Nama Teroris Itu….

10 Juli 2010 pukul 10:25 | Ditulis dalam aku gak tanggung, jalan-jalan | 2 Komentar

Teroris hari-hari ini makin sip.

Kalau dulu mereka harus sembunyi-sembunyi dan menyamar, sekarang gak jaman lagi.

Situasi sekarang semakin kondusif saja, buat mereka.

Coba saja,

Gak siang gak malam mereka bebas beraksi. Gak perlu lagi khawatir ketahuan orang, bahkan mereka malah nyaman bersama setiap orang. Dan setiap orang itu welcome saja sama mereka. Bahkan kalau agak lama dikit gak ada berita, mereka malah dicari-cari. Nampaknya keberadaan mereka semakin dibutuhkan, bahkan oleh masyarakat biasa sekalipun.

Siapa sih terorisnya?

Eh, teroris, siapa sih kamu?

Nah, pemirsa (baca: pembaca), berikut adalah pengakuan salah satu dari mereka yang dituduh teroris itu:

Kenalin, nama saya LPG…. hehe…

Hus, jangan ngaku-ngaku kamu.

Bener kok, aku memang teroris. Meskipun bentuk dan rupaku macem gini, ukuran tubuhku pun sebenarnya kecil dan aneh tapi aku tetep pede kok jadi teroris.

Coba liat aksiku. Dalam waktu yang singkat sudah berapa korban yang berhasil aku koleksi hayo…! Terserah mau korban manusia, atau dari jenis selain manusia. Mulai Juni yang baru kemarin sampai Juli yang baru sepertiga jalan ini aku langsung tenar. Tampang yang apa adanya ini jadi sering nongol di tipi, di koran masuk halaman utama. Bahkan dibibir orang-orang pun namaku sering disebut-sebut, kayaknya bisa ngalahin isu zina si….siapa tuh…

Kabarnya sih banyak anggota kelompokku yang sudah ketahuan dan ketangkep sama petugas. Menurut salah satu koran, ada 1000 tabung 3 kiloan yang bocor di satu stasiun pengisian di Wonogiri sana. Itu juga cuman sebulan Juni doang. Masih di koran itu juga, markas pelatihanku di pertamina sana ada sumber yang menyatakan bahwa diperkirakan jumlah anggotaku yang suka kentut tak terkontrol mencapai lebih dari 3 juta orang eh…tabung.

Bayangin, 3 juta coi…

Artinya telah terbentuk sebuah aksi teror dahsyat yang mengancam 3 juta rumah di negeri tercinta ini. Kalau di satu rumah ada 4 orang manusia dan seekor kucing lalu 2 ekor kambing lalu 3 ekor ayam dan 5 anaknya sama 2 ratus ekor semut dan anggota keluarga lain yang tak bisa disebut namanya, ada berapa banyak nyawa yang bisa ilang dengan aksiku ini hayo….

Untungnya lagi bagiku, ini tanah tumpah darah Indonesia. Negeri ini sudah terkenal di seluruh dunia kalau dipermukaan suka keliatan oke tapi di belakang sono suka ketahuan aslinya. Biasalah, negeri yang dapat support besar dari negara besar untuk penanganan teror besar ini suka gagap kalau ngomongin keadaaan sebenarnya.

Sebenarnya secara pribadi hehe…..LPG juga manusia loh… aku prihatin sih. Aslinya aku gak kepingin ngelakuin ini semua. Tapi gimana lagi, situasinya membentuk aku jadi begini. Bukan salah mur baut dong kalau mereka gak mau kenceng ngiket roda? Bukan salah Situ Gintung kan kalau dia tumpah ke daratan? Bukan pula salahku dong kalau aku suka kentut sembarangan?

Sekali lagi secara pribadi aku prihatin. Ternyata untuk kesekian kalinya pemerintah kejeblos ke lubang keteledoran. Ternyata program konversi minyak ke gas tidak disiapkan secara aman dan nyaman untuk masyarakat. Aku ingat dulu bagaimana masyarakat bingung dan kaget lalu tak tahu mesti gimana dengan program konversi itu. Mereka juga “awang-awangen” mau make kompor baru dan tabung gasnya. Takut mbledhosh….mas, kata mereka.

Iklan di televisi yang memikat itu tak menghasilkan ketentraman di masyarakat. Tertarik pun tidak.

Harusnya pemerintah melalui kaki tangannya (eh, pihak-pihak yang berwenang maksudnya, red) yang diberi keuntungan (eh salah lagi, yang diberi kewenangan, gitu lho, red) bisa memberi bahkan menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat. Mereka kan dibayar….!!!

Katanya ada label SNI….. kok masih gitu? Lantas apa maksud dan fungsi SNI?

Aku ingat pernah ada dua anak muda ingusan laki perempuan datang ke rumahku di dusun. Mereka mengaku dari petugas anu di departemen anu, perlu datang untuk mengecek kondisi tabung berikut kompor yang ada di rumahku. Mereka sempat komplain hampir marah-marah gara-gara ak aad logo SNI di komporku, kalau di tabung sih agak kabur meski kalau mau sudah dikit akan terbaca SNI. Maklum saja, kompor rakitan, hehe… Tapi ternyata, ujung-ujungnya mereka cuman minta duit, halah…kebiasaan…

Coba, gimana pertanggungjawaban pemerintah yang memelopori dan memimpin konversi itu sehingga malah mengancam keselamatan masyarakat? Kalau katanya sebagian tabung adalah barang impor, gimana sih proses impornya? Kan semua ada prosedurnya?

Atau kalau memang tatto berbentuk SNI itu bo’ongan, mestinya kan ada petugas yang jadi intel untuk itu….ya kan saudara-saudaraku semua….!!! Jawab dong di kolom bawah sana. Jangan silent reader gitu ah, macem teroris saja kalian ini….(bercanda gitu, red). Awas kalau gak nulis!!!

Jadi, aku sekarang malah jadi bingung dan semakin bingung.

Benarkah aku teroris, atau hanya alat yang sengaja dicitrakan begitu, atau pemerintah atau siapa gitu yang jadi teroris? Siapa ya…?

Sudah…sudah mas LPG. Dipotong dulu wawancaranya. Akan ada yang lewat…

Tut, klek…. (bunyi tombol stop dan tutup kamera terpasang kembali)

Demikian yakinku melaporkan.

2 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. lpg bukan terorisnya pakdhe…yg jadi terorisnya ya yg nyebarin & dapet keuntungan
    ya begini ini resiko kalo pengusaha udah masuk ranah politik. tapi sy senang waktu sby meminang pak boed jd wakilnya,krn beliau bkn pengusaha.prestasi gak penting…yg penting bkn pengusaha,itu saja


    ya….siapa saja yang dekat dan kenal bahkan sering terlihat bersama, dimasukkan dalam jajaran teroris…lha wong yang di-ampiri saja ikut diseret je….

  2. waduhhh gawat nee….bisa2 sy dituduh teroris pakdhe..soalnya ada orang gay yg getol banget neror sy, padahal udh sy bilang klo sy bkn gay…naudzubillah


    nahh….awas tuh…
    sampeyan dikejar sama si gay
    si gay dikejar sama polisia
    waktu ketangkep ya berdua
    kan cuman polisia yang gak bisa ketangkep
    hiii…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: