12 Lagu Anak-Anak Indonesia Yang Menyesatkan

14 November 2010 pukul 08:47 | Ditulis dalam iseng, jalan-jalan | 5 Komentar

Anda mungkin sering mendengar dan menyanyikan lagu anak- anak, baik anda saat masih kecil atau bernyanyi untuk anak anda / adik – adik anda. Ternyata lagu anak – anak yang populer banyak mengandung kesalahan, mengajarkan kerancuan, dan menurunkan motivasi. Berikut buktinya:

1.  Balonku.

“Balonku ada lima… rupa – rupa warnanya… merah, kuning, kelabu.. merah muda dan biru… meletus balon hijau, dorrrr!!!” 

Perhatikan warna – warna kelima balon  tersebut. Kenapa tiba – tiba muncul balon warna hijau ?? Jadi jumlah balon sebenarnya ada 6, bukan 5 !

2.  Seorang Kapiten.

“Aku seorang kapiten… mempunyai pedang panjang… kalo berjalan prok.. prok.. prok… aku seorang kapiten!” 

Perhatikan di bait pertama dia cerita tentang pedangnya, tapi di bait kedua dia cerita tentang sepatunya (inkonsistensi). Harusnya dia tetap konsisten, misal jika ingin cerita tentang sepatunya seharusnya dia bernyanyi : “mempunyai sepatu baja (bukan pedang panjang)… kalo berjalan prok..prok.. prok..” nah, itu baru klop! jika ingin cerita tentang pedangnya, harusnya dia bernyanyi : “mempunyai pedang panjang… kalo berjalan ndul..gondal. .gandul.. atau srek.. srek.. srek..” itu baru sesuai dg kondisi pedang panjangnya!

3. Bangun Tidur.

“Bangun tidur ku terus mandi.. tidak lupa menggosok gigi.. habis mandi ku tolong ibu.. membersihkan tempat tidurku..” 

Perhatikan setelah habis mandi langsung membersihkan tempat tidur. Lagu ini membuat anak- anak tidak bisa terprogram secara baik dalam menyelesaikan tugasnya dan selalu terburu – buru. Sehabis mandi seharusnya si anak pakai baju dulu dan tidak langsung membersihkan tempat tidur dalam kondisi basah dan telanjang!

4. Naik Ke Puncak Gunung

“Naik – naik ke puncak gunung.. tinggi.. tinggi sekali.. kiri kanan kulihat saja.. banyak pohon cemara.. 2X” 

Lagu ini dapat membuat anak kecil kehilangan konsentrasi, semangat dan motivasi! Pada awal lagu terkesan semangat akan mendaki gunung yang tinggi tetapi kemudian ternyata setelah melihat jalanan yg tajam mendaki lalu jadi bingung dan gak tau mau ngapain, bisanya cuma noleh ke kiri ke kanan aja, gak maju – maju!

5. Naik Kereta.

“Naik kereta api tut..tut..tut. . siapa hendak turut ke Bandung .. Surabaya .. bolehlah naik dengan naik percuma.. ayo kawanku lekas naik.. keretaku tak berhenti lama” 

Nah, yang begini ini yang parah! mengajarkan anak – anak kalo sudah dewasa maunya gratis melulu. Pantesan PJKA rugi terus! terutama jalur Jakarta – Bandung dan Jakarta – Surabaya!

6. Burung Kutilang

“Di pucuk pohon cempaka.. burung kutilang berbunyi.. bersiul2 sepanjang hari dengan tak jemu2.. mengangguk2 sambil bernyanyi tri li li..li..li.. li..li..” 

Ini lagu juga menyesatkan dan tidak mengajarkan kepada anak – anak akan realita yang sebenarnya. Burung kutilang itu kalo nyanyi bunyinya cuit..cuit.. cuit..! kalo tri li li li li itu bunyi kalo yang nyanyi orang, bukan suara burung!

7.  Pok Ame – Ame

“Pok ame ame.. belalang kupu – kupu .. siang makan nasi, kalo malam minum susu..”

Ini jelas lagu dewasa dan untuk konsumsi anak – anak.  karena yang disebutkan di atas itu adalah kegiatan orang dewasa, bukan anak kecil. Kalau anak kecil, karena belom boleh maem nasi, jadi gak pagi gak malem ya minum susu!

8. Nina Bobok

“Nina bobo oh nina bobo kalau tidak bobo digigit nyamuk”
Ini nih, lagu yang bikin anak- anak di Indonesia senengnya tawuran, la wong masih kecil aja udah di takut – takutin kalo mau tidurnya.

9.  Bintang Kecil

“Bintang kecil dilangit yang biru…”
Bintang kan adanya malem, lah kalo malem bukannya langit item?

10. Ibu Kartini

“Ibu kita Kartini…harum namanya.”
Sebenernya, namanya Kartini atau Harum sih ?

11. Naik Delman.

“Pada hari minggu ku turut ayah ke kota. Naik delman istimewa kududuk di muka.”
kalo anak – anak disuruh duduk dimuka, gak sopan banget namanya, lagian gimana cara saisnya ngendaliin kuda ?

12. Menanam Jagung

“Cangkul – cangkul, cangkul yang dalam, menanam jagung dikebun kita…”
Kalo cuma mau nanam jagung, ngapain nyangkul dalam. Emangnya nanem mayat ??

Nemu diSINI

5 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Kalau balonku ada 5 itu yang dikritisi bukan warnanya, kang. Soalnya balon yang pertama warnanya hijau, emang. Yang harusnya dikritisi itu, kalau hanya kehilangan satu balon warna hijau saja kok hati sangat kacau …. wah … betapa kasihannya si anak ini nanti dalam menjalani hidupnya…

    Terus ada juga lagu anak yang melecehkan ortu … burung kakak tua …. nenek sudah tua.. giginya tinggal dua… Kasihan si anak disuruh melecehkan ibu ayah ibunya (nenek)… harusnya dia kan berbakti padanya, menuruti nasihatnya…

  2. Anak-anak nyanyiin lagu cinta? Udah nggak jaman lagi… Udah saatnya anak-anak diberikan lagu yang sesuai dengan usianya. Buka saja http://www.lagu2anak.blogspot.com
    Ada banyak sekali lagu-lagu anak yang selama ini belum diterbitkan secara luas…. Selamat Mengajarkan kepada buah hati anda….
    ..

  3. Allo bung, salam kenal..menurut ane, yang balonku tu ente salah, yang bener .hijau, kuning, kelabu, merah muda, dan biru..meletus balon hijau dorr. gitu..hehehe..kapan-kapan visit ke blog saya ya notgodnotdevil.blogspot.com

  4. Pengerdilan bangsa tersistem.

  5. Heheie


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: