benar, artinya kalau yang dianggap salah lakukan penangkapan, kalau tidak bersalah jangan ditangkap. Kalau terlanjut salah tangkap, ya harus direhabilitasi. Harus menegakkan hukum sesuai dengan aturan yang berlaku, jangan kemudian mengejar kelompok tertentu saja, tetapi kelompok lain yang melakukan kegiatan yang hampir sama harus dikejar juga. Jangan menimbulkan kesan diskriminasi perlakuan.

Saya kira kalau pihak Densus bisa melakukan tugasnya secara profesional, pasti banyak yang mendukung, karena memang kegiatan teror itu harus dihilangkan. Sebab itu sudah meneror publik, dan bisa merugikan siapapun. Hanya kemudian teroris itu jangan dikaitkan dengan kelompok tertentu, yang akhirnya merasa dirugikan dan kemudian protes.

Sebaiknya Densus mempunyai program sendiri untuk menghentikan teroris di Indonesia, tidak mengekor kepad AS, tetapi sesuai dengan penegakan hukum yang ada di Indonesia. Sehingga penegakan hukum berjalan dengan benar. Jika tidak, akan dicurigai terus seperti ini, akan dicurigai oleh kelompok-kelompok yang merasa dirugikan. Jika Ingin benar-benar memberantas teroris, siapapun yang dianggap teroris oleh masyarakat harus ditangkap, saya kira akan dihargai banyak orang, kembali lagi semua harus sepakat dengan definisi teroris apa.

Menurut saya, definisi teroris secara sederhana itu, suatu kegiatan kekerasan yang punya motif politik dan menimbulkan korban sipil, jadi mencakup tiga unsur, dan itu bisa dilakukan oleh siapa saja. Dilakukan oleh kelompok manapun tanpa melihat asal kelompok itu, kalau ada kekerasan yang bermotif politik dan menimbulkan korban, itu usaha teror, harus ditangkap.

Jika dilihat dari kualitas kerja Densus 88 saat ini, perlu atau tidak Densus dibubarkan?

Kalau tujuannya benar, ingin memberantas teroris, tidak perlu dibubarkan. Tapi kalau tindakan hanya menyerang atau menangkap satu kelompok tertentu, pasti akan diprotes, dan itu tidak perlu. Karena Densus itu menjadi alat tertentu yang memang menginginkan memberantas kelompok Muslim yang dituju itu. Dari tujuan yang tercantum, Densus untuk memberantas teror, tapi kalau sisi yang dilakukan hanya mengacu kelompok tertentu, mungkin tidak diperlukan. Kita harus lebih fair melihat hal ini.

Depkes Hentikan Pengiriman Spesimen ke NAMRU

29 April 2008 pukul 07:39 | Ditulis dalam politik | Tinggalkan komentar

Eramuslim Senin, 28 Apr 08 16:38 WIB

Departemen Kesehatan akan menghentikan suplai spesimen penyakit ke Naval Medical Research Unit Two (NAMRU-2) di Indonesia, terkait aktivitas lembaga itu yang misterius.Penghentian suplai spesimen ini sudah tepat, sesuai dengan kapasitas dirinya sebagai menteri. Namun, untuk menutup NAMRU-2, hal itu bukan menjadi kewenangannya.

Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari mengatakan, pemerintah saat ini tengah mengusahakan kepada Badan Kesehatan Dunia (WHO), agar menghentikan suplai spesimen penyakit yang menjadi objek penelitian NAMRU yang sudah beroperasi selama 30 tahun di Indonesia itu.

“Spesimen adalah kedaulatan bangsa. Spesimen Indonesia adalah hak bangsa Indonesia. Tapi mengapa mereka kok mengambil seenaknya saja, kemudian mereka membuat sesuatu karena mereka lebih pintar. Mereka kemudian mengomersialisasikan. Itu yang masih saya perjuangkan di WHO, ” katanya di RS Roemani, Semarang, Jawa Tengah, Senin (28/4).

Sejumlah spesimen penyakit yang diteliti NAMRU-2, tambah Menteri, antara lain malaria, demam berdarah, influenza, diare, dan flu burung. Saat ini pemerintah masih menunggu keterangan resmi pemerintah AS terhadap isi MoU antara kedua pihak.

MoU itu menyebutkan antara lain Namru tidak boleh membuat senjata biologis, Namru harus transparan dan terbuka, program Namru harus menyesuaikan program Depkes, dan lembaga itu tidak boleh mengomersialisasikan hasil penelitiannya.

Sementara itu, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Marwan Batubara Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari memiliki kewenangan untuk mengusir Naval Medical Research Unit Two (Namru-2) dari Tanah Air. Jika Menkes tidak berani melakukannya, maka hal itu akan menimbulkan pertanyaan.

“Penguasa Depkes ya Menkes. Beliau punya wewenang untuk mengusir Namru dari kantornya. Atau Menkes dapat arahan dari atasannya untuk membiarkan Namru, seperti halnya ketika menyerahkan Blok Cepu kepada Exxon?” tegasny.

Politisi asal Jakarta ini menantang Menkes dan Presiden SBY untuk segera mengusir Namru dari Indonesia. “Buktikan kalau Menkes, SBY, dan rakyat berdaulat. Usir Namru dari Depkes dan Indonesia sekarang juga! Kok kita biarkan ada negara dalam negara?” tandas dia.

BIN Evaluasi Keberadaan NAMRU

29 April 2008 pukul 07:37 | Ditulis dalam politik | Tinggalkan komentar

Eramuslim Jumat, 25 Apr 08 07:16 WIB

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Syamsir Siregar mengatakan keberadaan Naval Research Medical Unit Two (NAMRU-2) yang saat ini memicu kontroversi sedang dievaluasi.

“Kami tunggu hasilnya apa kami evaluasi. Tim memproses dan mempelajari dulu. Jadi belum ada rekomendasi dari BIN, ” ujar Syamsir usai acara pertemuan purnawirawan TNI/Polri di Balai Sudirman, Jakarta, Kamis (24/4).

Ia membenarkan bahwa NAMRU-2 meminta para penelitinya mendapatkan kekebalan diplomatik. Namun, pihaknya menolak dan hanya mengizinkan keistimewaan itu diberikan kepada satu orang saja.

“Kalau dulu, mereka meminta kekebalan diplomatik, saya bilang boleh saja kalau satu orang. Memang dia diplomat, dan saya minta pada waktu itu, supaya tidak semua daerah dikunjungi karena ada daerah-daerah konflik, kalau mereka terjadi apa-apa, siapa yang bertanggung jawab, “jelasnya.

Mengenai manfaat NAMRU di Indonesia, Syamsir mengatakan, lebih baik hal itu ditanyakan kepada Menkes, sebab kerjasama NAMRU berkaitan erat dengan Departemen Kesehatan. Tetapi dia membenarkan bahwa ketidaktransparanan laboratorium milik AS itu dalam menyampaikan hasil penelitiannya ke Menkes.

“Mereka itu dari angkatan laut yang mengadakan penelitian di kita. Jadi sudah 30 tahun yang lalu. Menurut Menkes pada saat ini, hasil-hasilnya belum ada yang disampaikan ke Menkes, ” ujar

Syamsir Siregar enggan menyatakan bahwa laboratorium Naval Medical Research Unit Two (NAMRU-2) merupakan kepanjangan tangan dari Central Intelligence Agency (CIA) di Indonesia. Ia menegaskan, sebagai badan yang melakukan aktivitas penelitian, NAMRU pasti memiliki intelijen dalam kegiatannya. “Ya kalau badan penelitian, harus ada intelijennya-lah, ” pungkasnya.

Secara terpisah, Direktur Laboratorium Naval Research Medical Unit Two (NAMRU -2) Kapten Trevor Jones membantah jika laboratorium itu melakukan kegiatan intelijen atau membuat senjata biologis, seperti yang dituduhkan sejumlah pihak di Indonesia.

“Kegiatan di laboratorium murni riset biomedik, tidak melakukan kegiatan intelijen dan membuat senjata biologis, ” ujarnya.

Trevor juga membantah riset NAMRU-2 dilakukan secara diam-diam. Menurutnya, setiap penelitian dilakukan atas persejutuan menteri kesehatan

Deplu RI: MoU NAMRU-2 Tidak Ditanggapi AS

29 April 2008 pukul 07:35 | Ditulis dalam politik | Tinggalkan komentar

Eramuslim Jumat, 25 Apr 08 06:04 WIB

Departemen Luar Negeri mengatakan langkah penyelesaian NAMRU saat ini ada ditangan pemerintah Amerika Serikat, di tengah kontroversi keberadaan laboratorium yang masih terus terjadi, karenadinilai melakukan kegiatan yang melanggar kesepakatan. Hal tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Deplu Kristiarto Soerjo Legowo usai pelantikan pejabat eselon I dan II, di Kantor Departemen Luar Negeri, Jakarta, Kamis(24/4)

Menurutnya, pemerintah sudah mengirimkan draf perpanjangan kerjasama itu sejak November 2007, namun belum ditanggapi. Dalam drart itu, pemerintah memberikan berbagai pertimbangan aspek kepentingan bangsa.

“Kita sudah kirim draf MoU, sekarang bola ditangan mereka, pokoknya kita masukkan rancangan yang dalam kerja sama kedua belah pihak tetap menjaga kepentingan bangsa Indonesia, ” jelas Kris.

Ketika ditanya, sampai kapan Indonesia akan menunggu respon AS, Kristiarto menyatakan, ditunggu saja.

Sementara itu, Pengamat Intelijen Wawan Purwanto mengatakan, aktivitas intelejen Amerika Serikat dalam The Naval Medical Research Unit-2 (Namru-2) sudah dicurigai sejak lama oleh Badan Intelijen Negara (BIN). Namun, informasi ini tidak ditindaklanjuti oleh pemerintah.

“Sebetulnya intelijen kita sudah lama, bertahun-tahun membicarakan hal itu antar departemen. Teman-teman di inteligen sudah melempar masalah ini kepada pemerintah, ” ujarnya.

Manurutnya, posisi intelijen hanya sebatas pemberi informasi kepada pemerintah, sedangkan mengenai kebijakan, berada ditangan pemerintah. karena ini masalah antara government to government.

Mengenai MoU baru yang telah diajukan pemerintah RI kepada pemerintah AS terkait keberadaan Namru-2 di Indonesia, Wawan meminta agar pemerintah mengkaji ulang perjanjian tersebut, agar tidak tertutup dan saling terbuka.

“Sebaiknya dikaji ulang, tidak bisa seperti tahun 70-an, sudah berbeda, ” pungkasnya.

PM Irak Kecam Perkosaan oleh Tentara AS, Minta Kekebalan Hukum Ditinjau Ulang

29 April 2008 pukul 07:27 | Ditulis dalam politik | 1 Komentar

Eramuslim Kamis, 6 Jul 06 09:42 WIB

Perdana Menteri Irak Nuri al-Maliki meminta adanya penyelidikan yang lebih independen atas kasus perkosaan seorang remaja puteri Irak dan pembunuhan terhadap anggota keluarganya oleh pasukan AS. Maliki juga mendesak agar kekebalan hukum terhadap pasukan asing di Irak ditinjau ulang.

Dalam kunjungannya ke Kuwait, Rabu (5/7) pada para wartawan Maliki menegaskan, dirinya akan meminta penyelidikan yang lebih independen dengan melibatkan penyidik dari Irak atau membentuk tim penyidik bersama pasukan multinasional.

“Kami tidak terima kehormatan rakyat Irak diinjak-injak seperti yang terjadi dalam kasus ini,” kata Maliki.

PM Irak Nuri al-Maliki juga mempermasalahkan kekebalan hukum yang diberikan pada pasukan internasional yang membuat mereka jadi berani melakukan kejahatan-kejahatan terhadap warga sipil. “Harus ada peninjauan ulang atas kekebalan yang diberikan ini,” tegas Maliki.

Dewan Keamanan PBB memang memberikan mandat selama tiga tahun pada sekitar 140.000 pasukan koalisi pimpinan AS, di mana pasukan tersebut tidak bisa dituntut dengan menggunakan hukum yang berlaku di Irak.

Pernyataan Maliki ini merupakan pernyataannya yang pertama sejak kasus perkosaan dan pembunuhan atas satu keluarga Irak terkuak lima hari yang lalu, setelah pengadilan AS memproses kasus Steven Green,21, mantan serdadu AS dari Divisi 101st Airborne dengan tuduhan perkosaan dan pembunuhan gadis Irak. Tindakan keji itu dilakukan Green setelah menembak mati keluarga gadis tersebut, termasuk seorang anak perempuan berusia lima tahun.

Menurut dokumen pengadilan, Green dan tiga rekannya bekerjasama memperkosa gadis Irak yang masih berusia 15 tahun. Green dan teman-temannya menggganti seragamnya dengan pakaian berwarna gelap sebelum masuk ke rumah korban dan beberapa di antara rekan Green dalam kondisi mabuk. Setelah melakukan aksinya, Green dan rekan-rekannya mendapati pakaian mereka penuh bercak darah dan untuk menghilangkan jejak, mereka membakar pakaian tersebut.

Seorang tentara yang dirahasiakan namanya, dalam pernyataan tertulisnya mengaku melihat Green memperkosa gadis Irak tersebut kemudian menembak kepalanya ‘dua sampai tiga kali.’

Menteri Kehakiman Irak, Hashim al-Shibly juga meminta agar kementeriannya diizinkan melakukan penyelidikan penuh atas kasus yang disebutnya sebagai kejahatan yang ‘mengerikan, barbar dan tidak berperikemanusiaan.’ Ia juga mendesak PBB agar memberi keleluasaan pada Irak untuk ‘mengusut kasus-kasus semacam itu seperti hukum Irak berlaku atas kasus kejahatan yang terjadi diwilayahnya.’

Kasus pembunuhan dan perkosaan warga Irak oleh pasukan AS mencuat pada saat Maliki dan pihak AS sedang bernegosiasi untuk menyusun aturan tentang keberadaan pasukan koalisi AS, jika mandat yang diberikan PBB berakhir pada bulan Desember mendatang.

Maliki sudah meminta para komandan AS di Irak agar memerintahkan anak buahnya untuk mematuhi hukum militer, mengingat banyak aksi kekerasan yang dilakukan serdadu AS terhadap warga sipil di Irak.

Terkait dengan kasus Green, militer AS menyatakan tidak satupun anggota pasukan AS yang kebal hukum. Jika terbukti bersalah, Green bisa dijatuhi hukuman mati atas tuduhan pembunuhan atau hukuman seumur hidup untuk tuduhan perkosaan. Green juga akan dikenai denda sebesar 250 ribu dollar.

Anggota parlemen Irak sudah meminta Maliki menggelar pertemuan untuk membahas kasus ini. Tokoh Sunni Adnan al-Dulaimi mendesak Maliki untuk ‘mengambil langkah yang berani terhadap kejahatan-kejahatan yang berulang-ulang dilakukan pasukan penjajah di Irak.’

Pentagon Bungkam Soal Kasus Perkosaan di Kalangan Tentara AS

29 April 2008 pukul 07:25 | Ditulis dalam politik | Tinggalkan komentar

Eramuslim Senin, 28 Apr 08 13:14 WIB

Senator AS, mengumbar informasi yang mengejutkan prihal diperkosanya 40 wanita AS oleh rekan tentaranya di kamp-kamp militer AS di Irak, Afghanistan dan Kuwait. Ia memprotes karena hingga kini, tak ada sanksi apapun terhadap para pelaku kejahatan seksual itu.

Adalah anggota partai Demokrat Bill Nelson perwakilan Florida dalam pernyataannya menegaskan ada puluhan tentara wanita AS yang telah diperkosa oleh rekan-rekan mereka sesama tentara. Meski para korban telah melaporkan kasusnya ke instansi militer AS, sekaligus rekomendasi tim medis yang membenarkan bahwa mereka telah diperkosa, tapi para pelaku pemerkosaan itu hingga kini tidak pernah tersentuh hukum sedikitpun.

Menurut Nelson, “Militer AS dan Menteri Kehakiman serta Menteri Luar Negeri AS, telah terlibat dalam upaya menghilangkan bukti kejahatan.” Ia menegaskan pula bahwa ada salah satu warga Florida yang telah diperkosa sejak tahun 2005, saat ia bekerja di salah satu instansi militer AS di Kuwait dan Irak. Wanita yang usianya sekarang sudah 42 tahun itu, disebutkan diperkosa oleh tentara AS saat ia berada di kamp militer AS di Ar Ramadi Irak, ketika wanita itu bertugas di pusat logistik pasukan AS.

Ada lagi wanita bernama Jamie Leigh Jones yang juga mengaku menjadi korban perkosaan massal di tahun 2005 ketika ia bertugas di Instansi Halliburton, instansi terbesar AS yang menangani masalah minyak dan sumber daya alam di Irak, dan juga KBR inc. Jones mengaku dirinya disekap di bawah penjagaan ketat di dalam sebuah ruangan tanpa makan dan minum. Ia juga diancam akan dipecat dari pekerjaannya jika berbicara tentang kasus perkosaan itu atau bila ia meninggalkan Irak untuk mendapatkan perawatan medis.

Sejumlah perempuan AS lain, dari kalangan sipil yang kebetulan bertugas di militer AS di Kuwait, Irak atau Afghanistan juga menyampaikan kasus perkosaan atas diri mereka. Tapi hingga kini belum ada jawaban dari Penthagon.

Seperti inilah militer AS menangani masalah perkosaan yang dilakukan tentara AS di Irak, Kuwait dan Afghanistan terhadap sesama tentara perempuan. Tentu bisa dibayangkan, bagaimana perhatian mereka terhadap kaum Muslimah sipil Irak dan Afghanistan yang diperkosa oleh pasukan AS, seperti yang sudah dibeberkan datanya oleh sejumlah lembaga HAM.

Laman Berikutnya »


Entries dan komentar feeds.