Dua Pekan Meninggal, Darah Masih Mengalir

31 Januari 2009 pukul 05:51 | Ditulis dalam jalan-jalan, renungan | 2 Komentar

Masih ingat Amrozi cs? Yang ini giliran keajaiban Gaza, jasad pejuang HAMAS mirip orang tertidur, para khatib Jum’at mengisahkannya dalam khutbah-khutbah mereka. Sebenarnya aku malu karena hanya bisa menyebarkan berita yang begini, lagipun tak komplit.

Hidayatullah.comYasir Ali Ukasyah, sengaja pergi ke Gaza, dalam rangka bergabung dengan sayap milisi pejuang HAMAS, Brigade Izzuddin Al Qassam. Ia meninggalkan Mesir, setelah gerbang Rafah, yang menghubungkan Mesir-Gaza terbuka beberapa bulan lalu.

Sebelumnya, pemuda yang gemar menghafal Al-Quran ini sempat mengikuti wisuda huffadz (menghafal) Al-Quran di Gaza, hingga ia bergabung dengan para mujahidin dan memperoleh palatihan militer.

Sebelum masuk Gaza, di pertemuan akhir dengan salah satu sahabatnya di Rafah, ia meminta didoakan agar memperoleh kesyahidan dalam melawan Israel.

Untung tak dapat ditolak, malang tak dapat diraih. Di bumi jihad Gaza, ia telah memperoleh apa yang ia cita-citakan. Yasir syahid dalam sebuah pertempuran dengan pasukan Israel di kamp pengungsian Jabaliyah.

Karena kondisi medan, jasadnya baru bisa dievakuasi setelah dua pekan wafatnya di medan pertempuran yang populer berjuluk “pertempuran Al Furqan” tersebut.

Walau sudah lama meninggal, para pejuang yang ikut serta melakukan evakuasi menyaksikan bahwa darah segar pemuda berumur 21 tahun itu masih mengalir, dan fisiknya tidak rusak, sehingga kondisinya mirip seperti orang yang sedang tertidur.

Sebelum syahid, para pejuang pernah menawarkan kepadanya untuk menikah dengan salah satu gadis Palestina, namun ia menolak. “Saya meninggalkan keluarga dan tanah air dikarenakan hal yang lebih besar dari itu,” jawabnya.

Kabar tentang kondisi jenazah pemuda yang memiliki kuniyah Abu Hamzah ini banyak tersebar di forum-forum internet di Palestina, bahkan para khatib juga menjadikannya sebagai bahan khutbah Jumat mereka atas tanda-tanda keajaiban perang Gaza.

2 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Syahid sebagai tujuan; karomah menyusul kemudian. Siap menyusul bang?


    do’akan….. (rindu…)

  2. isy kariman au mut syahidan. Ya Alloh Jadikanlah daku seprti mereka(syahid fi sabiilillah).


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: