Hormaaaatttt Gerrrraaaakkkkh….

11 Juni 2011 pukul 05:28 | Ditulis dalam hikmah, jalan-jalan, politik | 3 Komentar

Ini cuman butuh data sebenarnya.

Gara-garanya sih kasus dari Karanganyar Jawa Tengah. Sekolah mau ditutup gara-gara gak upacara sama gak hormat bendera.

Lantas muncul di otak ini keisengan baru. Iseng ini iseng mbandingin murid yang di sekolah yang diajarin angkat tangan buat hormat bendera sama yang enggak.

Cuman datanya kira-kira aja. Nungguin komentar yang bener-bener valid aja. Ini hasil keroyokan antara penulis dan pembimbing serta penguji. Hehe… data dibuat berimbang dan tidak memihak khas media massa…

Yang angkat tangan

Yang gak angkat tangan

Pas lulusan corat-coret baju sama bikin chaos di jalanan. Baju dikasih ke adiknya.
Ternyata para pejabat yang suka korupsi itu dulu waktu jadi murid mereka paling getol angkat tangan. Kan jadi ketua OSIS, pemimpin upacara, ketua regu, dsb pokok jadi ketua deh. Lulus kapan ya….?
Sebagian yang jadi suporter bola bawa bendera terus anarkhi, minimal menuhi badan jalan. Nonton bolanya di TV doang tuh… paling menuhin perut.
Banyak yang ngebet jadi pegawai sampai mau nyogok. Gak bisa jadi pegawai negeri, lah wong yang sudah jadi pun diancam pecat….
Angkat tangan itu tanda cinta (negara). Cinta tak harus angkat tangan, cinta sejati ada dalam hati…cieee.

Aku baca komentar di Solopos, begini:

Walimurid

Sbg walimurid albani, ancaman penutupan sekolah adalah wujud arogansi penguasa yang sedang cari muka. Coba cek lebih dekat prestasinya, banyak murid yang sudah hafal alquran minimal juz 30, juara matematika kabupaten, juara dokter kecil, fasilitas lab komputer lengkap, pemilik adalah alumni Jerman yang mau berbakti pada negeri, uang sekolah semua hanya untuk kemajuan murid, subsidi bagi murid yang tidak mampu tapi berprestasi, tertib sholat 5 waktu..pernah menolak DAK karena dana yang akan diterima tidak sesuai dengan jatah tapi diminta membuat LPJ harus sesuai dengan jatah (menguap sampai 40%). Akhirnya walimurid bergotong royong iuran untuk membantu sekolahan tsb. Masihkah dipertanyakan soal nasionalisme..??

Nyi Gerbang Sukowati

Nah…sekarang baru pada bingung , sebenarnya sdh banyak Pegawai Pemerintah yang sdh lupa dg sumpah dan janjinya, Mereka Mau Duitnya tapi tdk Patuh dan Taat pada Negara. Tindak Tegas kalau perlu diPecat dengan tidak hormat, masih banyak Rakyat yang berbakti terhadap nusa dan bangsa ini. Bukan hanya di Karanganyar saja semua kabupaten2 disebelahnya juga dicari, kalau ditemukan itu Institusi atau sekolah Bekukan inin operasinya, Kita bukan negara Rendah yang bisa di intervensi Golongan atau Rakyat tertentu. Kita berdaulat, kalau tidak mau di RI ini silahkan hengkang ke Negara lain.

ATMO

menurut analisis saya….itu adalah hormat kepada jasa para pendiri negara… klo gak mau yah,… masih banyak loyal pada aturan dan ketentuan negara negara…siap menggantikan jadi PNS

muhammad faji

pda dsrnya itu tergantung pada niatnya, saya sependapat dg ketua MUI Kr.Anyar, sya yakin y melakukan tindakan demikian blm diklarifikasi dg mencari sumber2 tertulis termasuk Al Qur’an…. suruh belajar dlu lah pak sebelum berbuat, jadi pendidik koq nggak mikir dlu…..

sastro

kalo sudah ndak mau jadi PNS mending mengundurkan diri. PNS itu sama kayak TNI-Polri dimana NKRI harga mati, termasuk didalamnya Sang Merah Putih. kalo menghormat = menyembah, berarti PNS tadi jelas2 menentang dhawuhe Kanjeng Nabi untuk menghormat orang tua

desty

semua tergantung niatnya, cara menafsirkannya… kalau mereka benar2 paham dlm agamanya pasti bisa mengerti, tp kalau cuman setengah2 … yaaaaaaaa… blm bisa paham pengertian mana yg syirik mana yg bukan … sabar yaaaa… dlm membina orang yg setengah2 !

Bagus Giri HQ

Kalau mereka sudah meyakini bahwa Menghormat Bendera Merah Putih adalah Syirik & Bid’ah adalah pilihan Dan semoga kasus ini Pemerintah pusat, Para Kyai, Para Ustadz, Para Habib, Para Ulama dapat merenungkan untuk di ambil sebuah keputusan.

sambang dalan

pertanyaannya adalah, “ apakah ruang untuk belajar dan mengamalkan ajaran Agama bagi warga Indonesia semakin dipersempit ?“ ada reaksi biasanya diawali dengan adanya aksi……yuk kita sama-sama koreksi…

mbah mull

hehehe ora hormat bendera mbok biarin wong nggak ngaruh apa2 sama negara kita walaupun tuju kali sehari hormaT BENDERA apa akan merubah ke adaan hai para pemimpin apa kurang kerjaan ngurusi bendera ngaca dong sudah bersihkah dirimu dari korupsi itu yg paling penting untuk bangsa ini ,

sinta

Di amerika tidak ada upacara bendera, tapi mereka tetap jadi bangsa besar. Esensi dalam keseharian yang penting, bukan seremoni. Kasian lihat PNS tiap senin lari-lari seperti binatang untuk upacara atau akan dihukum jemur. Atau memang segitu kualitas martabat manusia Indonesia?

Sudah dulu ngutip korannya, yang lain sebenarnya masih banyak.

Eh…

Waktu ada orang sewot bilang, tuh sekolah pada gak ngerasa gimana para pahlawan berjuang buat merah putih berkibar noh….. makar tuh…

Trus aku nanya aja sama dia, emang merah putih dibikin tahun berapa Mas? Trus Pangeran Diponegoro, Tuanku Imam Bonjol, dan kawan-kawan itu berjuang melawan penjajah di tahun berapa ya Mas?

Eh…si Mas itu cegukan…

Konon katanya buat sekolah itu dana BOSnya mau dicabut. Penasaran aja aku meluncur ke TKP daerah Matesih. Masya Allah, sekolah keren bangunan megah dan oke gitu mana ngaruh BOSnya ditarik? Meluncur ke Tawangmangu, sama aja… sekalian mampir warung kelinci ah…eh ada sate landak juga, sate biawak ada juga…komplit. Sambil bersihin daging kelinci dari piring, kepikir olehku, emangnya sekolah-sekolah itu masih dapet BOS ya? Masak sih? Logikanya, pemerintah kalau kasih bantuan, mana ada yang gratis? Pastinya udang ngumpet dibalik batu lah….

Ehm,  kembali ke soal mbandingin tadi.

Gimana terusnya? Lupa deh….

Tolong doong bantuin aku ya….. datanya dikomplitin apa direvisi apa diapain gitu…. tapi jangan berantem panas-panas gitu.

3 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. aku mau awan pas jupuk raporte anakku, iseng2 takok ro ustadze,,,neng solo ki gak pati rame kok,,,masalah kui. teko ngomah aku takok ro anakku,,,” dek kowe apal pancasila tidak,,,? ” anakku mung meneng wae. “apal ra dek,,,? tak baleni pitakonku mau.
    “aku gak mudeng yah,,,,? jawab anakku.
    “alhamdulillah,,,!” jawabku.

  2. sya pernah dilatih upacara & PBB oleh seorang marinir. tapi gk pernah di ajari angkat tangan di depan muka di hadapan bendera. sing ngajari pak marinir lho…….


    kuwi marinire wis mudheng mas nurhadihusna….iso “menempatkan sesuatu pada tempatnya”….
    omong-omong sing nge-klik tulisan iki akeh ning sing komen lagi loro thok dho ngopo yo…?

  3. halah……upacara bendera????
    jangan ngimpi!!jangan urus yang sini!di ujung sana tuh….wayahe pitulasan malah kibar2 bendera malaysia kug ga ada respon?
    sableng yak pemerintah? ups!!kasar banget ngomonge hehe


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: