Siapa Teman Kita, Itulah Kita.

22 September 2009 pukul 08:42 | Ditulis dalam ibadah gaul | 2 Komentar

وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَى يَدَيْهِ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلًا (27) يَا وَيْلَتَا لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلًا (28) لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءَنِي وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنْسَانِ خَذُولًا (29)

Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zhalim menggigit dua tangannya, seraya berkata, “Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul. Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan fulan itu teman akrab(ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al-Qur’an, ketika Al-Qur’an itu telah datang kepadaku.” Dan adalah syetan itu tidak mau menolong manusia. (Al-Furqan: 27 – 29)

الْأَخِلَّاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ (67)

Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang bertaqwa. (Az-Zukhruf: 67)

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالْجَلِيسِ السَّوْءِ كَمَثَلِ صَاحِبِ الْمِسْكِ ، وَكِيرِ الْحَدَّادِ ، لاَ يَعْدَمُكَ مِنْ صَاحِبِ الْمِسْكِ إِمَّا تَشْتَرِيهِ ، أَوْ تَجِدُ رِيحَهُ ، وَكِيرُ الْحَدَّادِ يُحْرِقُ بَدَنَكَ أَوْ ثَوْبَكَ أَوْ تَجِدُ مِنْهُ رِيحًا خَبِيثَةً

Perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk, adalah seperti penjual minyak wangi dan pandai besi. Penjual minyak wangi tidak pernah “tidak memberi apapun” padamu. Adakalanya kau membeli (minyak wangi) darinya, atau kamu mendapat bau wangi darinya. Adapun pandai besi, adakalanya membakar badan atau pakaianmu, atau kamu mendapatkan bau yang tidak sedap. (HR. Muslim)

الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِطُ

Seseorang itu mengikuti agama sahabatnya. Maka, hendaklah kalian memperhatikan siapa sahabat kalian. (HR. Ahmad)

الْمَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ

Seseorang itu bersama orang yang dia cintai. (HR. Bukhari)

Berkata Umar bin Khathab, janganlah anda berjalan bersama orang fajir (yang bergelimangan dalam dosa), karena dia akan mengajarkan kepada anda perbuatan dosanya.

Berkata Ali bin Abi Thalib, orang bodoh adalah yang tidak memiliki teman, tetapi yang lebih bodoh adalah orang yang menyebabkan teman lari karena takut keburukannya.

Berkata Muhammad bin Wasi’, tiadalah tersisa dari kenikmatan dunia, selain shalat berjama’ah dan berjumpa dengan teman (yang shalih).

Berkata Bilal bin Sa’ad, saudaramu yang selalu mengingatkanmu akan kedudukanmu di sisi Allah adalah lebih baik bagimu, daripada saudaramu yang selalu memberimu dinar (harta benda).

Orang dulu sering berkata, orang yang paling tercela adalah orang yang tidak mau mencari teman yang baik. Dan yang lebih tercela ialah orang yang apabila telah mendapatkan teman (yang baik) ia menyia-nyiakannya.

Orang Jawa sering bilang, ojo cedhak kebo gupak.

Hmm…

Banyak orang bilang, semakin banyak teman semakin baik bagi seseorang. Atau semisal dengan itu. Padahal belum dilihat diteliti seberapa baik calon teman itu.

Bagiku, menentukan kadar teman adalah seberapa bermanfaat dia itu bagi kita, bagi agama kita, bagi akhirat kita. Bukan asal ngejreng, bukan asal keren, punya jabatan (yang bisa dibonceng), bla…..bla…..bla……

Bahkan bisa jadi, banyak bergaul dengan sembarang orang bisa menjadi sumber penyakit berbahaya yang mengakibatkan banyak keburukan. Ia bisa menghilangkan nikmat dan menebarkan permusuhan. Ia juga menanamkan kedengkian yang dahsyat, serta mengakibatkan kerugian dunia dan akhirat.

Dalam bergaul, aku coba untuk menglasikasikan mankind ini menjadi dua front, yang baik dan buruk. Dan baik atau buruk ini tidak menurut cara pandang dan daya rasa manusia yang selalu berkembang (atau mundur) sesuai olah budaya mereka, bergantung syahwat mereka. Baik atau buruk adalah menurut Al-Qur’an yang diterangkan dengan Sunnah Rasul. Ketidakmampuan kita dalam membedakan dua front ini bisa membawa bencana. Disaster!!!

Berkata sebagian orang linuwih, alangkah bahagianya, apabila kita diberi rezeki oleh Allah berupa teman yang shalih. Teman yang selalu mengingatkan dan menasihati kita untuk tetap istiqamah, sehingga kita selamat dari api neraka dan masuk ke dalam jannah. Itulah teman yang baik dan bermanfaat di dunia dan akhirat.

Semoga Allah senantiasa menyelamatkan hati kita dari segala racun dan kotorannya, sehingga kita selalu bersih dan bebas dari kekotoran hati dan amalan akibat pertemanan yang buruk sampai berjumpa denganNya.

Amin…..amin.

2 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. SIAPA YANG BERGAUL DENGAN TUKANG PARFUM, PASTI KECIPRATAN HARUMNYA YA…..

  2. asslm pak habib…
    saya mau bertanya. Mungkin bpk bisa bantu memberikan masukan kpd saya.

    bgini pak . saya mempunyai banyak teman. tetapi bnyk diantara kbanyakan tmand saya ituu yg krisis moral.
    kalo qita sedang di hadapkan persoalan yg seperti itu,
    (mksudnya teman yg seiman ttpi kurang menghargai nilai/norma2), apa yg wajib qta lakukan sebagai saudara seimannya…?

    wasslm..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: