Banyak Anak Banyak Rezeki

30 Januari 2014 pukul 07:54 | Ditulis dalam hikmah, irodatul khoir lil ghoir, jalan-jalan, kehidupan, keluarga, renungan, romantika | Tinggalkan komentar

Beberapa hari lalu aku nengok anakku yang tinggal di asrama pondok pesantren di daerah Sragen. Pulangnya lewat kawasan hutan karet. Sempat aku foto beberapa moment. Tapi ada yang membuat aku merenung dan bersyukur.

Aku bandingin foto ini

bykDan ini

byk (2)Ada kemiripan. Sama-sama banyak anak.

Si menthok punya anak 9 ekor. Aku punya anak 11 orang dengan kondisi saat ini hidup 7, meninggal 3 dan dalam perut ibunya 1.

Tapi satu hal yang pasti, si menthok itu gak pernah sekolah, punya gelar, koneksi, dan lain-lain. Tapi untuk sekedar hidup dan mengurusi anak-anaknya serta sekedar memenuhi kodratnya sebagai makhluk Allah…. cukup.

Lha bagaimana aku? Dan aku-aku yang lain?

Kalau untuk menthok yang sedemikian “sederhana” saja Allah kasih jatah rezekinya. Bukankah manusia “lebih berhak” untuk yakin dengan jatah rezekinya?

Lantas kenapa manusia mesti keluar dari rel kodrat untuk menjadi hamba Allah yang baik? Kenapa mereka masih saja rakus dan tamak?

Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum (dalam kebaikan) sampai mereka mengubah sendiri nasibnya itu (menjadi binasa dan celaka).

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: