Duduk Di Atas Kubur

4 Mei 2009 pukul 23:13 | Ditulis dalam irodatul khoir lil ghoir | 3 Komentar

Hari Ahad. Jam 9 pagi. Layar hape nunjukin kalo aku musti ndatangin undangan walimahan salah seorang temanku. Udah mau brangkat, eh…… ada SMS masuk. Ada berita kematian. Ibu salah seorang temanku meninggal dunia.

Ya sudah, pengantin biar nunggu kalau mereka anggap perlu kehadiranku. Kalo nggak pun biarlah mereka lanjutin acara walimah. Aku telat ajah.

Aku belok kanan gak jadi “njagong manten”, pilih takziyah dulu.

Bukannya aku mau cerita soal pengantin dan kematian,  tapi pas di pekuburan, ketika lubang kubur sudah siap dan jenazah pun dikubur. Beberapa langkah dari kuburan baru itu, duduk-duduk beberapa orang pelayat. Mungkin mereka capek atau apa. Padahal doa bagi mayit yang baru dikubur pun belum dibacakan.

Bukan apa-apa sih, tapi mereka duduk-duduk di atas…………kuburan!!!

Aku perhatiin, dari penampilan kelihatan parlente. Orang kantoran. Biasa duduk kalo lagi kerja. Biasa duduk kalo lagi kasih perintah ke anak buahnya. Tapi biasa berdiri kalo makan dan minum dengan alasan standing party. Dulu aku sempat ngalamin hal begini dan…… jadi pengacau. Duduk berdua sama si Sakamoto san.

Gak tahan aku dekatin mereka. Mas, maaf ya….tapi jangan deh duduk diatas kubur begitu….

Lah, emang kenapa Mas?

Nah, pada gak tahu ya?

Gak tahu apaan, Mas?

Gak tahu kalau duduk di atas kubur tuh gak baik. Tindakan tercela dan merugikan diri sendiri.

Kata siapa Mas?

Bla…bla….bla…….

Akhir kata, sebagian mereka  mau berdiri dan sebagian sisanya…..tetap duduk “manis” di sana.

Aku kepaksa ninggalin mereka karena doa mesti dibaca dan aku yang ngaminin bersama pengantar jenazah lain.

Begitulah…

Mereka tidak tahu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah kasih warning begini,

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالََ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ َلأَنْ يَجْلِسَ أَحَدُكُمْ عَلَى جَمْرَةٍ فَتُخْرِقَ ثِيَابَهُ فَتَخْلُصَ إِلَى جِلْدِهِ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَجْلِسَ عَلَى قَبْرٍ

…Sungguh bahwasanya salah satu diantara kalian itu duduk di atas bara api lalu bara api itu membakar pakaiannya hingga mengenai kulitnya itu lebih baik baginya daripada duduk di atas kuburan. (HR Muslim)

Itu yang duduk di atas kubur, belum lagi yang soal sandal. Padahal terlarang pulalah hal demikian.

أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى رَجُلاً يَمْشِي فِي نَعْلَيْنِ بَيْنَ القُبُوْرِ فَقَالَ يَا صَاحِبَ السِّبْتِيَّتَيْنِ أَلْقِهِمَا

…Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat seseorang yang sedang berjalan memakai sepasang sandal di kuburan lalu beliau bersabda: Wahai pemilik dua sandal sibtiyyah lemparkan keduanya. (HR. Ahmad)

Dan setahuku, dalam perkara-perkara lain pun orang-orang sekarang yang modern ini semakin tidak tahu perkara-perkara dien. Padahal mereka sangat bernafsu dalam urusan ilmu dunia. Sangat berambisi untuk tahu segala hal dari dunia. Mereka menganggap tidaklah begitu perlu dan mendesak untuk tahu urusan agama, toh sudah ada para ahli agama, sudah ada ulama. Dan menjadi tugas para ulama untuk mengurusi agama ini. Tidak perlu melibatkan orang banyak. Urusan agama adalah urusan para ulama, kyai, ustadz. Dan urusan dunia adalah hal lain.

Padahal sekali lagi, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkata,

إن الله تعالى يبغض كل عالم بالدنيا، جاهل بالآخرة

…Sesungguhnya Allah Ta’ala murka kepada orang yang pandai urusan dunia tapi bodoh dalam urusan akhirat.(HR Hakim)

3 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. sekarang yang modern ini semakin tidak tahu perkara-perkara dien. ada apakah ini yang namanya jaman akhir serba kebali-balik wallohu a’lam

    Fafiru illallah . . . . .


    bisa jadi Mas….
    kita prihatin sekaligus mawas diri
    tiba masanya muslimin “memegang bara”

  2. kadang² mereka yg sok parlente itu tidak pernah menyadari sikap yg tidak sepantasnya…ndableg g mau denger kritik saran dari org lain *halahhhh rak nyambung* heuheu… ^_^
    terimakasih ilmunya mas…Alhamdulillah nambah lg ilmu


    kenapa ya Mas….

  3. memang kebanyakan orang tak peduli urusan/hukum agama.emang sich itu masalah sepele, tapi akibatnya fatal


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: