1,8 Juta Pelanggan Telkomsel dan Indosat Disadap

20 Februari 2014 pukul 06:00 | Ditulis dalam bagaikan bangunan, irodatul khoir lil ghoir, politik, renungan | 1 Komentar

Edward Snowden, Mantan anggota intelijen NSA, membocorkan rahasia yang mengejutkan. Pelanggan dua operator terbesar di Indonesia, yakni Telkomsel dan Indosat, selama ini disadap oleh Australia dan Amerika.

Badan intelijen Australia bekerjasama dengan National Secuity Agency (NSA),  memiliki data terenkripsi sekitar  1,8 juta pelanggan operator Telkomsel dan Indosat.  Kedua negara tersebut berhasil mengakses data Telkomsel dan Indosat sejak tahun 2013. Padahal kedua operator tersebut menguasai sekitar 77 persen pasar selular di Indonesia. Continue Reading 1,8 Juta Pelanggan Telkomsel dan Indosat Disadap…

Lha Wong Jama’ah Kok Mung Nek Sholat

18 November 2008 pukul 21:09 | Ditulis dalam bagaikan bangunan | 2 Komentar

Kita ini gimana ya…..lha wong jama’ah kok mung nek sholat. Sedangkan kalo kerja sendiri-sendiri. Gak jama’ah. Maksudku saling ngedukung gitu loh….gimana kalau saudara kita gak ada kerja trus dia laper trus lemes gak bisa beramal sholih. Atau gimana kalau ada temen yang kerjanya di tempat haram tapi dia gak sadar atau gak ngerti kalau itu haram karena kurang ilmu. Atau mereka para orang-orang yang jihad fi sabilillah, baik yang di medan perang ngelawan kafirin, atau yang bergerak di bidang pendidikan yang gak terima gaji macem pegawai ngeri itu, ya….beda dengan pegawai ngeri yang dapet gaji bulanan, padahal mereka juga punya anak istri yang perlu di’pakani’ sedang mereka gak sempat kerja cari duit. Apa gak jadi pemikiran kita hayo….. Wis poko`e akeh banget kepiye-kepiyene….. Continue Reading Lha Wong Jama’ah Kok Mung Nek Sholat…

Renungan Jiwa Rasa

28 Agustus 2008 pukul 12:01 | Ditulis dalam bagaikan bangunan, irodatul khoir lil ghoir | 7 Komentar

Kalau memang ukhuwah Islamiyah bisa ditumbuhkan dengan mendirikan berbagai organisasi dengan AD/ARTnya, dan berlembar-lembar kartu anggota. Kalau memang tegaknya aturan Allah bisa dengan sekedar meneriakkan semboyan dan menempelkan poster-poster. Kalau memang bersatunya ummat bisa diwujudkan dengan menebar berbagai anjuran dan ajakan bahkan propaganda dan kampanye lisan dan tulisan. Kalau memang itu semua adalah sebagai jalan utama, seharusnya ukhuwah sudah lama tegak di negeri ini, tumbuh subur di tengah-tengah umat Islam dan kedamaian merebak di seluruh sendi masyarakat luas.

Continue Reading Renungan Jiwa Rasa…

Ulama Bersebelah Jalan, Musuh Islam Bertepuk Tangan

16 Agustus 2008 pukul 09:12 | Ditulis dalam bagaikan bangunan, irodatul khoir lil ghoir, iseng, kehidupan, politik | 3 Komentar

GATRA, 39 / XIV 13 Agustus 2008

Nasional – Majelis Mujahidin

USTAD BERPISAH JAMAAH TERBELAH

Kongres III Majelis Mujahidin digelar di Yogyakarta. Ustad Abu Bakar Ba’asyir mundur dan mendirikan jamaah baru. Kedua institusi yang mengusung syariat Islam itu akan diuji oleh waktu.; Syiah, Ahmadiyah, dan Komunis; Ini Pembunuhan Karakter

Gedung Mandala Bhakti Wanitatama, Yogyakarta, Sabtu dan Ahad pekan ini, kembali jadi saksi sejarah. Sebuah hajatan nasional digelar, dengan tema ”Indonesia Bersyariah Solusi Tepat Salah Urus Negara”. Di tempat ini, pada 5-7 Agustus 2000, Kongres I Mujahidin digelar.

Ketika itu, Ustad Abu Bakar Ba’asyir (ABB) hadir dan menyampaikan makalah ”Sistem Kaderisasi Mujahidin dalam Mewujudkan Masyarakat Islam”. Dalam Kongres III Mujahidin kali ini, sebulan sebelum dilaksanakan, ABB mundur dari Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), di tengah semangatnya yang menggebu-gebu untuk mewujudkan masyarakat dan organisasi secara Islami.

Continue Reading Ulama Bersebelah Jalan, Musuh Islam Bertepuk Tangan…

Bagaikan Bangunan (ketiga)

15 Juli 2008 pukul 08:24 | Ditulis dalam bagaikan bangunan | Tinggalkan komentar

Senin sore. Di sebuah masjid di perjalanan pulangku dari Sragen.

Aku ngobrol dengan seseorang yang baru kukenal selepas kami sholat ‘Ashr berjama’ah. Ngalor ngidul kami bicarakan hal-hal apa saja. Dari A to Z. Meski sebatas basa-basi sebagai teman baru.

Sebuah buku kecil terselip ditangannya. Risalah haji. Sepintas ada logo pemerintah Arab Saudi. Mungkin oleh-oleh haji dari salah seorang jama’ah masjid yang ditaruh di rak buku di masjid itu. Buat nambah koleksi bacaan mungkin. Meski kulihat di masjid itu koleksi kitabnya mengenaskan. Kelihatan kalau masih banyak muslimin yang tak suka membaca.

Continue Reading Bagaikan Bangunan (ketiga)…

Bagaikan Bangunan (kedua)

14 Juli 2008 pukul 21:46 | Ditulis dalam bagaikan bangunan | Tinggalkan komentar

Pekerjaan.

Ini memang menjadi fitnah sepanjang zaman. Ya, aku menyebutnya fitnah, ujian. Banyak yang tertipu karena pekerjaan. Makanya aku bilang dia itu fitnah. Kenapa tertipu? Ya. Ada yang bilang, bekerja itu kebutuhan aktualisasi diri. Banyak yang bilang bekerja itu kewajiban sebagai pemimpin rumah tangga. Bahkan banyak pihak mengatakan bekerja adalah ibadah. Yang lucu tapi nggak bikin tertawa adalah, bekerja adalah waktunya menyingkir dari rumah.

Continue Reading Bagaikan Bangunan (kedua)…

Bagaikan Bangunan

12 Juli 2008 pukul 09:10 | Ditulis dalam bagaikan bangunan | 1 Komentar

Kemarin aku mendapat tawaran kerja. Mengajar di sebuah Yayasan Pendidikan setingkat SMP atau SMU. Yayasan ini didirikan oleh salah seorang temanku juga. Dan yang dicari memang lebih diprioritaskan bagi teman-teman sendiri. Ini hal yang wajar bagiku. Jadi, memang bukan khusus untukku, tetapi untuk semua yang mau dan memenuhi beberapa kriteria tentunya. Akupun mulai sebarkan berita itu di kalangan teman-temanku. Siapa tahu dari mereka ada yang berminat. Kalau aku kebetulan masih asyik dengan status lamaku, pengangguran.

Continue Reading Bagaikan Bangunan…


Entries dan komentar feeds.