JIL Sibuk Kampanye Bela Israel

15 Januari 2009 pukul 17:12 | Ditulis dalam jalan-jalan, politik | 2 Komentar

Usulan Moqsith Ghazali, seorang tokoh JIL di acara sebuah stasiun televisi pada Rabu Malam, (7/1), untuk menyelesaikan permasalahan Palestina-Israel adalah dengan melakukan perundingan dan membuka hubungan  diplomatik merupakan usul yang bodoh, menjebak dan sekaligus licik. Demikian pernyataan Ketua Umum DPP Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Syihab kepada Suara Islam, Kamis (8/1).

Jika yang disarankan untuk membuka hubungan diplomatik itu adalah negara Indonesia, menurut Habib Rizieq, usulan Moqsith itu adalah usulan bodoh. Karena bertentangan dengan konstitusi UUD 1945 tentang Penjajahan dan Komitmen Politik Luar Negeri RI yang menghendaki berdirinya negara Palestina.

“Usul tersebut juga menjebak, sebab hubungan diplomatik tersebut akan menjadi legalitas internasional bagi Israel mengingat RI adalah negara muslim terbesar di dunia, sekaligus menjadi pengkhianat terbesar di dunia, sekaligus menjadi pengkhianatan terhadap solidaritas Islam”, ungkap Habib Rizieq.

Yang ketiga, Habib Rizieq menyebut usul tersebut sebagai usulan yang licik. “Karena Moqsith dan kawan-kawan adalah kelompok liberal yang selama ini menjadi antek AS yang sangat pro-Israel” papar Habib.

Bagi Habib Rizieq, Israel adalah negara biadab dan jahanam. Pasalnya, Israel telah membantai anak-anak tak berdosa. “Israel tidak paham bahasa dialog. Israel hanya paham bahasa perang. Jadi hanya orang gila yang mau dialog dengan bangsa macam itu” ingat Habib.

Trus yang ini:

Dalam Today’s Dialogue, Hari Selasa, 13 Januari 2009, Pukul 22.05 di Program METROTV sebagaimana diberitakan mediaumat.

Bak aksi demo di lapang terbuka, shooting acara Today’s Dialogue Metro TV pun diwarnai sorakan penonton, bahkan teriakan kekesalan. Untung saja tidak ada satu pun penonton di studio yang sampai melempar sepatu kepada salah satu pembicara dalam acara itu, yang berlangsung pada Senin sore (12/01/2009) di Jakarta.

Pasalnya, penonton menuding salah satu pembicara yakni Chairman Jaringan Islam Liberal (JIL) Luthfi Assyaukanie sebagai ‘humas’ Amerika yang mendukung penjajahan Israel di Palestina.

Bahkan salah satu pembicara lainnya, Ketua Badan Hubungan Luar Negeri DPP PKS Luthfi Hassan Ishaaq sampai menepuk-nepuk pundak Assyaukanie sambil berkata “Kakek Anda juga dulu dibilang teroris oleh penjajah Belanda!” menanggapi pernyataan Assyaukanie yang menyebutkan bahwa Hamas adalah teroris bukan institusi negara sehingga Israel tidak mau duduk berunding satu meja.

Assyaukanie mengatakan bahwa sudah seharusnya dunia Islam terutama negara-negara Timur Tengah melakukan perundingan dengan Israel melalui Jordan atau negara Islam lainnya yang memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Chairman JIL ini pun menyatakan lebih lanjut bahwa selain itu juga harus melakukan lobi yang lebih kuat lagi kepada Amerika sampai melebihi kekuatan lobi Israel. Sehingga Amerika bisa menekan Israel untuk menghentikan serangannya ke Palestina.

Teriakan “huuuuuu” penonton kembali ditujukan pada Assyaukanie. “Berapa lama menunggunya, sampai orang Islam di Palestina habis semua?” sanggah Hassan dan disambut takbir oleh penonton. Mengingat sampai acara ini berlangsung warga yang menjadi korban meninggal sudah tembus angka 900 dan luka-luka di atas 3500 orang yang sebagian besarnya adalah wanita dan anak-anak. Resolusi Gencatan Senjata PBB yang dikeluarkan Kamis (8/01/2009) pun menambah ratusan koleksi resolusi yang selalu dilanggar Israel terkait agresinya selama ini.

Berbeda dengan Assyaukanie, Jubir HTI Ismail Yusanto menyatakan justru Israel adalah anjing herdernya Amerika yang sengaja diikat di Timur Tengah untuk menakut-nakuti para penguasa negeri Islam itu, sehingga mereka mau tetap tergantung pada Amerika. Penonton kembali bertakbir.

Dalam program yang bertema Perlukah Memberikan Bantun Kemanusiaan kepada Palestina tersebut Yusanto menyatakan ada dua masalah dalam hal ini yakni korban dan pembantai. Untuk korban solusinya tentu saja diberikan obat-obatan, makanan dan bantuan kemanusiaan lainnya. Sedangkan untuk pembantai hanya satu solusinya yakni lawan dengan senjata. Karena hanya itulah bahasa yang dapat dimengerti Israel. Sehingga sudah seharusnya para penguasa negeri kaum Muslim menyadari hal ini, bersatu dan mengerahkan pasukannya melawan Israel dengan Jihad.

“Tidak mungkin pernah bersatu!” sanggah Assyaukanie. Mendengar sanggahan itu penonton pun nampak geram dan kembali berteriak “huuuuuu…”. Namun walaupun diselimuti rasa kesal salah satu penonton sempat berkelekar kepada Media Umat, “Untung saya tidak pakai sepatu, kalau pakai, saya lempar tuh ke kepalanya!” ujar Pramu salah satu penonton di studio sambil menunjukkan sandal yang dipakainya.

Kita tidak tahu apakah Luthfi masih tetap membela Israel kalau rumahnya sendiri yang dibombardir Israel yang menewaskan seluruh keluarganya!

2 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. ini adalah akal akalan israel Laknatullah untuk menguasai tanah palestina!!!
    ane marah!!
    postingnya keren mas…😀

    ikutan 2nd IBSN Award.. bulan ini pendaftaran teakhir tgl 25 jan ‘ 09 jam 23.59wib kami tunggu yah… IBSN (Berbagi Tak Pernah Rugi)


    gak usah nunggu saya Mas. jalannya terlalu pelan, kasian yang lain mesti buang waktu nunggu saya. saya dukung deh langkah IBSN selama dalam kebaikan.

  2. Ane jg ikut marah bang..sm yng diatas, kalo ane disitu udah ndak bakalan ane lempar sepatu, tp udah ma box sepatunya skalian, kalo perlu ane tampar tuh orang..heheh..nice post pak habib..laku nih dimasukkin k kaskus.us


    sepatu sekalian boksnya…? wah gak usah beli dunk…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: