Imsak Tanda Stop Sahur?

10 Juli 2014 pukul 08:45 | Ditulis dalam ibadah gaul, irodatul khoir lil ghoir, jalan-jalan, kehidupan | Tinggalkan komentar

Assalamu’alaikum.

Cerita seputar sahur di perjalanan.

Suatu malam, aku dan teman sahur di warung hik di Jawa Timur.

Lagi asyik nggigit tempe eh…. imsyaaak………..imsyaaaaaaaaaaaak……….. panjang banget ya

Pak, mpun imsak loh…. seru si penjual nasi hik.

Nggih, Pak.

Aku pun lanjutkan makan sahur bersama teman.

Loh, kok taksih dhahar, Pak…

Lho, lha wonten punopo, Pak?

Lak sampun imsak, mpun mboten angsal dhahar lan ngunjuk.

Wah, mesti ganti kostum jadi mubaligh dulu nih, batinku.

Translated conversation:

Begini, Pak. Maaf sebelumnya. Imsak itu bukan tanda brenti sahur. Tapi adzan subuh itulah tanda brenti sahur. Maaf Pak, saya bicara sambil makan.

Apa iya to Pak…

Begini Pak, di Al-Quran ada potongan ayat begini (kebetulan aku masih hafal sebagian lafadznya, tapi lupa di ayat berapa)

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ

Artinya: lan podho mangan lan ngombeo siro kabeh saenggo cetho pertelo marang siro benang putih saking benang ireng saking sebab fajarrrrr…..

Lha fajar itu adalah tanda datangnya waktu subuh, Pak. Saatnya muadzin mengumandangkan adzan. Juga ada beberapa riwayat hadits shohih yang menerangkan tentang hal itu. Percaya deh, Pak. (hehe… panjang ceritanya kalau si Bapak nanya haditsnya)

Ah, embuh Pak. Monggo kalau begitu.

Wah, gagal propaganda nih… tak apa. Yang penting, temanku bisa senyum-senyum dan kami tetap makan sahur, meski dihiasi aksi “gulung tikar” si Bapak.

Begitulah sodara…

Adzan subuh itulah saat kita stop sahur. Awal? Tengah? Apa akhir adzan? Lah…. embuh…

Kalau disebut fajar ya fajar. Adzan subuh kan butuh waktu. Ya kesadaran saja lah. Begitu dengar adzan artinya kita diberitahu bahwa itu saat fajar. Ya sudah, kita lakukan tindakan deselerasi (perlambatan) sampai benar-benar habis bahan di mulut. Jangan langsung ngerem. Dimuntahin. Njijiki….

Aku lupa persisnya, tapi di riwayat Abu Daud ada diriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melarang orang yang sedang minum memutus perbuatan minumnya ketika dia mendengar adzan subuh. Tetapi hendaknya dia selesaikan minumnya itu.

Secara ihtiyath (ati-ati), wong Jowo dikenal jago. Tapi kadang karena terlalu ati-ati eh malah kebablasen. Apalagi kalau kurang ilmu. Bahaya wis…

Lha wong secara dalil, sahur yang baik itu yang akhir je. Gara-gara imsak kan jadi kemajon…. terlalu dini brenti sahur.

Lihat juga ini

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: