Gindara Ikan Setan

6 September 2014 pukul 08:46 | Ditulis dalam jalan-jalan | Tinggalkan komentar

Assalamu’alaikum…

Habis testdrive Datsun Go+ Panca, perut kok lapar.

Akhirnya dari dealer Nissan Solobaru meluncur ke arah timur. Di sekitar pasar Telukan, Sukoharjo ada warung makan yang selama ini tidak aku perhatikan. Tapi kok siang itu jadi perhatian. WIL….

gindaraNamanya Warung Ikan Laut. Masuk, duduk, lihat menu. Ada ikan Gindara. Apa pula ini….

Ya sudah coba saja. Aku pesan sayur asem gindara, temanku pesan gindara bakar. Sambil nunggu pesanan datang, ada artikel tentang ikan Gindara yang sepertinya sengaja disediakan yang empunya warung. Aku baca saja. Ternyata nukilan dari riwayat Liputan6.com.

Begini: Sekilas ikan gindara tampak seperti ikan tongkol. Rasa dan tekstur dagingnya pun serupa dan cocok untuk dibuat daging tanpa tulang (fillet). Namun untuk urusan khasiat, ikan gindara–yang juga dijuluki ikan setan–ternyata sangat potensial untuk dikembangkan sebagai bahan neutrasikal atau berfungsi sebagai obat.

Minyak dari ikan gindara mampu meningkatkan fungsi kekebalan tubuh dan memberikan perlindungan terhadap jenis kanker tertentu. Ikan gindara akan mempercepat proses peningkatan trombosit bila ikan tersebut dikonsumsi rutin beberapa iris setiap hari.

Hal ini membuat ikan gindara sangat pas dikonsumsi untuk menyembuhkan tifus dan demam berdarah, karena faedahnya yang mempercepat proses peningkatan trombosit di dalam tubuh.

Khasiat minyak ikan gindara tak lepas dari komponen yang dikandungnya yang terdiri atas 2,92 persen lemak jenuh, 88,73 persen lemak tidak jenuh tunggal (MUFA–Mono-Unsaturated Fatty Acid) dan 8,32 persen lemak tidak jenuh (PUFA–Poly-Unsaturated Fatty Acid) dari total berat badan ikan.

Para peneliti dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan (Balitbang KP) menyebutkan bahwa ikan gindara mengandung omega-9 (95 persen) yang mampu menurunkan kolesterol.

Ikan ini juga mengandung asam lemak tak jenuh ganda atau Docosahexanoat (DHA) sebesar 1,98 persen yang sangat dibutuhkan untuk perkembangan otak.

Studi yang dilakukan Dr Robert McNamara dari Departemen Psikiatri University of Cincinnati College of Medicine menyimpulkan bahwa anak laki-laki usia 8-10 tahun yang diberi asupan DHA terbukti lebih bagus hasilnya dalam mengerjakan tugas-tugas akademik.

Nah…

Eh, besok paginya waktu BAB, feses terasa beminyak.

Beneran nih… bisa bikin luruh lemak. Oke dong buat diet…

Tapi kalau kebanyakan makan kayaknya bisa bahaya nih. Iritasi usus atau kanker (kantong kering)…

Oia… judul gak nyambung sama isi. Biarin…

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: