HP Mini

22 Januari 2010 pukul 16:01 | Ditulis dalam komputer-hp-gadget | 3 Komentar

Aku baru mborong netbook nee…

Adikku yang laki-laki, adikku yang perempuan, adikku yang laki-laki lagi, dan kenalan Bapakku yang pejabat notaris itu sama kepincut sama netbook. Kalau ke adik-adikku aku sudah maklum dengan kebutuhan dan gaya mereka. Tapi yang Bu Notaris aku penasaran lantas nanya langsung.

Bu, apa gak kekecilan layarnya.

Gak kok Mas. Lha wong buat anak saya yang di TK.

Dhuarrrr….

Biar dia belajar IT sejak dini. Biar dia bla…bla….bla…

Ehm.

Aku sendiri gak kepincut lho. Beneran. Selain layar yang cuman 10,1 inch yang aku rasa kekecilan, harganya bikin aku masih eman. Soale istriku mau babaran. Hehe….

Aku beli HP Mini 210-1014 sebanyak 3 buah, sama HP Mini 110-1196 sebanyak 1 biji. Nah yang tipe HP Mini 110-1196 sudah include sama Windows XP Home dan trial Office 2007 sama Norton Internet Security. Tapi yang HP Mini 210-1014 kosong mlompong. Bahkan di punggungnya pun mulus item. Gak ada keterangan Spec atau kartu nama si netbook. Tapi dari buku manual aku dapati begini,

v  HP Mini 210-1014.

  • Intel Atom N450-1,66 GHz
  • Memori 1 GB
  • Hardisk 160 GB
  • Webcam
  • Card Reader
  • Tanpa Bluetooth
  • Free Dos
  • Baterai 3 cell

v  HP Mini 110-1196.

  • Intel Atom N280-1,66 GHz
  • Memori 1 GB
  • Hardisk 160 GB
  • Webcam
  • Card Reader
  • Bluetooth
  • Baterai 6 cell
  • Windows XP Home Edition

Yang HP Mini 110-1196 aku biarin programnya biar apa adanya. Lha yang 210-1014 aku coba pasang jendela tujuh. Buat kantorannya tetap mengidap versi 2007. Penyakit lain mengikuti trend dan wabahnya. Eh, ternyata gak lemot-lemot amat. Lancar bisa dibilang. Ya, jangan dibandingin yang Q8400 lah…gak fair namanya.

Nah, yang HP Mini 110-1196 begitu di-onkan langsung ngelanjutin installing Windows sampai selesai berikut drivernya. Lha yang HP Mini 210-1014 kosong mlompong. Ketika dipasang jendela tujuh ya semua langsung kelihatan dan dikenali lewat jendela. Namanya jendela baru…

Cuman kalau tetep gak puas, atau mau pasang jendela lama mesti pasang drivernya sendiri deh. Alamat drivernya disini.

3 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Wuihhhhh….. aku cuma bertanya-tanya: apakah kemajuan pemikiran orang tua tentang masa depan si anak juga sudah memasuki ranah keagamaan ya…? kalau baru sekedar IT, terus ranah keagamaannya kapan?


    menurut silabus dan kaldiknya, ranah keagamaan semakin tidak beragama….

  2. I have relished every word. Anybody that says that writing is a lost art, ought to drop by
    here.

  3. Confucius claimed that each time you open a book, you learn something.
    If you change the word “book” with “post”, this blog operates in the same way.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: