Lha Wong Jama’ah Kok Mung Nek Sholat

18 November 2008 pukul 21:09 | Ditulis dalam bagaikan bangunan | 2 Komentar

Kita ini gimana ya…..lha wong jama’ah kok mung nek sholat. Sedangkan kalo kerja sendiri-sendiri. Gak jama’ah. Maksudku saling ngedukung gitu loh….gimana kalau saudara kita gak ada kerja trus dia laper trus lemes gak bisa beramal sholih. Atau gimana kalau ada temen yang kerjanya di tempat haram tapi dia gak sadar atau gak ngerti kalau itu haram karena kurang ilmu. Atau mereka para orang-orang yang jihad fi sabilillah, baik yang di medan perang ngelawan kafirin, atau yang bergerak di bidang pendidikan yang gak terima gaji macem pegawai ngeri itu, ya….beda dengan pegawai ngeri yang dapet gaji bulanan, padahal mereka juga punya anak istri yang perlu di’pakani’ sedang mereka gak sempat kerja cari duit. Apa gak jadi pemikiran kita hayo….. Wis poko`e akeh banget kepiye-kepiyene…..

Nyerocos aku sama temanku yang kebetulan emang klik sama pemikiranku. Mengingat betapa perjuangan Islam harus ditegakkan mulai dari hal kecil sampe hal besar. Sementara aku baru bisa mikir hal-hal kecil.

Lha iya, kepiye ya Kang…. ada pemikiran apa sampeyan ki, sambung temanku itu.

Gak ada ide….lha mingsih bingung ngrasakne para sedulur iki lho…., sahutku

Lha kalau cuman nyerocos thok gak ada solusi ya, apa guna keluh kesah…., dia malah nembang.

Lha ya itu, orang macem aku ini kan bisanya cuman sambat sana sambat sini. Mau mikir sering gak gaduk, gak nyambung. Lha wong ilmune poro orang-orang itu dhuwure ra njamak je…. aku sering gak mudheng apa maksud mereka itu…. bukannya gak percaya sama mereka, tapi kadang yang di lapangan macem aku ini, gak tega ngeliat ada anak kecil kena gizi buruk…..atau pernah disambati utang sama seorang pejuang pendidikan di desa terpencil karena gak punya duit. Padahal dia rajin, cuman gak sempat kerja. Dia punya ’jam kerja’ lumayan tinggi di desa terpencil itu sebagai guru non gaji, sampe gak ada waktu buat nyari ongkos nyambung hidup keluarganya. Mana tahaaaann aku ngeliat yang begitu. Gara-gara dia bukan pegawai ngeri makanya dia gak dapet gaji.

Sebenarnya aku sih yakin, mereka tetap semangat dan ikhlas lillahi ta’ala buat perjuangan mereka. Tapi perjuangan juga butuh biaya to?

Ya, kang…

Kalau bukan kita yang mikirin mereka, masa’ mau berharap sama batu yang diam membisu. Atau berharap sama angin yang berhembus, kali aja nyangking duit disela hembusannya. Ngelindur apa….

Terus….?

Ya emang sih, kalau kita mau bersungguh-sungguh di jalan Allah, rejeki juga akan mengikuti. Tapi kalau kita gak ada usaha buat meraihnya, mana mau dia mampir sama kita….? Lha wong sudah ada nasi dan lauk serta sayur komplit di depan mata, terhidang di meja, kalau kita diam tak ada usaha, mana mau si nasi masuk sendiri ke mulut kita…?

Ho’oh…

Lha, makanya bagian mereka yang berilmu membagikan ilmunya kepada anak-anak kita, bagian kita adalah menopang perikehidupan mereka. Gimana, setuju?

Caranya, Kang?

Buanyak lah. Kalau gak bisa ngasih ikan, ya kasih kailnya. Syukur-syukur sekalian tunjukkan kalinya. Maksudku, kalau kuat, kita kirimi dana secukupnya buat kehidupan mereka. Gak mampu? Kalau gak mampu, coba kita buatkan mereka kerja yang bisa disambi. Bukan kerja yang bikin sesak gak sempat beramal sholih. Atau carikan juragan yang bisa menerima karyawan yang jam kerjanya suka-suka…tapi bertanggung jawab. Gak ada juragan yang mau? Ya sudah, kita cetak juragan yang bisa begitu.

Halah…ngimpi, Kang….

Biarin, daripada gak ada impian…gak ada harapan….. lha wong Islam gak cuman perlu orang-orang berani mati thok je, tapi juga butuh yang berani hidup.

Jadi, kepiye Kang….

Embuh, pikiren dhewe…….

2 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Memang hidup itu kadang kala membuat kita kelabakan cari uang kesana kemari, banting tulang, peras keringat hanya demi untuk menafaqohi anak binik. Semua itu meang hrs dilandasi dg ikhtiyar dan ikhlas lillahi ta’ala.Insyaallah akan mencukupi kehidupan kita sehari2.

  2. itulah mangkanya kita nggak maju2…
    coba kalo bekerja dgn berjamaah insya Allah susesnya berjamaah juga.
    dengan mengapllikasikan sholat berjamaah disetiap pekerjaan kita, insaya Allah semuanya kan berbuah hasil yg memuaskan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: