Iklan HIV/AIDS

23 Desember 2008 pukul 07:05 | Ditulis dalam budaya, jalan-jalan, kehidupan, politik, renungan | 3 Komentar

Menurutku sih, o’on juga kalo ada orang nyaranin pake kondom buat pencegahan HIV/AIDS. Kan secara gak langsung bin implisit, dia nenggang rasa tuh sama yang namanya zina. Dosa besar tuh kok diizinin, ikut kena getahnya kan….

Kira-kira aja begini (sudah jelas masih pake kira-kira)

Awalnya dicurigai penyebaran virus HIV?AIDS ini lewat hubungan yang berganti-ganti, kata orang gonta-ganti pasangan. Bilang aja ZINA…!!! Yups, gonta-ganti pasangan tanpa pake kondom gitu. Nah ini kan bahaya. Bisa nularin virus kemana-mana. Makanya solusinya adalah pake kondom sama lokalisasi pelacuran. Eh….yang kedua ini konon kabarnya dilandasi oleh kekhawatiran kalau tanpa dilokalisir, pelacur tuh bakalan lepas macem ayam lepas dari kandang. Bertebaran ke segala arah. Halah…..fakta membuktikan, meski dilokalisasi pun namanya pelacur tetep aja bisa jalan-jalan, bahkan bisa berubah penampilan, jadi ayam kampus lah, ayam abu-abu lah, atau istilah lain yang sebenarnya sama saja, PELACUR…!!! Bahkan bisa jadi pelacur yang mau dilokalisasi adalah mereka yang gak punya strategi pemasaran yang hebat, takut kalah bersaing dengan yang lain. Sementara itu, pelacur yang merasa sudah pasang strategi hebat, modal kuat, baik finansial maupun infrastruktur, mereka berani jemput bola. Door to door….kali aja sekolahnya ke para pakar bidang pemasaran (tanpa menyebut nama….)

Jadi jelasnya bicara, he…anda kalau mau “jajan” pake kondom dulu ya, biar AMAN! Jajannya disana, ditempat yang sudah kami sediakan dan dijamin keamanannya. Pajak ditanggung pembeli. Parkir gratis kok.

Ah, solusi kok gak ngrampungin masalah. Jadi ingat slogan pegadaian…..

Sudah ah.

Jadi buat gerakan anti HIV/AIDS adalah begini:

iklanaids1

3 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. HIV/AIDS mengakibatkan menurunnya antibodi/kekebalan tubuh manusia terhadap penyakit.
    It’s okey, jika yang melakukan perbuatan tercela menanggung akibatnya. Dan Kasihanlah pada mereka (terutama bayi) yang tidak melakukan hal tersebut terkena dan terjangkit penyakit tersebut.
    Program MERC bagus. Lebih bagus lagi jika semua lapisan masyarakat ikut membantu memerangi lingkaran setan ini. Dikatakan demikian karena para penjual diri/narkoba, butuh uang pada zaman ni. Para pembeli sudah terlajur terlibat jauh (nagih). Yang melarang pun terlibat karena diasumsikan bahwa barang sitaan dapat dipergunakan. Terkadang ada rasa juga ingin mencobanya. Niat itu urung dilaksanakan karena ada teman yang membisikkan ditelingaku: “Jangan mas, itu kotor. Lebih baik dengan Istri… pasti bersih”. Hmmm… benar juga.
    Mau coba narkoba susah didapat kalo tidak masuk ke komunitasnya. Dan itu tak mungkin kulakukan karena mereka dah tau status pegawaiku. Ya… Alhamdullilah… hambu terhindar dari perbuatan nista ni. Hmmm… Waspadalah bila sudah seperti ini.
    Sedikit saran : Seandainya mau belajar kekebalan tubuh sebaiknya berguru ke Baten atau Bali.. (yang kutahu) pasti kekebalan tubuhnya meningkat.:mrgreen:


    tertarik sama kalimat terakhir…. ra tedhas tapak paluning pandhe…tapi kok gak berani ngelawan orang kafir ya…..

  2. biasa tuh melegalkan ZINA!

  3. setuju dgn pendapat anda.
    pembuatan iklan kondon hanya akan mengakibatkan legalnya perzinahan.

    sebenarnya msh banyak cara lain untuk mengatasi HIV, misalnya dengan menyebarkan berita2 yg mengerikan melalu media massa ataupun diluar media massa.

    kalo memakai cara kampaye kondom, saya rasa bukanya akan mencegah, malah akan merambat luas. kearna pengunaan kondom hanya sementara saja.

    jadi lebih baikya kita bubarkan saja kampaye kondom, karana kampaye seperti itu bkn solusi yg baik.

    thanks ya…postingan anda memberi infirasi saya untuk bertindak.


    seneng kalau bisa membantu meskipun tak seberapa….alhamdulillah


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: