RIP (Rest in Peace)

29 Maret 2015 pukul 08:47 | Ditulis dalam curhat, hikmah, ibadah gaul, irodatul khoir lil ghoir, kehidupan, renungan | 1 Komentar

Hari-hari ini semakin banyak saja orang Islam yang mengucapkan doa bagi orang yang baru meninggal dengan ucapan Rest in Peace. Entah, di status WA, BBM, Twitter, atau media sosial lainnya.

Tau gak sih….

Islam mengatur semua hal. Semua-mua….

Tapi diluar sana ada orang yang nyari selamat dengan mengikuti sunnah Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, dan ada juga orang yang ingin menimbulkan huru-hara dengan menimbulkan hal-hal yang mengundang perdebatan, dan ada lagi yang coba mematikan sunnah secara terang-terangan.

To the point ajah,

Pertama

Ketika mendengar orang mati, Islam mengajarkan kepada ummatnya untuk mengucapkan

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

Yang diambil dari bunyi ayat:

الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

Berdasarkan kaidah berikut,

ثُمَّ جَعَلْنَاكَ عَلَى شَرِيعَةٍ مِنَ الْأَمْرِ فَاتَّبِعْهَا وَلا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَ الَّذِينَ لا يَعْلَمُونَ

Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama itu), maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui. (Al-Jatsiyyah: 18)

Dan ucapan Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam ketika berkhutbah

إن أصدق الحديث كلام الله، وخير الهَدْي هَدْي محمد صلى الله عليه وسلم

Sesungguhnya sebenar-benar perkataan adalah kalam Allah, dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam.

Kedua

Dalam konteks ucapan Rest in Peace, ia adalah satu bentuk ucapan doa yang biasa diucapkan dalam agama Kristen terutama dalam madzhab Katolik sejak abad ke-18. Dan biasanya diukir di batu nisan mereka.

Bunya doa lengkapnya adalah “May his soul and the souls of all the departed faithful by God’s mercy rest in peace”

Ketiga

مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ آَمَنُوا أَنْ يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوا أُولِي قُرْبَى مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ

Tidaklah dibenarkan bagi Nabi dan orang-orang yang beriman, meminta ampun bagi orang-orang musyrik, sekalipun orang itu kaum kerabat sendiri, sesudah nyata bagi mereka bahwa orang-orang musyrik itu adalah ahli neraka jahiim. (At-Taubah: 113)

Maka,

Tidak layak bagi orang Islam menggunakan kata-kata itu untuk pengucapan bagi non muslim yang meninggal.

Lalu, bagi sesama muslim bagaimana?

Kembali kepada kaidah pertama, maka yang diucapkan adalah:

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

Itu yang sesuai sunnah. Dan karenanya diganjar.

Halah… itu kan cuman perkataan. Asal dalam hati gak ngikutin ibadah non muslim kan gak papa….

Maka surat Al-Maidah ayat 17 dan 72 telah menjawab:

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ

Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putera Maryam.”

Cuman perkataan bisa menyebabkan orang menjadi kafir. Waspadalah….

Wallahu a’lam.

1 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. artikel menarik , termakasih infonya, sangat bermanfaat


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: