Sabar…!!!

4 Juli 2010 pukul 13:40 | Ditulis dalam renungan | 5 Komentar

Sungguh, suatu ketika Khabbab bin Al Aratt radliyallahu ‘anhu datang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang waktu itu beliau sedang berbaring bersandarkan sorbannya di bawah naungan Ka`bah. menurutnya, dia dan muslimin yang lain menerima perlakuan kejam dari kaum musyrikin, maka dia mengadukan hal itu kepada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah tidakkah engkau sudi mendo`akan kami? Tidakkah engkau sudi memintakan pertolongan untuk kami?

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam langsung duduk dan mukanya merah padam, lalu beliau berkata:

“Sungguh dahulu ada orang sebelum kalian, disisir dengan sisir besi daging dan syarafnya hingga menembus tulang, tapi yang demikian itu tidak memalingkan dia dari agamanya; dan diletakkan gergaji di atas belahan kepalanya, lalu digergajilah dia hingga terbelah menjadi dua, tapi yang demikian itu tidak memalingkan dia dari agamanya. Sungguh Allah pasti akan menyempurnakan agama ini hingga merata keamanan, seorang pengendara bisa berjalan dari Shan`a ke Hadramaut dalam keadaan tidak takut kepada apapun selain Allah, dan serigala terhadap dombanya .. akan tetapi kalian ini tergesa-gesa.”

Sabar…..!!!

Boleh jadi seseorang berada di suatu tempat  entah sebuah negeri, madrasah, institusi atau yang lainnya lagi lantas dia berjihad menurut kemampuannya dalam menolak kemungkaran dan menyebarkan dakwah, dan timbul banyak kebaikan serta hal-hal yang positip lainnya melalui perantaraan kedua tangannya. Akan tetapi dia tidak menyadarinya, oleh karena kebaikan itu datang secara bertahap dan berangsur-angsur .. sebagaimana seorang bapak tidak menyadari pertumbuhan anaknya yang dia lihat pagi dan petang, oleh karena anak tersebut tumbuh besar sedikit demi sedikit..! Lalu dia yang meninggalkan tempat karena mengira bahwa dia tidak punya pengaruh baik di lingkungan tersebut, akan tetapi ketika dia meninggalkannya, maka banyak orang merasa kehilangannya?

Sabar…..!!!

Disisi lain sering aku merasa, bahwa pada diri sebagian orang-orang sholih, kadang para da`i, bahkan pada diri para santri kecil, atau lulusan hari kemarin, terdapat seseorang yang kurang adabnya, tidak sopan terhadap syeikh-syeikh mereka, ulama-ulama mereka dan ustadz-ustadz mereka .. sungguh tindakan tersebut betul-betul mengusik hati dan menyakitkan…!

Bagiku, tak mengapa seseorang berbeda pendapat atau ijtihad dengan seorang alim atau seorang da`i ketika memang dia ahli dalam perkara itu … tapi bukankah salah dan tak bisa diterima kalau perbedaan tersebut menjadi palu penghancur terhadap kedudukan orang yang alim itu, menjatuhkan martabatnya, meremehkannya dan bertindak tidak sopan terhadapnya? Tidakkah orang-orang itu ingat, siapa yang telah berjasa mengantarkan diri mereka sehingga sekarang menjadi orang-orang yang ahli di bidangnya?

Sabar…..!!!

Memang, sabar ketika berhadapan dengan orang musyrik itu berbeda bentuk dengan ketika berhadapan dengan orang Islam yang berbuat mungkar. Lantas, bagaimana rupa kesabaran yang mampu menjadikan keadaan ini jadi pulih dan baik kembali?

Ya Allah, bagaimana aku….

5 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. asalamualaikum mas habib, bagaimana kabarnya mas habib dan keluarga? tidak ada yg berubah postingannya selalu menjadi dakwah yg mudah dipahami😀
    saya juga tidak tahu bagaimana menghadapi kesabaran u/sesama muslim


    wa’alaikumsalam mas Didin
    kabar baik semuanya…
    paling tidak sekedar cerita yang bukan omong kosong mas. alhamdulillah kalau bisa bermanfaat…

  2. asalamualaikum mas,🙂 lebih sulit bersabar dengan sesama muslim karena mereka jga punya ilmu agama yang sama hanya saja dipungkiri/diputar balikkan…


    wa’alaikumsalam mbak OK (piye manggilnya aku bingung)
    eitth….urutan ya…
    sulit ya ya Mbak, padahal sabar kan batasnya hanya ajal…

  3. subhanallah…
    sungguh luar biasa,
    semoga Allah merahmati orang yg sabar…

    ditunggu kisah selanjutnya…

  4. kisah yg mengugah sepritual jiwa..
    kesabaran kunci keselamatan…
    subhanallah… sugguh, kesabaran rusulullah tidak ada yg bisa menandingi.

  5. kesabaran yg akan menundukkan segala amarah…

    masya Allah… sungguh beruntung orng2 yg ditimpa musibah ia mengatkan; inna lillahi wa inna ilaihi roji’un… sesungguhnya segala sesuatu milik Allah dan akan kembali kepadanya…

    semoga kita temasuk hamba Allah yg sabar.
    Allah menyukai oran2 penyabar.. INNallaha ma’a as shobirin…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: