Keraguan Tentang Tuhan

17 Maret 2009 pukul 06:36 | Ditulis dalam irodatul khoir lil ghoir, renungan | 3 Komentar

Berangkat dari bengong-bengongnya seorang teman yang habis baca sebuah artikel (aku gak sempet nanya di mana itu), yang isinya berbuih-buih soal perdebatan tentang konsep ke-tuhan-an. Tulisan tentang Yesus Normatif vs Yesus Historis, atau tentang konsep tuhan dalam Islam digambarkan sebagai tuhan yang bengis. Subhanallah…..

Aku sengaja nulis kata tuhan dengan t kecil. Karena aku yakin bahwa yang ditulis dengan kata tuhan di sana bukan Allah yang aku sembah. Bukan Tuhan yang aku yakini. Namun seperti kata mereka, tuhan-tuhan yang mereka remehkan eksistensinya adalah tuhan-tuhan hasil pemikiran, hasil rekayasa dan hasil dari angan-angan mereka sendiri. Mereka jadikan tuhan sekedar sebagai obyek perdebatan, obyek pemuasan syahwat mereka sendiri. Tapi kok nulis Yesus dengan Y besar? Lah…itu kan nama orang, katanya penulisan nama orang diawali dengan huruf kapital. Ya kan….? Namun jika memang Allah yang mereka remehkan, oh….Allah Maha Suci dari keremehan, Allah Maha Kaya, tak butuh dukungan mereka. Allah eksis dengan diriNya sendiri.

Namun sayangnya, kemudian menjadi ragu-ragu sebagian manusia ini. Sebagian muslimin yang pada dasarnya lemah iman dan dangkal keilmuan, menjadi bimbang dan kembali limbung dengan propaganda-propaganda negatif dari tulisan-tulisan mereka para konseptor ketuhanan itu. Muslimin dangkal ilmu ini lantas berusaha menambah ilmu mereka. Namun sayangnya lagi, sumber-sumber yang mereka gali banyak yang salah alamat. Mereka merujuki sumber-sumber yang ternyata menjadikan mereka semakin bias dalam memahami Islam. Mereka semakin ragu-ragu dengan keyakinan yang selama ini mereka miliki. Semakin hari semakin besar keraguan dihati mereka. Mereka mulai meragukan konsep Islam itu sendiri. Sementara propaganda-propaganda sesat itu tak kenal lelah berkunjung, menggerus keyakinan yang sudah semakin tipis itu.

وَإِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِمَّا نَزَّلْنَا عَلَى عَبْدِنَا فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِنْ مِثْلِهِ وَادْعُوا شُهَدَاءَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Qur’an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Qur’an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. (Al Baqoroh: 23)

Ayat ini merupakan tantangan bagi mereka yang meragukan tentang kebenaran Al Qur’an, kebenaran Islam. Bahwa ayat-ayat Al Qur’an itu tidak akan bisa ditiru walaupun dengan mengerahkan semua ahli sastera dan bahasa, ahli filsafat dan pemikir dan ahli apa saja di seluruh muka bumi ini, karena ia merupakan mu’jizat Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Dia adalah kalamullah……

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِنَ الْبَعْثِ فَإِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ مِنْ مُضْغَةٍ مُخَلَّقَةٍ وَغَيْرِ مُخَلَّقَةٍ لِنُبَيِّنَ لَكُمْ وَنُقِرُّ فِي الْأَرْحَامِ مَا نَشَاءُ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى ثُمَّ نُخْرِجُكُمْ طِفْلًا ثُمَّ لِتَبْلُغُوا أَشُدَّكُمْ وَمِنْكُمْ مَنْ يُتَوَفَّى وَمِنْكُمْ مَنْ يُرَدُّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْلَا يَعْلَمَ مِنْ بَعْدِ عِلْمٍ شَيْئًا وَتَرَى الْأَرْضَ هَامِدَةً فَإِذَا أَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَأَنْبَتَتْ مِنْ كُلِّ زَوْجٍ بَهِيجٍ

Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), Maka (ketahuilah) Sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur- angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah. ( Al Hajj: 5 )

Demikianlah Allah menantang manusia peragu agar melakukan riset atas penciptaannya sendiri. Allah mengajak manusia untuk mengakui proses keberadaannya di dunia ini. Dan ilmu pengetahuan sudah berhasil membuktikan kebenaran kalamullah ini. Ini adalah fakta yang tak bisa disangkal lagi. Kalau memang Al Qur’an adalah hasil kebudayaan manusia, kalimat yang dibuat oleh Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana tuduhan ‘mereka’, darimana beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam mengetahui perkara yang di dunia modern pun ternyata perlu usaha besar untuk mengungkap dan menguraikannya? Sedangkan saat Nabiyullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam diutus belum ada peralatan-peralatan canggih seperti saat para ilmuwan mendapati fakta penciptaan itu….? Jadi bagaimana lagi mereka masih meragukan konsep kebangkitan dalam Al Qur’an….? Bahkan masih saja mereka meragukan eksistensi Allah, padahal Dialah yang menciptakan….?

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُجَادِلُ فِي اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّبِعُ كُلَّ شَيْطَانٍ مَرِيدٍ

Di antara manusia ada orang yang membantah tentang (eksistensi) Allah tanpa ilmu pengetahuan dan mengikuti setiap syaitan yang jahat. ( Al Hajj: 3 )

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُجَادِلُ فِي اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَلا هُدًى وَلا كِتَابٍ مُنِيرٍ

Dan di antara manusia ada orang-orang yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan, tanpa petunjuk dan tanpa kitab (wahyu) yang bercahaya. ( Al Hajj: 8 )

Sebagian manusia memang suka membantah, bahkan tentang Allah, tentang sifat-sifat dan kekuasaan Allah, misalnya dengan mengatakan bahwa malaikat-malaikat itu adalah puteri- puteri Allah dan Al Quran itu adalah dongengan orang- orang dahulu dan bahwa Allah tidak Kuasa menghidupkan orang-orang yang sudah mati dan telah menjadi tanah. Bahwa Uzair adalah anak Allah, bahwa Isa bin Maryam adalah anak Allah. Bahwa Allah adalah kejahatan itu sendiri, karena semua yang ada dan terjadi adalah kehendak Allah semata.

Para pembantah ini sebenarnya sudah terjebak oleh konsep-konsep yang mereka bikin-bikin sendiri. Mereka terjebak dalam humanisme, teosentrisme, antroposentrisme, dan isme-isme lainnya dan paradigma mereka tentang teologi, solidaritas, cinta kasih, dan lainnya lagi.

Sekali lagi, mereka berbantah tentang Allah, namun tanpa ilmu sehingga sebenarnya yang mereka bantahkan adalah tuhan-tuhan rekaan mereka sendiri.

Maha Suci Allah dari sifat-sifat yang mereka bikin-bikin……

يا مُقَلِّبَ القلوب ثَبِّتْ قلوبنا على دينك

يا مُصَرِّف القلوب، صَرِّف قلوبنا إلى طاعتك

رَبَّنَا لا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

3 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. ehm… setuju kang habib…
    manusia-manusia seperti itu orang yang nggak punya adab sama sekali kepada Penciptanya. Mosok sudah diberi kesempatan untuk hidup di dunia, diberi rizki yang cukup, mungkin juga cewek cantik dan anak cakep, lha kok malah nyelekete…
    yen lagune kae ‘wis ngerti dalan lurus kok malah ngiwo’

  2. yach…memang begitulah ,manusia yang hatinya udah keras.ga mau berpikir sdktttt aj buat bisa merenungi siapa sich yg ngasih mrk hidup?yang ngasih mrk ank?.klu udah gitu apa mrk bisa menciptakan diri mrk sendiri???ga juga kan?!gitu aj kok sok pinter membikin2 kebohongan terhadap pencitanya sendiri.padahal ilmu mrk aj dtgnya dari ALLAH SWT jg!ngomong aj klu MALES belajar Al-Qur’an.

  3. ya begitulah,orang-orang yang terlalu mengagungkan idiologi mereka tanpa mereka sadari sehebat apapun kemampuan akal merekaitu tetap ada batasnya .buktinya mereka ditantang untuk membuat satu surat saja semisal AI-QUR’AN mereka tidak mampu,sudah tau seperti itu masih saja membantah ayat-ayat Allah tanpa rasa malu sedikit pun


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: