Penghina Jokowi Masuk Bui, Penghina Nabi…..???

30 Oktober 2014 pukul 12:23 | Ditulis dalam curhat, hikmah, irodatul khoir lil ghoir, kehidupan, politik, renungan | Tinggalkan komentar

Melihat kasus buruh tukang sate yang masuk bui, jadi ingat kasus para pelaku penghinaan dan penodaan terhadap Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, kepada istri dan sahabat beliau.

Ada hal yang jelas berbeda. Derajat kepresidenan jelas berbeda dari derajat kenabian. Secara aqidah lebih tinggi dan mulia derajat nabi ketimbang presiden. Gak level…

Derajat kenabian ini diturunkan dari Allah Pencipta semesta alam. Dan tindakan Nabi adalah:

وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى . إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى

Jadinya dia bersifat ma’shum.

Derajat presiden bagaimana?

Berangkat dari titik ini, jelas presiden memiliki posisi lebih rendah dari Nabi. Apalagi kalau ditambah variabel-variabel yang lain yang masih banyak berserak itu, tentu akan semakin menguatkan betapa tinggi dan mulianya Nabi.

Kembali ke judul…..

Apakah ini menjadi (salah satu bukti) “kebenaran” dari ucapan salah seorang “tokoh” yang mengatakan bahwa hukum konstitusi itu lebih tinggi dari hukum agama? Sehingga hukum Allah harus dikalahkan, dan hukum konstitusi yang harus dimenangkan?

Tapi bukankah orang yang tidak memutuskan perkara menurut hukum Allah, termasuk dari tiga macam ini? Bahwa kalau alasannya;

  1. Karena benci dan ingkarnya kepada hukum Allah atau melihat hukum lain lebih baik dari hukum Allah, orang yang semacam ini menjadi kafir (surat Al Maa-idah ayat 44)
  2. Karena menuruti hawa nafsu, demi kekuasaan atau kepuasan, sudah tahu hukum Allah tetapi nekat ditinggalkan, jadilah dia dhalim (surat Al Maa-idah ayat 45)
  3. Karena kebodohan dan ketidaktahuan sehingga tidak menjalankan hukum Allah maka jadilah dia fasik (surat Al Maa-idah ayat 47).

Bukankah ketiga-tiganya buruk keadaannya?

Kembali ke bullying kepada presiden.

Apakah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah dibully?

Pernah…. sering malah.

Pas beliau sholat di dekat ka’bah, eh…ditimpuk dengan jerohan unta. Gak bisa bangun beliau. Mesti ditolong oleh sahabat beliau.

Kalau pas lewat di sebuah jalan, eh… dilemparin kotoran binatang sama si Yahudi.

Pintu rumah beliau suka ditaruh tai. Pernah dibilang jadi tukang sihir. Pernah dituduh gila juga. Pernah juga dihembuskan isu yang bisa meretakkan keharmonisan rumah tangga. Provokatif banget tuh. Mantaps…

Tapi Nabi gak marah. Gak ngancam bui sama si penghina.

Sepanjang bullying itu hanya menyentuh sisi pribadi beliau, adem ayem aja tuh. Anggap sebagai bagian dari proses peningkatan derajat dihadapan Allah. Orang yang membawa ajaran Islam yang sesungguhnya pasti akan dibenci dan dimusuhi. Sabar, maka diganjar.

Tapi kalau bullying sudah menyentuh ranah syari’ah, ranah hukum, ranah agama, ranah muslimin secara umum. Subhanallah…. kemarahan Nabi sungguh menggetarkan hati orang-orang kafir hingga tempat yang jauh. Gaung kemurkaan itu membuat hati orang kafir jadi ciut. Kecil.

Tapi mbuh piye Indonesia ini. Kalau orang yang dianggap menghina presiden saja terancam masuk bui. Tapi kenapa ancaman ini tidak berlaku untuk para penghina Nabi dan Islam?

Indonesia geger karena “kepolosan” remaja buruh tukang sate, tapi adem ayem saja meski para musuh Allah itu melakukan pelecehan agama secara terstruktural dan masif.

Jadi silakan tangkap si penghina presiden, tapi tangkap juga para penghina Nabi itu….!!!

Kalau tidak, lantas standar ganda apakah yang digunakan oleh penguasa dan aparat di negeri ini?

Posted from WordPress for Android

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: