Kok Pada Gak Puasa Ya?

27 Juni 2015 pukul 07:17 | Ditulis dalam curhat, irodatul khoir lil ghoir, jalan-jalan, kehidupan, renungan | Tinggalkan komentar
Tag: , , , , ,

Jum’at kemarin aku ngantar si Ahmad anakku yang nomer 3 buat bekam di tempat teman di daerah Kemuning. Rencananya sekalian buka puasa di Resto Kemuning langganan.

Karena sedang puasa, bekam hanya dijalani separuh dari biasanya. Jadi selesainya cepat. Dari perkiraan sekitar maghrib, ternyata selesai sebelum adzan Ashr.

Akhirnya kami pesan dulu buat berbuka di resto, lalu kami naik sampai ke bagian yang paling tinggi dari kawasan kebun teh. Nunggu buka sambil menikmati pemandangan yang subhanallah…. indah bener.

Tapi keindahan itu terganggu dengan banyaknya orang-orang yang makan dan minum serta merokok di daerah itu. Padahal bulan Ramadhan.

Mungkin mereka bukan orang Islam… aku berusaha husnudhon.

Tapi kemudian aku temui mobil yang cirinya menunjukkan pengendara muslim. Dan isinya 3 orang muda lagi gagah keren gitu. Mereka keluar mobil terus nongkrong di warung. Eh, pesan mie….

Mungkin mereka sedang safar. Kan boleh bagi orang bepergian dalam jarak tertentu lantas berbuka. Atau, mungkin itu mobil rental terus mereka bertiga non muslim, aku terus berusaha husnudhon.

Lah… di dekat situ ada jilbaber (gaul) yang ngobrol dengan teman-temannya, di tangan kirinya ada kemasan air minum yang isinya setengah… ya mungkin dia sedang haidh, tetap husnudhon, wis…

(ingat si Ade Armadillo yang promosi makan dan minum tangan kiri gak papa karena hadits yang nurut dia irrasional itu…)

Tapi kok makin banyak saja orang-orang yang meraka asyik makan atau merokok di area situ ya…? Ditambah lagi fenomena di mana semakin banyak orang yang abai terhadap Islam bahkan phobia terhadap syari’at Islam, membuatku sulit untuk tetap berhusnudhon kepada mereka.

Hmm… astaghfirullah…

nunggu buka

Ada sebuah kisah dari sahabat Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu. Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,”Ketika aku tidur, aku didatangi oleh dua orang laki-laki, lalu keduanya menarik lenganku dan membawaku ke gunung yang terjal. Keduanya berkata,”Naiklah”. Lalu kukatakan,”Sesungguhnya aku tidak mampu.” Kemudian keduanya berkata,”Kami akan memudahkanmu”. Maka aku pun menaikinya sehingga ketika aku sampai di kegelapan gunung, tiba-tiba ada suara yang sangat keras. Aku tanya,”Suara apa itu?” Mereka menjawab,”Itu adalah suara jeritan para penghuni neraka.” Kemudian dibawalah aku berjalan-jalan dan aku sudah bersama orang-orang yang bergantungan pada urat besar di atas tumit mereka, mulut mereka robek, dan dari robekan itu mengalirlah darah. Kemudian aku (Abu Umamah) bertanya,”Siapakah mereka itu?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,”Mereka adalah orang-orang yang berbuka (membatalkan puasa) sebelum tiba waktunya.” (HR. An Nasa’i dalam Al Kubra, sanadnya shahih)

(Terserah, si Armadillo mau bilang ini juga irrasional. Lihat saja nanti di akhirat)

Tapi bagaimana lagi, banyak orang sudah gak takut dosa. Mereka lebih takut sama begal daripada sama Allah.

Akhirnya kami jalan lebih naik lagi sehingga tak ada warung dan mereka itu.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: