Penghina Jokowi Masuk Bui, Penghina Nabi…..???

30 Oktober 2014 pukul 12:23 | Ditulis dalam curhat, hikmah, irodatul khoir lil ghoir, kehidupan, politik, renungan | Tinggalkan komentar

Melihat kasus buruh tukang sate yang masuk bui, jadi ingat kasus para pelaku penghinaan dan penodaan terhadap Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, kepada istri dan sahabat beliau.

Ada hal yang jelas berbeda. Derajat kepresidenan jelas berbeda dari derajat kenabian. Secara aqidah lebih tinggi dan mulia derajat nabi ketimbang presiden. Gak level…

Derajat kenabian ini diturunkan dari Allah Pencipta semesta alam. Dan tindakan Nabi adalah: Continue Reading Penghina Jokowi Masuk Bui, Penghina Nabi…..???…

Iklan

Sumpah Pemuda: Fakta atau Dusta?

29 Oktober 2014 pukul 05:01 | Ditulis dalam aku gak tanggung, irodatul khoir lil ghoir, politik, renungan | 1 Komentar

”Kongres Pemoeda-Pemoeda Indonesia” memasuki tahun yang ke- 86. Hasil rapat ini diberi judul ”Poetoesan Congress Pemoeda-pemoeda Indonesia,” yang di kemudian hari ”diganti” judulnya menjadi ”Soempah Pemoeda” oleh Muhammad Yamin. Bila mengacu pada dokumen asli, pemuda Indonesia tidak pernah bersumpah pada tahun 1928 silam. Rapat yang digagas selama dua hari (27 – 28 Oktober 1928) oleh Perhimpunan Pelajar-pelajar Indonesia (PPPI) saat Kongres pemuda II di gedung Indonesische Clubgebouw di Jalan Kramat Raya 106, Jakarta, hanya menghasilkan suatu ”putusan”. Lantas, bagaimana perubahan judul sekaligus isi putusan menjadi Sumpah Pemuda?

Menurut Peneliti Pusat Studi Sejarah dan Ilmu-ilmu Sosial (Pussis), Universitas Negeri Medan (Unimed), Erond Damanik, menerangkan bahwa telah terjadi rekayasa sejarah terhadap peristiwa yang hingga kini dikenal sebagai ”Sumpah Pemuda”. Perubahan kata ”Putusan Kongres” menjadi ”Sumpah Pemuda,” berawal dari  dari Kongres Bahasa Indonesia Kedua yang diadakan di Medan pada 28 Oktober 1954. Erond menuturkan bahwa Yamin berperan penting dalam pembelokan kata Putusan Kongres. Dengan lihai ia merumuskan skenario baru terhadap judul beserta isi Putusan Kongres Pemuda-pemuda Indonesia. Continue Reading Sumpah Pemuda: Fakta atau Dusta?…

Format Arab di Asus Zenfone 6 Kitkat

24 Oktober 2014 pukul 21:24 | Ditulis dalam komputer-hp-gadget | Tinggalkan komentar

Sejak beberapa hari ini ada notifikasi update firmware ke versi 4.4.2 (kitkat) di Zenfone 6.

Masih aku abaikan. Belum perlu.

Tapi kemarin pagi dengan beberapa pertimbangan, aku putuskan buat download dan install. Siapa tahu masalah nulis Arab yang selama ini menyulitkan jadi beres.

Maka hari itu Kamis 23 Oktober 2014 jam 5 pagi aku putuskan buat update Asus Zenfone 6 ke versi Android 4.4.2

Gak pake lama. Cuma sekira makan tempe goreng, download dan install selesai. Langsung aku lihat di system udpate jadi begini: Continue Reading Format Arab di Asus Zenfone 6 Kitkat…

Pasar Jum’at Karanganyar Mandeg

24 Oktober 2014 pukul 21:09 | Ditulis dalam aku gak tanggung, iseng, jalan-jalan, kehidupan | Tinggalkan komentar

Tadi siang pas ada urusan di sebuah kantor di jalan Lawu seberang Masjid Raya Karanganyar, aku dengar beberapa orang ngobrol di barisan belakangku.

Itu sih, gara-gara setoran ke pemerintah kurang, terlalu kecil malah… buat biaya operasional minus. Jadi ditutup.

Bukan Bu… saya dengar sih, karena semakin sering dan banyaknya anak sekolah bolos cuman mau jalan ke sana.

Nggak ah… kan banyak pegawai yang habis senam bukannya balik kantor tapi malah asyik belanja.

Tapi yang saya dengar beda lagi, Ibu… kata tetangga saya, ditutup sama Bupati yang baru. Karena para pedagang dan juga para pembeli pada mengabaikan sholat Jum’at. Kan pasarnya di alun-alun masjid Raya Karanganyar. Aneh kan kalau yang sholat ya tetap sholat sedang yang jualan tetap aja jualan… Continue Reading Pasar Jum’at Karanganyar Mandeg…

Budak Kontemporer

22 Oktober 2014 pukul 20:21 | Ditulis dalam hikmah, irodatul khoir lil ghoir, renungan | Tinggalkan komentar

Budak, Kuli, Orang Upahan, Jongos, Hamba Sahaya adalah sebutan penghinaan kepada manusia sebagai sebuah status atau profesi yang dianggap paling rendah, sehingga tidak disukai manusia pada umumnya. Namun faktanya hingga hari ini masih banyak ditemukan manusia yang bermental dan berperilaku seperti budak. Walaupun bentuk, istilah, simbol, atribut dan nama pun berbeda dari masa ke masa, antara satu peradaban dengan peradaban lainnya.

Zaman dahulu budak-budak dibelenggu dengan rantai, dipekerjakan dan diperas tenaganya habis-habisan, dan diberi upah ala kadarnya sekedar penyambung hidup saja. Biasanya budak-budak ini diperolah dari tawanan perang atau melalui transaksi jual beli. Ada juga budak-budak itu didapat dari hasil perburuan. Persis seperti memburu hewan, para pemburu mengejar sampai di pedalaman hutan-hutan Afrika dan Amazon, kemudian hasil buruannya dijual di pasar budak. Continue Reading Budak Kontemporer…

Pengalaman Pakai Asus Zenfone 6

10 Oktober 2014 pukul 07:26 | Ditulis dalam komputer-hp-gadget | 3 Komentar

Assalamu’alaikum.

Sudah 1 bulanan aku pakai Asus Zenfone 6. Ada sedikit pengalaman ini.WP_20141010_005

Bukan mau banding-banding sama merk lain, tapi sekedar pengalaman pribadi yang subyektif banget.

Kamera kok rasa dirasa masih kalah sama Lumia 720 ya? Padahal resolusi Zenfone lebih gede ketimbang Lumia. Begitulah, bukan hanya besaran resolusi yang akan menentukan hasil jepretan, tapi banyak faktor.

Respon terhadap perintah lebih oke ketimbang Lumia 720 sih. RAM sama Proc juga beda kelas.

Buat dipegang, kurang nyaman, sisi luar badan ponsel agak menyakiti telapak tangan. Meski punggungnya lengkung, sisi luarnya masih nekuk tajam. Dan lengkungan punggung itu buatku malah jadi agak menyulitkan. Kalau perangkat ditaruh diatas meja terus kita mau nulis atau tekan sana tekan sini, ponselnya goyang dombret ke kiri dan ke kanan. Coba punggungnya agak rata, terus sisi luarnya yang dibuat lengkung halus, kayaknya lebih oke. Continue Reading Pengalaman Pakai Asus Zenfone 6…


Entries dan komentar feeds.