Setan dan Sajadah

28 Januari 2009 pukul 10:26 | Ditulis dalam cerita setan | 10 Komentar

Siang hari. Salah satu setan terlihat di sebuah masjid. Kebetulan hari itu hari Jum’at, saat berkumpulnya orang. Ia tampak begitu khusyuk. Orang mulai berdatangan.

Setan mampu menjelma menjadi ratusan bentuk dan masuk dari segala penjuru, lewat jendela, pintu, ventilasi, atau masuk lewat lubang pembuangan air. Pada setiap orang, dia juga masuk lewat telinga, ke dalam syaraf mata, ke dalam urat nadi, lalu menggerakkan denyut jantung setiap para jamaah yang hadir siang itu.

Setan lain datang menyusul. Terjadilah dialog antara Ssatu dan Ddua.

Hai, Ddua!”

“Yupz. Ada apa?“

“Ada ide apa kamu hari ini?”

“Hmmm. Ini hari Jum’at. Banyak orang datang ke masjid meski hari lain mereka malas.”

“Lalu?”

“Lihat saja. Biasanya orang mau jum’atan pasti bawa sajadah sendiri-sendiri kan?”

“Ya. Lalu?”

“Ah Ssatu, kamu ini lemot amat. Pentium berapa sih processormu?”

“Sudah terangkan saja idemu. Apa yang bisa kau lakukan dengan sajadah!”

“Sudah kau lihat saja.”

Dua orang datang, dan keduanya membentangkan sajadah masing-masing. Ddua asyik membisikkan kata-katanya di kedua telinga orang-orang itu. Keduanya berdampingan. Salah satunya, memiliki sajadah yang lebar. Yang satu lagi sajadahnya lebih kecil. Orang yang punya sajadah lebar seenaknya saja membentangkan sajadahnya, tanpa melihat kanan-kirinya. Sementara, orang yang punya sajadah lebih kecil, tidak enak hati jika harus mendesak jamaah lain yang sudah lebih dulu datang.

Tanpa berpikir panjang, pemilik sajadah kecil membentangkan saja sajadahnya, sehingga sebagian sajadah yang lebar tertutupi sepertiganya. Keduanya masih melakukan sholat sunnah.

“Hmm. Mulai nampak apa maunya Ddua.” Ssatu bergumam.

Ddua sudah masuk ke dalam barisan shof. Ssatu hanya memperhatikan kedua orang yang sedang melakukan sholat sunnah. Dia akan melihat aksi yang sudah direncanakan Ddua sebelumnya.

Pemilik sajadah lebar, rukuk. Kemudian sujud. Tetapi, sembari bangun dari sujud, ia membuka sajadahya yang tertumpuk, lalu meletakkan sajadahnya di atas sajadah yang kecil. Hingga sajadah yang kecil kembali berada di bawahnya. Ia kemudian berdiri. Sementara, pemilik sajadah yang lebih kecil, melakukan hal serupa. Ia juga membuka sajadahnya, karena sajadahnya ditumpuk oleh sajadah yang lebar. Itu berjalan sampai akhir sholat.

Ssatu tersenyum geli melihat ulang dua orang itu.

Sesaat kemudian Ddua sudah balik bersama Ssatu lagi.

“Bagaimana?”

“Wah hebat kau Ddua.”

“Trus. Kamu sendiri punya ide bagus gak?”

“Sepertinya aku mau nerusin idemu, Ddua.”

“Apa?”

“Pertama, aku akan masuk ke setiap pemilik saham industri sajadah. Mereka akan aku jebak dengan mimpi untung besar. Sehingga, mereka akan tega memeras buruh untuk bekerja dengan upah di bawah UMR, demi keuntungan besar!”

“Ah, itu kan memang cara lama yang sering kau pakai. Tidak ada yang baru, Ssatu?”

“Bukan itu saja Ddua…”

“Lalu?”

Aku juga akan masuk pada setiap desainer sajadah. Aku tumbuhkan gagasan, agar para desainer itu membuat sajadah yang lebar-lebar”

“Untuk apa?”

Biar aku lebih berpeluang untuk menanamkan rasa egois di setiap orang sholat! Selain itu, aku akan lebih leluasa, masuk dalam barisan sholat. Dengan sajadah yang lebar maka barisan shaf akan renggang. Dan aku ada dalam kerenganggan itu. Masih ingat kan kata-kata yang pasti diucap Muhammad nabi mereka ketika jadi imam sholat?”

“Luruskan shof kalian dan rapatkan. Ratakan barisan kalian atau akan bercerai-berai hati-hati kalian! Begitu kira-kira?”

“Ya. Artinya kalau para makmum tidak rapat dan lurus shofnya, maka nantinya mereka bakalan tidak kompak dalam segala hal. Bakal berselisih seperti dalam sholat mereka. Lalu tugas kita menjadi semakin mudah dan mengasyikkan.”

Begitulah, sajadah sudah dijadikan setan sebagai pembeda kelas.

10 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. pertamaxx
    udh lama ga mampir, corat coret dikit ahhh..
    iya nih gara2 sejadah seakan2 ada kalimat “ini daerahku itu daerahmu” yang dibtasi oleh sejadah


    kapan jadi rukun ya Mbak?
    eh…gimana? ada perkembangan apa hari ini?

  2. tapi…
    sepertinya ada yang salah (kurang ) juga dari sang imam.
    banyak imam yang dengan fasih mengatakan “Luruskan shof kalian dan rapatkan. Ratakan barisan kalian atau akan bercerai-berai hati-hati kalian” (cuma ngutip lho mas), tapi cuma di bibir saja, pelengkaplah begitu, biar dibilang pinter. (mungkin)
    tapi,,,gak pernah menegur makmum yang ga rapat shofnya, ga luruh shofnya..

  3. Alloh berfirman dalam surat Al-Isro’ “Sesungguhnya orang-orang yg berlebih-lebihan[mubadzir],mereka adalah temannya syaithon”, hayoooo siapa yg mau jd temannya syathon???

  4. memang kebanyakan orang ngga’ faham dengan apa yang dikatakan imam. selain itu mereka memakai sajadah sendiri2 yach seakan2 sajadah mereka adalah tempat mereka sendiri. lebih baik pake’ tikar aja biar mereka bisa merapatkan shof mrk,tentunya imam juga njelaska pada makmum.

  5. sebenarnya sich boleh qt bawa sejadah dikala sholat di masjid, lantaran qt hrs nangung resiko yaitu orlen ngikut ato nginjak sejadah qt pasalx klo sholat kaki2 & tumit2 hrs nempel dg yg laen. Dan sejadah g’ sama dg renggangan kaki2 qt.

  6. Tapi meskipun stp sblm sholat imam menyuruh kita for ngrapatin shof,masih byk jg yg ga mau ngrapatin shof.jd,siapa yg ga mau kompak berarti shofnya yg ga bener tuch,betul ga?cos klu ga kompak,persoalan apapun kagak bakalan mudah deh u/ terpecahkan.ya ga?

  7. Emang sajadah dipakai sebagai sarana setan tapi, kalau bareng – bareng para setan ngaciiir kabur

  8. wah setan memang hebat namun tipu dayanya sangat lemah

    sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu

    dan sesungguhnya tipu daya setan itu amatlah lemah.


    maksudnya: manusia yang masih tertipu oleh syaithon adalah manusia yang sangat lemah… (begitu?)

  9. sebaiknya… kita beli saja sajadah yg kecil… agar tidak ada sela* untuk syetan masuk dan menyelinap… hehehe..


    atau malah yang cupet (kurang ukuran) biar tambah rukun sama teman sebelah….

  10. aq coba instrukpeksi dg sajadah yang ada di rumah…


    sekalian pabriknya Mbak… siapa tau keterima jadi QC number one


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: