Bencana, Akal dan Hati

27 Januari 2014 pukul 06:52 | Ditulis dalam hikmah, renungan | Tinggalkan komentar

Indonesiaku

Bencana bertubi-tubi.

Banjir tak surut-surut, disusul gunung meletus, tanah ambles, jalan tol ambles…

Awan hitam yang dulunya selalu dinantikan karena membawa hujan, hari-hari ini menjadi sosok yang menggetarkan. Hujan yang mestinya membawa rahmat kehidupan di dunia berubah menjadi pembawa bencana. Gunung yang mestinya menjadi pasak bumi, berubah menajdi sosok yang menghantui. Tanah tempat berpijak pun tak lagi kokoh. Jalan yang menjadi urat nadi ekonomi malah menjadi sarana penguras energi…..

Manusia sebagai makhluk cerdas yang menduduki strata tertinggi di bumi mestinya menjadi species paling peduli. Tapi…. benarkah?

Coba saja….

Kema’siyatan…. masihkah merajalela dan semakin terbuka?

Korupsi…. bukankah semakin tak perlu malu?

Kejahatan…. bukankah hanya ada dalam buku cerita?

Kedhaliman…. bukankah hanya dari sudut pandang siapa?

Agama…. bukankah menjadi obyek perolok-olokan?

Dosa… bukankah hanya menjadi sebuah kata tak bermakna?

Siksa…. bukankah tak lagi menakutkan?

Lalu…

Al-Qur’an hanya sebagi penghias lemari. Bukan penghias hati.

Cara hidup Nabi hanya sedikit yang masih peduli.

Syari’at Islam menjadi makhluk paling dibenci di negeri ini.

Ulama dihina dan dicaci maki.

Padahal….

Manusia ini telah diberi akal dan kecerdasan untuk memahami “tanda”. Diberi bekal hati untuk memahami kehendak “Sang Pencipta”.

Tetapi….

Mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: