Palestina Perang, Indonesia Juga Perang

13 Januari 2009 pukul 08:52 | Ditulis dalam irodatul khoir lil ghoir, politik, renungan | 4 Komentar

Geger maneh….?

Masa sih…..sini adem ayem saja kok. Yang geger kan di Gaza sana. Bukan di sini Mas. Ngapain repot mikirin Gaza. Kita sendiri mesti mikirin diri sendiri nih. Sudah bangsa dan penguasanya amburadul begini, kenapa juga mikirin negara lain. Lagian kan memang sudah dikenal kalau Israel itu tukang perang, Palestina juga memang negeri perang. Hamas juga sama saja tukang perang. Itu mah, kerjaan mereka sehari-hari…..

Coba pikirin…

Ada lagi,

Palestina itu sejak lebih 50 tahun lalu dah perang melulu. Mereka sudah tabah dan kuat. Perang itu sudah menjadi sebagain dari hidup dan nafas mereka. Yang jadi soal ngapain gitu meluncurin roket dari rumah atau sekolah (coba lihat di TV). Ini kan aneh. Namanya perang itu yang di medan perang, bukan dari dalam rumah dari sekolahan. Makanya kemudian Israel menyerang juga tempat-tempat sipil seperti perumahan.

Kalo mau diibaratkan ya kayak di DKI saja deh. Setiap tahun dari zaman saya kecil sampai sekarang tradisi itu banjir dan kemudian demam berdarah. Sampai banyak yang mati, ratusan orang tahun lalu kan juga dihadapi dengan tabah. Kalo perang di Palestina, orang lawan orang. Nah di DKI orang lawan nyamuk, tapi kalah gitu loh. Belum lagi flu burung kalah juga lawan unggas.

Tuhan memberi cobaan sebatas yang manusia bisa terima. Kalo di Palestina di coba dengan perang melulu. Kalo di Indonesia dicoba dengan serangan DBD, banjir, flu burung, gempa. Maka urus dulu di negeri sendiri sebelum urus negeri lain. Rame-rame kerja bakti gitu. Apa kita lupa, kalau setiap hari kita juga mesti perang.

Halah….

Begitu kata sebagian anak bangsa ini. Tahu deh, muslim pa bukan.

Oke deh, sepakat saja bahwa di sini geger di sana geger…. di mana-mana wong islam geger…. terserah orang mau bilang apa. Mau dibilang ujian, monggo. Mau dibilang fitnah, silakan. Mau dibilang siksaan, boleh juga. Apa saja istilah itu toh keadaannya memang begtu.

Kali aja ada sebersit tanya dalam hati seseorang, kenapa sih kok Allah menguji umat Islam dengan perpecahan ummat, peperangan, pengkhianatan, kelaparan, bencana alam, kedhaliman penguasa, penyiksaan dan penyembelihan oleh tangan-tangan kuffar? Mengapa ujian itu semakin banyak dan bertubi-tubi? Dan kapan berhenti?

Lalu tanya itu berlanjut, dan kita sudah meraba sebuah jawab, bahwa ada kepastian akan berhentinya ujian, fitnah, siksaan dan segalanya itu. Dan ada pula kepastian bahwa semua itu tidak akan didapatkan kecuali ada suatu syarat dan sebuah konsekuensi logis. Di Al Qur’an ada isyarat jelas,

قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِكُمْ سُنَنٌ فَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ

Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah Allah. Karena itu berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul). (Ali Imron: 137)

قُلْ سِيرُوا فِي الأرْضِ ثُمَّ انْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ

Katakanlah: “Berjalanlah di muka bumi, kemudian perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan itu.” (Al An’aam: 11)

قُلْ سِيرُوا فِي الأرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُجْرِمِينَ

Katakanlah: “Berjalanlah kamu (di muka) bumi, lalu perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang berdosa. (An Naml: 69)

قُلْ سِيرُوا فِي الأرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلُ كَانَ أَكْثَرُهُمْ مُشْرِكِينَ

Katakanlah: “Adakanlah perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang terdahulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah).” (Ar Ruum: 42)

Muslimin terdahulu sudah sadar dan memenuhi syaratnya dan mereka terbebaskan. Para pendusta dan pelaku syirik dan para pendosa lainnya sudah mendapatkan bagiannya. Apakah ini mampu mengingatkan kita yang hidup dalam kekinian dan serba modern serta nyaman ini?

Padahal Allah sudah janji

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ

“Wahai orang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (Muhammad: 7)

Lalu kapan datangnya pertolongan Allah?

Dulu, disebabkan hebatnya siksaan yang dialami sahabat di sisi Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, mereka mendesak beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam dengan satu tanya: “Wahai Rasulullah, apakah engkau tidak memintakan pertolongan untuk kami? Apakah engkau tidak mendoakan kami?”

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam yang saat itu sedang berbaring, bangkit dengan wajah merah padam karena marah. Lalu beliau bilang:

“Ketahuilah bahwa sesungguhnya orang sebelum kalian ada yang ditanam hidup-hidup, digergaji dari atas kepalanya sampai tubuhnya terbelah dua dan ada pula yang disisir dengan sisir besi sehingga mengenai dagingnya hingga memisahkan ia dari tulangnya, semua itu tidak menggoyahkan agama mereka. Demi Allah, Allah pasti memenangkan agama ini hingga merata dari Sana’a sampai Hadhramaut dan manusia saat itu nanti semuanya tidak takut melainkan hanya kepada Allah melebihi takutnya kambing terhadap serigala. Tetapi kalian sangat tergesa-gesa (meminta kemenangan).”

Berikut haditsnya di Shohih Bukhari:

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ إِسْمَاعِيلَ حَدَّثَنَا قَيْسٌ عَنْ خَبَّابِ بْنِ الأَرَتِّ قَالَ شَكَوْنَا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – وَهْوَ مُتَوَسِّدٌ بُرْدَةً لَهُ فِى ظِلِّ الْكَعْبَةِ فَقُلْنَا أَلاَ تَسْتَنْصِرُ لَنَا أَلاَ تَدْعُو لَنَا . فَقَالَ « قَدْ كَانَ مَنْ قَبْلَكُمْ يُؤْخَذُ الرَّجُلُ فَيُحْفَرُ لَهُ فِى الأَرْضِ فَيُجْعَلُ فِيهَا ، فَيُجَاءُ بِالْمِنْشَارِ فَيُوضَعُ عَلَى رَأْسِهِ فَيُجْعَلُ نِصْفَيْنِ ، وَيُمَشَّطُ بِأَمْشَاطِ الْحَدِيدِ مَا دُونَ لَحْمِهِ وَعَظْمِهِ ، فَمَا يَصُدُّهُ ذَلِكَ عَنْ دِينِهِ ، وَاللَّهِ لَيَتِمَّنَّ هَذَا الأَمْرُ ، حَتَّى يَسِيرَ الرَّاكِبُ مِنْ صَنْعَاءَ إِلَى حَضْرَمَوْتَ لاَ يَخَافُ إِلاَّ اللَّهَ وَالذِّئْبَ عَلَى غَنَمِهِ ، وَلَكِنَّكُمْ تَسْتَعْجِلُونَ

Oke. Palestina perang, Indonesia juga “perang”. Semua butuh perhatian dan pemusatan energi. Semua butuh disikapi, bukan sekedar dikomentari. Seluruh muslimin pantas bersedih sekaligus mengambil pelajaran dari ummat terdahulu. Sedih boleh-boleh saja, tapi tak layak jika lantas karena kesedihan itu menyurutkan semangat para pejuang untuk tetap istiqamah menjaga agama Allah dari tipu daya jahat musuhnya. Apalagi sekedar mencari kambing hitam dari sesama muslimin lalu berputus asa dari belas kasih Allah yang munculnya adalah karena wahn, penyakit cinta dunia dan takut mati.

Ada ajakan boikot produk zionis. Lalu muncul pula polemik hangat pro kontra. Hah….. lewat sebuah ajakan boikot ini saja akan jelas terlihat siapakah yang akan lantang bersuara dan berlaku sebenarnya atau sekadar bermulut manis membantah tanpa aksi sebenarnya. Padahal mereka semua mengaku muslim dan yang disembah juga sama, Allah.

Hal itu hakikatnya adalah suatu bentuk ujian iman supaya Allah membersihkan di kalangan barisan umat ini orang yang terpilih sebagai pejuang di jalan Allah dan mereka yang terkeluar dari barisan, duduk ketakutan, cemas kehilangan kedudukan, harta dan jiwanya. Padahal, akhirat itu jauh lebih baik dan kekal, dan ternyatalah betapa dunia amat membius jiwa manusia.

مَا كَانَ اللَّهُ لِيَذَرَ الْمُؤْمِنِينَ عَلَى مَا أَنْتُمْ عَلَيْهِ حَتَّى يَمِيزَ الْخَبِيثَ مِنَ الطَّيِّبِ وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُطْلِعَكُمْ عَلَى الْغَيْبِ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَجْتَبِي مِنْ رُسُلِهِ مَنْ يَشَاءُ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ وَإِنْ تُؤْمِنُوا وَتَتَّقُوا فَلَكُمْ أَجْرٌ عَظِيمٌ

Allah sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman dalam keadaan kamu sekarang ini, sehingga Dia memilahkan yang buruk (munafik) dari yang baik (mukmin). Dan Allah sekali-kali tidak akan memperlihatkan kepada kamu hal-hal yang ghaib, akan tetapi Allah memilih siapa yang dikehendakiNya di antara rasul-rasulNya. Karena itu berimanlah kepada Allah dan rasul-rasulNya; dan jika kamu beriman dan bertaqwa, maka bagimu pahala yang besar. (Ali Imran: 179)

Begitulah, Allah pilah-pilah, pisahkan manusia dalam dua kelompok besar, buruk dan baik. Orang bodoh lagi jahil, mereka bakalan tetap memilih untuk menjual akhiratnya dengan harga dunia yang murah. Sedang orang baik lagi beriman pasti diselamatkan Allah daripada fitnah dunia. Mereka dipilih dan diutus serta dibangkitkan untuk satu peranan penting, demi menjaga agama Allah.

Dan yang harus selalu diingat dan dilekatkan dalam pemikirin muslimin adalah bahwa

لَا يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّى يَرُدُّوكُمْ عَنْ دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُوا

…Mereka tidak henti-henti memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup… (Al Baqarah: 217)

Wah…. tak henti-hentinya. Berketerusan. Semua orang pasti tahu apa maksud kalimat ini. Namun sadarkah mereka dengan keadaan sebenarnya? Bahwa peperangan ini tak ada hentinya? Dan perang mereka kepada muslimin ini sangat beragam bentuk dan caranya? Tak hanya perang dengan senjata dan perlengkapan perang modern saja? Ada orang menggambarkan perang ini dengan 4S-4F: Sing Sex Sport Smoke-Fun Fashion Food Faith.

Sing, yang penuh lirik mesum, atau hinaan kepada orang sholih dan bahkan mengandung ucapan pengingkaran terhadap eksistensi Allah.

Sex, lewat gambar-gambar pornografi dan film-film yang ditayangkan di televisi yang sarat dengan unsur pornografi.

Sport, yang tampaknya secara lahiriyah membawa kebaikan bahkan mengangkat nama bangsa jika berprestasi, namun yang sering dilupakan oleh ummat Islam ialah bentuk pakaian yang digunakan di berbagai cabang olahraga yang tidak mencerminkan jiwa Islam, tidak menutup aurat, bahkan kebanyakan even-even tersebut digelar tanpa memperhatikan waktu-waktu shalat.

Smoke, sudah umum dikonsumsi generasi tua maupun muda, baik kalangan awam, intelektual, maupun santri dan kyai (na’udzubillahi min dzalik).

Fun, dengan segala bentuk wajahnya yang menjadikan pelakunya mengeras hatinya. Bahkan semakin banyak saja tontonan yang lucu yang mengundang gelak tawa para penonton. Bahkan kegiatan dakwah atau ceramah agama itu didominasi dengan lawakan dan itulah yang “laku dijual”.

Fashion, yang tentu saja jelas menjauh dari Islam. Ditambah dengan propaganda modernisasi dan pengakuan status gaya barat. Pakaian barat dicitrakan sebagai sebuah prestige dan jilbab sebagai bentuk kepicikan dan hal-hal kuno serta terbelakang.

Food, dengan berbagai macam dan merk makanan siap saji yang mudah didapat dan dengan harga yang relatif terjangkau, dan tentu saja sangat dipertanyakan kehalalannya. Adakah musuh Islam akan memilihkan makanan yang baik-baik lagi halal bagi orang Islam yang jadi musuhnya? Apakah mereka benar-benar tulus melayani muslimin di seluruh dunia?

Faith, dengan berbagai faham yang dikembangkan seperti Liberalisme, Zionisme, Sekuralisme, Kapitalisme, Nasionalisme, Demokrasi ala Barat, Westernisasi, Kristenisasi, Emansipasi, HAM, yang tentu saja diatur sedemikian rupa agar nampak islami namun hakikatnya adalah bertentangan dengan syari’at Islam. Inilah yang paling berbahaya.

Dan musuh-musuh Islam ini tak akan berhenti sebelum muslimin tercerabut dari agamanya.

Catatan kaki:

Aku pun akhirnya membatalkan rencana belanja ini.

4 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Tambah ilmu lg…mantab gan..lanjut trus kursusny..kewekwke

  2. Promosikan artikel anda di http://www.infogue.com. Telah tersedia widget shareGue dan pilihan widget lainnya serta nikmati fitur info cinema, game online & kamus online untuk para netter Indonesia. Salam!
    http://berita-politik-dunia.infogue.com/palestina_perang_indonesia_juga_perang

  3. subhanallah…..
    alhamdulillah….
    allahu akbar….

    tambah materi terus mas habib….
    mudah2an Istiqomah….

    wahh seminggu gak buka komputer….
    nembe flu…tapi mboten flu burung lho mas…


    enaknya cuman duduk dapet ilmu…..

  4. Artikel yang menginspirasi🙂. Nice.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: