Di Atas Hukum…?

21 Oktober 2010 pukul 08:19 | Ditulis dalam hikmah, irodatul khoir lil ghoir, renungan | 3 Komentar

Dari ‘Aisyah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Apakah engkau akan memberikan pertolongan untuk membebaskan suatu hukuman dari hukum-hukum yang telah ditetapkan Allah?”. Kemudian beliau berdiri dan berkhutbah. Beliau bersabda: “Wahai manusia, orang-orang sebelummu binasa adalah karena jika ada seseorang yang terpandang di antara mereka mencuri, mereka membebaskannya, dan jika ada orang lemah di antara mereka mencuri, mereka menegakkan hukum padanya.” Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut riwayat Muslim. Menurut riwayatnya dari jalan lain bahwa ‘Aisyah Radliyallaahu ‘anhu berkata: Ada seorang perempuan meminjam barang lalu memungkirinya, maka Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam memerintahkan untuk memotong tangannya.

Ini terjemahan dari kitab praktis Bulughul Maram.

Aku tidak akan sok pinter untuk mengupas hadits ini dari segi matan, sanad, muhkam atau mansukh, atau embuh istilah apa lagi itu…

Hadits ini sore kemarin diterangkan oleh seorang ustadz di sebuah masjid.

Aku tertarik dengan isi hadits itu. Sangat riil. Bisa jadi cermin. Cermin yang memantulkan polah tingkah orang-orang terpandang di masyarakat yang tolok ukurnya adalah kemegahan dan kekayaan serta kedudukan. Masyarakat dimana hukum bisa dibeli. Hukum bisa dinaik-turunkan batas pemberlakuannya. Dan seterusnya…

Bukan hal yang aneh kalau yang jadi sorotan adalah orang terpandang dari komunitas masyarakat umum (baca: non agamis). Yang aneh adalah bila cermin itu ternyata juga memantulkan apa yang terjadi di kalangan kaum santri.

Kadang terucap dari lisan seseorang begini:

Oh si gus itu ya, dia itu sudah diatas hukum.

Wah kalau untuk dia ya jangan diperlakukan dengan hukum yang sama dengan kita. Dia kan anak ustadz.

Coba kalau bukan anak kyai, pasti sudah tamat riwayatnya.

Coba gimana hayo….?!?!?!?

3 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. hukum Allah akan memberikan banyak manfaat apabila kita menjalankannya dgn sungguh2. tapi apabila kita mengabaikan hukum Allah, maka siap2 saja kerusakan akan meraja rela.
    semoga kita termasuk orng2 yg menjalankan hukum Allah.


    amien…

  2. Sikat semua aja. Jangan ada diskirminasi atas nama ilmu.
    Anak nabi aja belum tentu masuk surga, apalagi cuma anak kiai


    sikat…? odolnya mana…
    tanpa odol kan kecing…

  3. ya nanti sikatannya diulangi lagi kang… paki odol satu tube langsung


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: