Sudah Hujan Batu Kesamber Petir Lagi…

21 Februari 2009 pukul 09:18 | Ditulis dalam budaya, irodatul khoir lil ghoir, kehidupan, serba serbi | 7 Komentar

Gedebug…gedebug…gedebug…. keclap…keclap…. huwaaaaaaaa……….

Begitulah bunyinya.

Akhir-akhir ini Indonesia jadi sering hujan batu. Hujan batu di mana-mana. Di jombang malah menimpa bocah Ponari dan Dwi Sulistyowati. Benjol gak ya…. Sebagian batu mencelat sampe ke tetangga menimpa seorang Siti Nur Rohmah, sebagian malah jauh meluncur dan terdampar sampe Bangkalan dan menimpa seorang Irfan.

Benjol gak benjol, si Ponari udah layaknya pejabat atau artis gitu. Hari ini kan susah mbedain pejabat, calon pejabat atau artis kan…?

Berapa tamu yang boleh ketemu sama dia mesti dibatasi. Orang terkenal nih… Berangkat sekolah dikawal bodyguard dari kepolisian. Kalau aku malah suka dicegat dijalanan dimintai surat kendaraan.

Dulu ada teman gak biasa bawa mantel hujan kalau bepergian. Sempat kutanya, kenapa gak pake mantel? Jawabnya, gak papa cuman hujan air. Yang bahaya kalau hujan batu atau hujan duit. Bakal geger….

Bener juga. Hujan batu cuman berapa biji udah bikin geger Indonesia. Banyak orang kepincut bahkan keblinger. Percaya aja sama si batu yang dibilang antik gitu.

Aku juga punya batu antik. Aku juga punya gembok antik dan kuno dan nyentrik. Kaya’ gini nih…

batu-petirYang paling kiri gede bulat itu sudah banyak terbukti kekuatannya. Bisa nganterin seseorang menjadi terkenal di dunia tolak peluru. Yang kedua dari kiri, kempling … oleh-oleh superman dari planet kripton. Percaya kan sama kekuatannya? Yang ketiga dari kiri, batu hitam, muncul dari dalam perut bumi. Hitam karena Allah. Gak percaya sama Allah? Awass…..kafir loh. Yang paling kanan bukan batu tapi gembok. Kenang-kenangan dari jaman keraton dulu. Konon kata Mbah Buyutku, ini langsung dari tangan seorang pejabat teras keraton. Gak tahu keraton mana. Tapi memang punya kemanfaatan sebagai jimat pengaman. Tinggal cantolin di pintu, kancing gemboknya. Aman bi idznillah…… Percaya kan?

Apa aku bilang aku dapet mimpi ke orang –orang ya…..iseng-iseng biar tambah rame ni negeri. Kebayang betapa populernya daku esok hari…..kaya lagi……

Ups…..

Pindah jalur….

Ada pepatah,

خالف تُعرف atau خالف تُذكر

Maksudnya tampil bedalah kamu, pasti terkenal.

Pepatah ini digunakan ulama untuk sebuah ilmu atau yang berkaitan dengannya. Gak langsung mengena ke soal dukun cilik. Tapi bisa jadi fenomena para dukun batu petir ini gara-gara nyeleneh thok. Masyarakat yang memang sudah ‘bosan hidup mati tak mau’ pun seperti mendapat hal baru yang menumbuhkan harapan baru.

Gara-gara ilmu agamanya dangkal, ngajinya gak serius. Lha wong mau ngaji kalau da’inya lucu….!!! Gak ada isinya…!!! Atau mubalighnya main hafalan soal pidatonya, atau malah kudu ngebaca teks gara-gara pesanan atasan, jadi ya ngebosenin umat. Udah gitu masih miskin lagi. Juga pemerintah selaku pengambil kebijakan gak ada pedulinya sama aqidah umat. Para ulama kurang kenceng dan tegas dalam urusan da’wah masyarakat. Sibuk ngurusin pemilu mungkin…? Belum lagi para dokter dan teman-temannya kalo ngambil upah weleh-weleh…..gak bersahabat, nyekik leher dan nguras kantong. Jadilah segala biang ruwet ngerubung masyarakat ini. Maka daripada susah ke dokter, bikin dokter sendiri aja. Yang murah meriah, upah sekedarnya. Jadilah dukun tiban beginian jadi kompensasi. Hayo salah siapa…???

Ternyata penyakit masyarakat gak cuman pelacuran (zina), pencurian, premanisme, atau yang bau-bau kriminil lainnya gitu. Ternyata di sana masih ada penyakit sosial gara-gara hal psikologis macem depresi sosial, daya hidup melemah, dan gak siap menghadapi. Plus masalah dien yang kecampuran hal-hal mistis, dan ini turun temurun, memasyarakat banget, didukung peran media yang suka bikin naik rating dengan hal beginian.

Jadi tanggung jawab siapa nih…???

Embuh….semua jari menunjuk ke segala arah….

Tapi yang jelas semua mesti sadar bahwa dienullah Al Islam ini perlu dikenali dengan benar. Bahwa di sana ada hal ilmu, iman, dan amalan. Perlu kerja bareng dari ulama, tokoh masyarakat maupun pemerintah. Mereka juga mesti memahami pokok-pokok dien. Bahwa dienul Islam ini sudah benar dengan keadaannya sewaktu datang dulu. Tanpa campuran dan make up yang ditempelkan belakangan. Bahwa dienul Islam gak cuman ngajarin hal-hal spiritual tapi juga masalah rasional (dalam hal-hal tertentu sebagai bentuk ikhtiar). Jangan sampai Islam cuman KTP doang, tapi amalan masih didasari cara berpikir penuh kesyirikan. Islam tapi dicampuri kebatilan. Kacau deh….

Tapi kebanyakan masyarakat negeri ini masih kurang puas dengan Islam apa apanya. Lalu mereka mencampurinya dengan hal-hal yang menyenangkan syahwat mereka. Kebanyakan masyarakat kita masih bertindak dengan nalar tradisional (baca: mistis), bertindak menurut kebiasaan yang telah ada dari dulu dari nenek moyang yang parahnya malah di-‘uri-uri’ oleh pemerintah dengan dalih nilai-nilai luhur bangsa. Bangsa macam apa sih Indonesia ini…???

Gak tahu kalau Allah sudah berfirman,

كَيْفَ يَهْدِي اللَّهُ قَوْمًا كَفَرُوا بَعْدَ إِيمَانِهِمْ وَشَهِدُوا أَنَّ الرَّسُولَ حَقٌّ وَجَاءَهُمُ الْبَيِّنَاتُ

Bagaimana Allah akan menunjuki suatu kaum yang kafir sesudah mereka beriman, serta mereka telah mengakui bahwa Rasul itu (Muhammad) benar-benar rasul, dan keterangan-keteranganpun telah datang kepada mereka?

Mufassirien mengatakan:

قامتْ عليهم الحُجَجُ والبراهين على صدق ما جاءهم به الرسولُ، وَوَضَح لهم الأمرُ، ثم ارتدوا إلى ظُلْمة الشرك، فكيف يستحق هؤلاء الهداية بعد ما تَلَبَّسُوا به من العماية؛ ولهذا قال: وَاللَّهُ لا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ ثم قال: أُولَئِكَ جَزَاؤُهُمْ أَنَّ عَلَيْهِمْ لَعْنَةَ اللَّهِ وَالْمَلائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ

Telah tegak (sampai dan terang) atas mereka hujah dan keterangan atas kebenaran apa yang Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bawa, dan telah jelas perkara bagi mereka. Kemudian mereka kembali kepada kegelapan syirik. Maka bagaimana mereka berhak atas hidayah sesudah apa yang mereka campurkan kebutaan padanya (hidayah)?. Maka dengan ini Allah berfirman: Dan Allah tidak menunjuki orang dholim. Kemudian Allah berfirman: Balasan mereka adalah laknat Allah dan malaikat dan manusia semuanya.

Maka ayo kita baca dengan teliti ayat ini,

وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ لِلَّهِ فَإِنِ انْتَهَوْا فَلا عُدْوَانَ إِلا عَلَى الظَّالِمِينَ

Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan dien ini (aturan, agama, undang-undang, ketaatan) itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti dari berlaku fitnah, maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang dholim.

Mufassirien mengatakan bahwa fitnah di ayat ini adalah kesyirikan. Begini kutipannya,

ثم أمر تعالى بقتال الكفَّار: حَتَّى لا تَكُونَ فِتْنَةٌ أي: شرك. قاله ابن عباس، وأبو العالية، ومجاهد، والحسن، وقتادة، والربيع، ومقاتل بن حيان، والسُّدي، وزيد بن أسلم.

Jadi tugas semua orang untuk memerangi kesyirikan model begini. Sampai mereka berhenti. Yang diperangi adalah kesyirikannya. Bukan orang-orangnya, kecuali mereka yang ngeyel…..keras kepala……dholim…..

Caranya? Ngaji yang bener. Selama ini kan kurang bener. Faktanya pengetahuan agama masyarakat kita kebanyakan masih verbal, sekedar ritual mengaji (baca-baca thok), dan sholat secara dlohir. Seharusnya diajarkan juga perkara ushul, pokok-pokok agama. Mulai saja dengan kitab kecil lagi praktis, misalnya Risalah Al Arbain An Nawawiyyah. Itu sekedar contoh. Masih banyak cara lain kok. Yang penting, bener, sabar, dan pantang menyerah.

Jadi?

Iklan

7 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. PERTAMAX

  2. cuman mampir…

    http://ekojuli.wordpress.com/2009/02/20/ponari-sweat/

  3. kalo disini hujannya es mas…katanya bisa nyembuhin fanas dalammmm.. :mrgreen: *buktinya aja g ada* hehehe

  4. Emang bgtlah perbuatan org2 yg ngajinya g’ seriuz dg tanpa dihayati& diresapi jadinya mudah kepencutkan ama apa tuch namanya? oh ya.. dukun cilik.

  5. klo’kita blum mengerti ilmu dien,ya ngaji aja dan nantikita di tunjuki sama allah dari kesesatan. amiiin

  6. hehehe…ada ada aja kisahnya.\
    bagus bagus…
    lanjutkan ya…

  7. hmmm, klo dimesir hujan debu. rumah2 juga dindinnya gnggak ada yg dicat.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s


Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: