Cuman Lewat

3 Oktober 2009 pukul 16:19 | Ditulis dalam jalan-jalan | 1 Komentar

Ciiittt….brakkk….. motor honda itu nyium sesamanya, honda juga. Mungkin tahun lahirnya pun sama. Saudara.

Gak sampe jatuh sih. Cuman sebuah ciuman kok. Ciuman searah lagi.

Tapi efek ciuman itu dahsyat juga.

Aku bisa melihat jelas semua kronologis ciuman itu. Aku pas di belakang mereka. Begitu ada gejala mau nyium pun aku sudah bisa ngebaca. Reflek aku injak pedal rem. Karena aku paksa, si karet yang nempel di roda mobil njerit keras. Disusul jeritan istri dan keenam anak-anakku di jok belakang. Bonus teriakan tertahan kakak iparku yang penduduk Surabaya yang jadi teman perjalanan sekaligus penunjuk jalan. Tambah lagi hentakan jantungku sendiri yang menambah mantap suasana. Eh, masih ada satu orang lagi tapi diem thok. Dia ini temen jaga selama perjalanan pergi pulang Solo Mojokerto Bangil Surabaya. Kalau aku kecapekan dia yang mijitin. Hehe…. dasar kelas penjerit. Kenapa ya kalau kaget kok refleknya njerit, atau wadaoww, atau aduh, begitu. Kenapa refleknya gak gini aja, innaa lillaahi wa innaa ilaihi roji’uun……gituww…!!!

Astaghfirullaah…..laa haulaa wa laa quwwata illaa billaahi….

Nampak jelas olehku bagai rembulan tanpa kabut dan awan. Si korban ciuman langsung turun sambil masang standar samping. Begitu saja. Ditengah perempatan. Langsung jari telunjuknya tanpa permisi ambil posisi tegak lurus dengan hidung yang bertengger di wajah sang pencium. Sambil mulutnya bernyanyi rock metal satu nada. Yang jelas aku gak ngerti liriknya. Makian Madura mungkin.

Dan hebat…. si pencium jago juga. Dia memang kelihatan masih sangat muda. Tapi bukannya takut sama kumis melintang di hadapannya, dia malah ikut masang standar motornya. Sambil ngangkat kepala karena badan lebih mini, dia ikut nyanyi. Terasa dikupingku, mereka pake lirik sama.

Masya Allah…

Aku lirik dari spion kanan dan kiri. Di belakangku terbentuk kemacetan kecil. Group macet beranggota empat atau lima mobil aku gak yakin bener. Ya kebetulan saja jalan ini satu arah. Tiba-tiba, aku merasa ada keanehan. Aneh yang benar-benar aneh, paling tidak menurutku.

Di Solo pasti sudah heboh dengan adegan ini. Bukan saja pada tokoh utama yang sedang berantem di perempatan, tapi juga kehebohan versi kedua pada deretan mobil yang ngantri di belakang. Kalau di Solo aku pasti panen. Kontes klakson. Di jalan Juanda Surabaya ini, malah bebas polusi klakson kecuali satu dua kendaraan. Paling juga mobil luar kota yang sedang mudik, begitu kata kakak iparku.

Ambil kiri saja Dik, ujar kakak iparku. Itu artinya motong lajur, pasti ngundang teriakan orang di lajur kiri, batinku. Tapi terserahlah, kakak iparku pasti berani nanggung jawab, lha wong dia yang ambil inisiatif. Tapi, masya Allah, ternyata banyak mobil yang ngikut. Hehehe….

Dan kalau dipikir bener juga. Memang gak ada seorang pun yang bakalan cari gara-gara lanjutan.

Ya sudah, kami bisa nerusin perjalanan. Maunya kan ke kampung nelayan sekalian mancing. Sampe di tujuan kami langsung pasang aksi khas pemancing. Tapi tetep aja kepikiran peristiwa barusan. Yang orang berantem gak mau kalah dan gak ngerasa salah. Yang orang banyak cuman pada nonton atau ambil “jalan lain” seolah tak terjadi apa-apa. Atau itu memang hal biasa dan tidak apa-apa?

Atau itu dianggap hal kecil yang sudah tidak dianggap sebagai masalah sehingga tak perlu ngurus energi untuk membereskan? Tapi kalau hal kecil gak bisa beres, bagaimana dengan hal-hal besar?

Wallahu a’lam.

Nb. Lupa gak ambil foto karena “kamitenggengen (bs Jowo)”

1 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Kang.. kalau begitu orang solonya yang turah energi apa orang surabayanya yang sudan nggak nggagasan ya…?

    embuh Kang, lha wong masih kamitenggengen jare….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: