Biker Bujangan Dianjurkan Segera Menikah

20 Desember 2013 pukul 06:56 | Ditulis dalam ibadah gaul, irodatul khoir lil ghoir, jalan-jalan | Tinggalkan komentar

Assalamu’alaikum…

يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ ، وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ ، فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ

“Wahai kaum muda, barangsiapa di antara kalian telah mampu berkeluarga hendaknya ia menikah, karena ia dapat menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan. Barangsiapa belum mampu hendaknya berpuasa, sesungguhnya ia menjadi perisai baginya.”

setuju...

setuju…

Ya kan, Gan…

Mengapa agama menganjurkan pernikahan? Ada teman yang cerita versi non agama begini:

Ada temannya yang iseng, ngukur kandungan testosteron…

Nah, dianya yang kebagian neliti sisi kejiwaannya…

Hasilnya?

Ternyata kandungan hormon testosteron sangat dipengaruhi oleh interaksi sosial. Artinya, biker atau siapa saja yang menikah, punya keadaan yang sangat berbeda. Laki-laki yang menikah punya kandungan hormon lebih rendah dibanding bujang. Nah lo…

Kenapa emang…?

Kenyataan aja, Gan… jujur…

Interaksi yang konstan antara ane dan bini maupun buah hati ane, bikin ane ayem… tentrem. Nurut penelitian, ini gara-gara sang hormon menurun kadarnya. Bahkan, konon katanya sih, hal begini juga bisa bikin laki-laki jadi pribadi yang hangat dan bertanggungjawab. Hehe…

Ane juga ngerasa, lebih enjoy ngabisin waktu di rumah. Kalau lagi gak ngeluyur sih Gan. Kalau pas ngeluyur juga, ane pegang setang juga jadi tenang gak srunthulan. Mikir anak istri, Gan. Apalagi kalau ngeluyur satu keluarga… ane sebiji dan istri ditambah tujuh anak…. bener deh. Anak ane tadinya sepuluh, Gan. Yang tiga sudah duluan pergi… ye malah curhat…

Tapi coba lihat kaum bujang lajang.

Dipicu kadar testoteron yang tinggi, membuat si lajang gampang tersengat alias selalu ingin memuaskan hasrat seksualnya. Bahkan, bisa sangat liar.

Memang ada sebagian orang kasih siasat, alihkan perhatian dengan aktifitas bermanfaat. Paling betot gas… main srunthul…. nantang pak polisi di jalan. Pacu adrenalin…

Kenapa ya, Gan…

Wajar lah, seks adalah kebutuhan fisiologis, bukan sekedar biologis. Kalau pas pengin, musykil ditunda. Sayangnya, si bujang gak nemu kantong penyaluran. Gak ada bini, Gan.

Loh, kan bisa seks bebas, melacur…. Sudah banyak contoh di masyarakat negara maju…. aman-aman saja kan….(terkutuk, dosa besar yang beginian….)

Yakin deh Gan…. hidup begitu gak bakalan tenang…. gak aman. Baik secara fisik maupun psikis…

Masih nurut teman, secara siklus hormonal, gelombang testosteron mengiringi intensitas kegiatan seks. Peningkatan kadar testosteron juga akan memicu perubahan hormonal, yang secara otomatis, meningkatkan produksi sperma.

brani...?

brani…

Laki-laki secara naluriah, dipengaruhi kadar hormon seks yang tinggi dan efeknya  jadi lebih responsif terhadap pasangannya. Kalau sudah begini (mampu fisik dan psikis), mengapa menunda pernikahan?

Kalau belum siap?

Agama nganjurin puasa tuh… deket sama Yang Maha Kuasa. Sering ke masjid. Shalat jama’ah. Banyak ngaji dengarin nasihat ustadz. Baca Al-Qur’an. Bisa jadi tameng. Apa iya puasa gak kuat? Kebangetan deh…

Nekat gak kuat puasa? Ya nikah…

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: