Parpol Tanpa Ideologi

25 Desember 2008 pukul 10:06 | Ditulis dalam aku gak tanggung, curhat, politik, renungan | 6 Komentar

Liat-liat pergerakan dan arah partai, cieee….. sok jadi pengamat partai politik nih. Gak ding…sekedar rasan-rasan thok ae…

Sudah umum diketahui sebenarnya perkara pergerakan parpol di Indonesia sejak zaman lahirnya negara ini sampai hari ini. Apalagi hari-hari ini, ketika PKS punya jurus lincak-lincak, lompat-lompat macem itu. Wuah…makin penuh warna wae… sebenarnya kalau partai lain (baca:sekuler) hal ini jadi biasa, tapi kalau yang begitu adalah PKS yang dikenal sebagai partai Islam, wah jadi ruarr biasa… atau jangan-jangan PKS yang sebenarnya adalah juga….(gak enak nulisnya)

Aku bukan mau ngomentarin perkara itu dari segi politik. Bukan bagianku, hihi….. Jadi aku cuman mau rasan-rasan buat diriku ndiri, juga Anda yang ngebaca to?

Sebenarnya sih, segala hal yang kita lakuin, baik sebagai pribadi maupun kelompok, pasti punya tujuan dan strategi dalam meraih tujuan. Semua pasti ada alasannya. Gak ada yang kebetulan.

Nah, sekarang buat ngeraih tujuan, orang baik sebagai pribadi maupun kelompok, bakalan ngelakuin segala perkara buat menuju ke sana. Hal-hal yang mendukung ke arah pencapaian tujuan pasti bakalan dijalanin. Tujuan bakalan membentuk langkah-langkah yang mesti diambil. Artinya apa sih tujuan seseorang pasti bisa diliat dari usaha yang dijalanin. Tul?

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

…sesungguhnya (bagi) setiap amalan itu dengan (dasar) niatnya. Dan sesungguhnya bagi setiap orang itu apa yang dia niatkan. (hadits terkenal lagi termashur dan banyak yang tahu…)

Bicara soal tujuan dan cara meraih tujuan, ngingetin soal ideologi deh. Hehe… bahwa sebuah tujuan, cita-cita selalu menjadi ide bagi pemiliknya. Menjadi dasar berpikir dan bertindak. Semua pikiran dan tindakan didasarkan kepada pencapaian cita-cita. Jadilah setiap langkah yang dia lakukan dilandasi dengan keyakinan akan cita-citanya, ideologinya. Whuh…

Tapi nampaknya parpol di Indonesia ini gak (lagi) mendasarkan partainya (juga ke diri pribadinya dong) pada ideologi tertentu, apalagi ketika sudah bicara soal dukungan massa. Liat ajah, semua parpol mau ngerangkul semua pihak. Ada bisik-bisik antar parpol, jual beli rakyat. Bagi-bagi kursi jika menang bersama. Karenanya, koalisi antarparpol gak lagi jadi hal mutlak bagi parpol Islam.

Kali aja ada yang ngejawab bahwa itu adalah strategi, sekedar tujuan antara.

Tapi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bilang,

بعثت لأتمم مكارم الأخلاق

Kebayang dibenakku, gimana ya para kader parpol muslimah yang berjilbab besar, rapet dan rapi, santun dalam bergaul, ketika mereka mendapati tokoh-tokohnya, para pemimpinnya duduk manis jejeran sama artis ibukota yang pamer aurat di depan orang banyak? Apa reaksi mereka ya? Kecewa, marah, bingung, suka-suka, atau apa ya?

Ehm,

Ideologi tiap-tiap parpol di Indonesia nyaris gak ada jarak lagi. Mana parpol nasionalis dan agamis, bahkan komunis. Lha wong yang nasionalis macem Partai Golkar dan PDIP juga punya badan binaan berbasis agama, kalo gak salah namanya Al Hidayah sama Baitul Muslimin.

Caleg dari PDIP di daerahku ada yang berjilbab. Sedang PKS malah ngedukung bupati perempuan. Jadi, nyaris gak ada batasnya.

Bahkan dulu sempat ada ide Poros Tengah. Gak tau deh, gimana kelanjutannya. Nampaknya mustahil antar partai mau damai seratus persen. Kan Allah sudah bilang,

كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ

Setiap partai bakalan ngebelain, ngebanggain partainya ndiri

Atau jangan-jangan,

تَحْسَبُهُمْ جَمِيعًا وَقُلُوبُهُمْ شَتَّى ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لا يَعْقِلُونَ

Kalian mengira meraka bersatu, padahal hati mereka sendiri-sendiri. Begitu sebab mereka tuh orang-orang yang gak punya akal

Poros Tengah, sebuah upaya penyatuan suara umat Islam lewat polarisasi ormas Islam begini pasti rawan pecah. Masing-masing kader bakalan mendahulukan kelompoknya. Ini pernah terjadi kan? Dan bakalan lagi.

Trus gimana dong…

Gak perlu ada parpol. Dirikan jama’ah. Pake konsep Islam buat ngebangun negara yang adil makmur sentosa. Tinggal bikin ummat biar ngerti Islam dengan sebenar-benarnya. Bukan Islam menurut barat, bukan islam menurut Arab, bukan Islam menurut Indonesia, atau JIL, atau Muhammadiyyah, atau NU atau-atau yang lainnya.

Islam ya Islam. Metode yang dipake ya metode Allah yang dicontohkan lewat para RasulNya.

ثُمَّ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ أَنِ اتَّبِعْ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ

Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad): “Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif” dan bukanlah dia termasuk orang-orang musyrik. (An Nahl:123)

قُلْ إِنَّنِي هَدَانِي رَبِّي إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ دِينًا قِيَمًا مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ

Katakanlah: “Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Rabbku kepada jalan yang lurus, (yaitu) agama yang benar, agama Ibrahim yang lurus, dan Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang musyrik”. (Al An’aam: 161)

مَا كَانَ إِبْرَاهِيمُ يَهُودِيًّا وَلا نَصْرَانِيًّا وَلَكِنْ كَانَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ . إِنَّ أَوْلَى النَّاسِ بِإِبْرَاهِيمَ لَلَّذِينَ اتَّبَعُوهُ وَهَذَا النَّبِيُّ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاللَّهُ وَلِيُّ الْمُؤْمِنِينَ

Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik. Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad), beserta orang-orang yang beriman (kepada Muhammad), dan Allah adalah Pelindung semua orang-orang yang beriman. (Ali Imron: 67, 68)

وَمَنْ يَرْغَبُ عَنْ مِلَّةِ إِبْرَاهِيمَ إِلا مَنْ سَفِهَ نَفْسَهُ وَلَقَدِ اصْطَفَيْنَاهُ فِي الدُّنْيَا وَإِنَّهُ فِي الآخِرَةِ لَمِنَ الصَّالِحِينَ . إِذْ قَالَ لَهُ رَبُّهُ أَسْلِمْ قَالَ أَسْلَمْتُ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ

Dan tidak ada yang benci kepada agama Ibrahim, melainkan orang yang memperbodoh dirinya sendiri, dan sungguh Kami telah memilihnya di dunia dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang saleh. Ketika Rabbnya berfirman kepadanya: “Tunduk patuhlah!” Ibrahim menjawab: “Aku tunduk patuh kepada Rabb semesta alam”. (Al Baqoroh: 130,131)

Trus yang non muslim gimana tuh….?!

Lah…. zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kan juga ada orang-orang non muslim to? Mereka masih hidup kan? Masih bisa bernafas kan? Masih bisa dagang dan kerja normal kan? Masih bisa nikah dan punya anak to?

Lha wong syari’at Islam ini bisa mengatur (menjadikan teratur) semua orang kok. Semua orang….

Titik.

6 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. dalam Ilmu Politik. ideologi itu didefinisikan sebagai sebuah cita-cita, keyakinan dan nlai dasar yang diwujudkan dalam suatu konsepsi mengenai kehidupan yang ideal. nah, dalam politik juga tidak ada teman abadi, tidak ada lawan abadi, yang ada kepentingan yang abadi. karena parpol takut kehilangan massa maka batas ideologi telah dikalahkan oleh kepentingan contohnya PDIP yang ngakunya nasionalis tapi punya sayap baitul muslimin untuk menggaet suara orang2 muslim

  2. Promosikan artikel anda di http://www.infogue.com. Telah tersedia widget shareGue dan pilihan widget lainnya serta nikmati fitur info cinema, game online & kamus online untuk para netter Indonesia. Salam!
    http://partai-politik.infogue.com/parpol_tanpa_ideologi

  3. Parpol tanpa ideologi atau dengan ideologi sangat berbeda kepentingan dan keperluannya.
    Parpol dengan ideologi dapat ditebak visi dan misinya serta jelas kepentingannya meskipun keperluannya masih dipertanyakan. Sebaliknya parpol tanpa ideologi hanya mencari keperluan saja, kepentingannya masih dipertanyakan dan visi misinya tidak jelas (kabur).
    Indonesia dengan multi partainya yang tidak jelas ranah ideologi (partai extrim kanan/kiri, partai kekananan/kekirian, atau partai tengah), masih perlu dipertanyakan.
    Oh… nasibnya bangsa ini… di tahun 2009
    Semoga lebih indah dari kenyataannya.
    Amin

  4. aku ijih kelingan..nalika semono aku melu rapat-rapat neng par..tai…aku semangat banget nggonku nekani, utawa usul rembug ( sok pinter ya’e) malah aku nate didadekne wakil partai….eee salah par..tai neng omahku.
    ning bareng tekan titi mangsane milih sing bakal dadi celeng…eee salah meneh …caleg.. kabeh do rayahan…aku wae… aku wae….
    walah aku mumet deweek…
    lha piye… kabeh rumangsa iso, rumangsa pantes..je
    bareng ngono… tibake yo mung udrek2udrekan masalah sopo sing dadi….
    wah nek ngene ki aku tak metu wae…
    jarene (sing tukang ngomong neng rapat2 kuwi) ” kita berjuang untuk islam lewat partai”
    lha kok malah do rayahan kursi….
    pie arep mikir islam nek kabeh do rumongso iso,
    jabatan kok di oyak… wah gak mathuk aku….
    aku yo nate krungu neng pengajian kae, nek jare sopo sing ngoyak2 jabatan, pratondo calon pemimpin sing elek…( nek cah dalan ngomonge “elek’e POOL” )
    kuwi kedadeyan dek emben lho yooo.. mbuh nek suk tahun 2009… ehh pemilu ngarep de ing.
    mugo2 wae wong islam gak gampang diapusi karo poli….TIKUS… sing ngaku2 merjuangke islam lewat partai ning tibake mung nggo ngidek2 rakyate.

    Kanggo MUSLIMIN… ojo gampang diapusi karo wong mau..yooo ( lali aku…)

  5. Kanggo poli…TIKUS…
    ojo ngapusi meneh yooo
    tobato…negoro iki ono sing duwe….
    sing duwe donya (negoro iki) yo duwe aturan…
    ayo melok aturane sing duwe negoro iki….
    Iki saran, nasehat kanggo poli…TIKUS….

    ( kagem mas Habib… ngapunten bosone kurang trep )


    rapopo……sok-sok digawe plengsetan yo malah nonjok rasane…

  6. kalo menurut saya, parpol itu ya kayak ormas2 laennya. ibarat baju, ato celana, ato bulpen, ato apa ya.. ah pokoknya barang yang bila kita perlu kita pake, tapi klo pas nggak perlu, ya disimpan. Entah di lemari, di laci, di gudang, ato malah diberikan ke orang laen, ato malah dibuang sisan di tempat sampah. lha yen disimpen, ngebak-ngebaki nggon wae.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: