Berhemat ala Presiden

6 Juni 2012 pukul 07:58 | Ditulis dalam aku gak tanggung, curhat | 3 Komentar

Kisanak….
Banyak berita dan cerita tentang pidato presiden beberapa waktu lalu, dimana si dia melahirkan lima buah program berhemat. Mereka adalah:
1.    Kendaraan Dinas Pemerintah dilarang menggunakan BBM bersubsidi yang diatur dalam sebuah Permen yang menjadi dasar penggunaan BBM bersubsidi secara ketat.
2.    Kendaraan untuk dipertambangan dan perkebunan, dilarang menggunakan BBM bersubsidi.
3.    Konversi diversifikasi dari BBM ke BBG akan dijalankan.
4.    Perusahaan Listrik Negara (PLN) dilarang untuk membangun pembangkit-pembangkit Listrik baru yang berbasisikan BBM dan pindah ke batubara,gas,geothermal, atau PLTA.
5.    Penghematan listrik di gedung-gedung pemerintah pusat, gedung pemerintah daerah, rumah menteri, rumah dinas pejabat daerah.

Kira-kira begitu…

Lha terus aku mlaku-mlaku sak karepku…. ngintip respon dari masyarakat desa sepertiku. Survey membuktikan:
–    Rakyat desa bingung. Hemat yang bagaimana lagi…. wong tiap hari mereka sudah hemat. Atau paling tidak terpaksa berhemat atau terpaksa menghemat…
–    Rakyat kota geram. Kebijakan tidak nyasar kata mereka. Mestinya SBY dan pemerintah tuh yang mesti berhemat.
–    Beberapa orang pegawai ngeri (baca: negeri) yang kudapati pas mbolos jajan soto karang khas Karanganyar ada yang ngedumel. Kata dia, anggota dewan tuh yang mesti ngirit. Sudah nguras duit rakyat, hobi plesir suka bolos kerja lagi…. (eit… gak nyadar diri)
–    Temanku si penjual koran sewot, gara-gara koruptor…eh rakyat yang jadi korban. Kebijakan salah sasaran itu…
–    Di koran, ada anggota dewan yang keliatannya agak ngerti pendidikan bilang, mestinya manajemen pemerintah yang harus dibenahi.

Wis embuh, pokoke banyak yang gak terima seruan presiden mereka sendiri.

Nurut aku sih. Seruan sang presiden sudah benar. Pas….
Dari rakyat, untuk rakyat, dan oleh rakyat. Begitu kan….? Masak sih lupa sama pelajaran sekolah?

Kalau ada orang bilang, presiden itu bodoh… lah…yang milih siapa?

Kalau ada yang bilang presiden itu ngawur, nah lo…yang milih lebih ngawur dong…

Sebentar,

Ngaku saja…

Sampeyan yang jadi rakyat jangan-jangan gak becus menjadi rakyat. Gak bisa milih pemimpin yang bener. Bisanya milih penguasa yang bukan pemimpin.

Trus kalau sampeyan nanti yang dapat giliran berkuasa, bisanya cuman niru pendahulunya atau malah lebih beringas dan lebih tak punya malu…
Ingat saja, yang sekarang ini pada berkuasa kan dulunya juga rakyat biasa yang juga protes kepada para penguasa waktu itu. Berdemo mencela kelakuan para penguasa dan menuntut mereka agar berbuat begini dan begitu seolah-olah membela rakyat. Eh, giliran yang didemo sudah lengser, tahu sendiri kan apa yang mereka lakukan sekarang…!!!

Jadi gimana dong…

3 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Demokrasi adalah proses untuk memilih orang/sekelompok orang yang pada nantinya bisa dikambinghitamkan atas ketidakberesan yang akan terjadi- kira2 begitulah pemahaman orang indonesia tentang arti demokrasi, mulai dari yang kurang berpendidikan sampai yang ngotot setengah mati ngaku2 berpendidikan


    kalau ternyata kambingnya hitam semua gimana Mas….

  2. Assalamu’alaikum

    apakabar saudaraku? lama tak kemari dan membaca banyak tulisan yg membawa kebaikan utk kita smua…

    salam dari pemilik blog dCamz🙂

  3. Janji SBY untuk membantu Palestina, khususnya untuk mendirikan rumah sakit Indonesia di Palestina hanya isapan jempol. (arrahmah.com)

    http://atmokanjeng.wordpress.com/2012/11/29/pray-for-palestina/


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: