Biar Praktis…

5 Januari 2011 pukul 18:04 | Ditulis dalam ibadah gaul, irodatul khoir lil ghoir, keluarga, renungan | 3 Komentar

Kenapa pilih lokasi di sana Kang? Tanyaku ketika ada teman minta pertimbangan soal rencana rumahnya.

Biar praktis…..! jawabnya

Maksud praktis tuh gimana?

Biar sama-sama mudah lah…..kalau aku mau kerja juga dekat. Istri mau kerja juga dekat, jadi gak sampe jarak wajib mahram.

Tapi kan jauh dari teman-teman kajian? Jauh dari komunitas yang selama ini sudah saling memaham bagaimana dan siapa kita-kita?

Ehm….. dia terdiam.

Sepertinya dia tahu ke mana arah omonganku.

Kalau mau kuteruskan akan jadi begini.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam perlu mengingatkan kita bahwa “domba” yang disantap serigala itu adalah domba yang menyendiri.

Ali radliyallahu ‘anhu pernah menasihati kita bahwa kalau mau bikin rumah lihatlah calon tetanggamu.

Dan riwayat-riwayat lain yang mengandung nilai-nilai yang berlandaskan prinsip yang paling tinggi dan mulia….ISLAM.

Lanjut….

Pertimbangan orang bikin rumah biasanya lebih kepada faktor praktis ekonomis. Dekat jalan raya, dekat tempat kerja, dan lain-lain yang jelas sekali baunya beraroma apa….

Jarang orang menggunakan faktor “keinginan untuk menjadi semakin baik dan berkualitas nilai agamanya” sebagai hal utama dalam memilih dan mengambil fasilitas hidup ini. Orang lupa kalau alasan manusia diberi nafas hidup ini adalah untuk mengabdi dan menyembah Allah. Menuruti dan memahami kehendakNya.

Tiadalah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk mengabdi kepadaKu….!!! begitu…..

Dan carilah dengan apa yang ALLAH berikan kepadamu untuk akhirat, DAN JANGAN LUPA BAGIANMU DI DUNIA INI (ADALAH IBADAH)…..

Kemana rasa malu orang-orang Islam ini….pakaian mereka sangat islami…..omongan mereka sangat islami, tapi cara berpikir dan pengambilan keputusan yang dilakukan sangat condong kepada dunia. Sudah wahm-kah mereka? Cinta dunia dan takut mati? Padahal kalau sudah begini, muslimin hanyalah bagai buih di atas samudera. Banyak jumlah tapi tak ada bobot…..terombang-ambing terseret ombak.

Soal pilih lokasi rumah sih gak bicara soal halal haram, boleh pa gak boleh. Sah-sah saja mau bikin rumah di mana juga. Tapi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berlepas diri dari muslimin yang tinggal di daerah musyrikin. Kalau ada apa-apa nantinya biar ditanggung sendiri. Makanya kudu ati-ati aja….

Ya Allah…… tunjukilah aku

Ya Allah…….selamatkan saudaraku

3 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. rumah adalah taman pendidikan pertama dan utama untuk membentuk generasi penerus kita. jadi saya pikir tdk bisa sekedarnya..

  2. Mulai “mendalam” lagi nih tulisannya bang….

  3. ada sedikit jawaban tapi masi belum bisa dikerjakan..

    saya perlu seorang pembimbing yang bisa menenangkan hati..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: