Mencoba Bersyukur dengan Menikmati Sarapan

17 Juni 2014 pukul 06:30 | Ditulis dalam ibadah gaul, irodatul khoir lil ghoir, jalan-jalan, romantika | Tinggalkan komentar

Assalamu’alaikum…

Ini perkara ngrasani orang.

Kemarin aku beli sarapan nasi liwet sama teman. Beli 3 bungkus untuk berdua dan 7 bungkus untuk istri dan anak-anakku di rumah. Trus aku jalan saja nyari tempat representatif buat menikmati. Tak lama kami nemu tempatnya. Di bawah pohon beringin. Suejuk tenan masya Allah….

Kami pesan teh anget dari warung hik yang ada di situ, buat nemanin nasi liwet. Sekalian pinjem sendok, hehe…

Sesuap demi sesuap kami nikmati pelan-pelan. Subhanallah…. mantaps sarapan beginian.

Tapi bukan itu fokus rasanan kita.

Sekira 3 sendok kami baru nikmati. Ada anak muda datang ke warung hik itu. Kesan tergesa-gesa langsung bisa kami rasakan.

Motor dia parkir begitu saja, langsung ambil tempat duduk, tangan kiri meraih sebungkus nasi kucing (nasi sekepal yang dilauki secuil bandeng dan sambel ndeso) sembari tangan kanan meraih sendok. Buka bungkusan langsung makan. Yakin ra moco bismillah…

Sambil moco-moco (mulut monyong karena mengunyah makanan sepenuh mulut) dia pesan minuman ke ibu yang jualan.

wush...wush...

wush…wush…

Masya Allah, kami baru setengah perjalanan, eh dia sudah nambah satu bungkus lagi. Tangan kiri meraih tempe goreng. Sambil tangan kanan mendesakkan suapan berikutnya, tangan kiri tak mau kalah buat bela-belain si tempe biar dapat ruang di mulut yang sudah moco-moco itu.

(Dalam Islam ada larangan makan/minum dengan tangan kiri, karena itu adalah perbuatan setan. Percaya deh, di alamnya sono, setan tuh makan pake tangan kiri. Itu buat penanda atau pembeda. Manusia makan pake yang kanan, setan makan pake yang kiri, apapun bentuk setannya)

Tak lama dia selesaikan ritual sarapannya. Sekejap mata…wush…wush…

Yang jadi pertanyaan kami adalah:

Kenapa dia sampai begitu tergesa-gesa?

Kenapa dia sampai lupa adab makan? Entah agamanya apa, gak segitunya kan…

Apakah dia sempat bersyukur dengan nikmat sarapan yang sudah Allah berikan?

Hidup macam apa yang dia sedang jalani?

 

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: