Kontroversi Natal: Bagi Muslimin dan Kristiani

20 Desember 2008 pukul 08:49 | Ditulis dalam curhat, ibadah gaul, irodatul khoir lil ghoir, renungan | 4 Komentar

Menjelang natalan bagi umat Kristen.

Menyoal natalan deh. Ngutip aja dari sini. Diedit tanpa mengubah isi. Ditambah juga sih, biar tambah aneh ajah..

Dunia kekristenan hari-hari ini sudah terbagi dalam banyak sekali sekte dan kelompok, ratusan bahkan mungkin ribuan jumlahnya di seluruh dunia. Dan tiap-tiap kelompok itu memiliki kepercayaannya sendiri-sendiri yang tidak jarang berbeda atau saling bertentangan satu dengan lainnya. Jika orang kebanyakan mengetahui kaum Nasrani itu terbagi dua: Katolik dengan Kristen Protestan saja, atau Kristen Timur dan Kristen Barat saja, maka itu hal yang kurang tepat. Dan pastinya, sebanyak itu tidak ada satu pun yang memiliki jawaban yang tuntas mengenai doktrin trinitas, misalnya. Bahkan banyak kalangan menyatakan, semakin dirumuskan semakin membingungkan.

Kalau Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah kasih angka soal itu, begini

افترقت اليهود على إحدى أو اثنتين و سبعين فرقة و افترقت النصارى على إحدى أو اثنتين و سبعين فرقة و تفترق أمتي على ثلاث و سبعين فرقة

Terpecah belah orang Yahudi atas 71 atau 72 kelompok, dan terpecah orang Nashara atas 71 atau 72 kelompok, dan terpecah umatku atas 73 kelompok. (Mustadrok, shohih menurut syarat Muslim)

Soal Natal atau kelahiran Yesus yang dipercaya sebagian besar umat Kristiani jatuh pada 25 Desember tiap tahun masehi, hal itu sesungguhnya tidak memiliki landasan yang kuat. Ada banyak tokoh gereja sendiri yang meragukan atau bahkan menyangkal jika tanggal tersebut merupakan hari kelahiran Yesus. Salah satunya yang paling populer adalah Herbert W. Amstrong, seorang Pastur yang memimpin Worldwide Church of God, AS. Amstrong juga seorang Pemimpin Redaksi majalah Kristen “Plain Truth” yang bertiras sekitar 8 juta eksemplar tiap bulan. Majalah ini didirikan pada tahun 1934, dan beredar ke seluruh dunia. Pada 1947, Amstrong membangun Ambassador College yang kini memiliki dua kampus besar di Pasadena California dan di Big Sandy, Texas.

Dalam bukunya yang fenomenal “The Plain Truth About Christmas”, Amstrong menegaskan jika Natal yang berasal dari Katolik Roma bukanlah ajaran Bible (Alkitab), dan Yesus pun tidak pernah memerintah para muridnya untuk menyelenggarakannya. Perayaan yang masuk dalam ajaran Kristen Katolik Roma pada abad ke empat ini adalah berasal dari upacara adat masyarakat paganisme.

Perayaan Natal berasal dari Katolik Roma, dan tidak memiliki dasar dari kitab suci, dalam hal ini ada penjelasan dari Katolik Roma dalam Catholic Encyclopedia, edisi 1911, dengan judul ‘Christmas’, “Natal bukanlah diantara upacara-upacara awal Gereja … bukti awal menunjukkan bahwa pesta tersebut berasal dari Mesir. Perayaan ini diselenggarakan oleh para penyembah berhala dan jatuh pada bulan Januari ini, kemudian dijadikan hari kelahiran Yesus.”

Dalam Ensiklopedi itu pula, dengan judul “Natal Day,” Bapak Katolik pertama, mengakui jika, “Di dalam kitab suci, tidak seorang pun yang mengadakan upacara atau menyelenggarakan perayaan untuk merayakan hari kelahiran Yesus. Hanyalah orang-orang kafir saja (seperti Firaun dan Herodes) yang berpesta pora merayakan hari kelahirannya ke dunia ini.”

Encyclopedia Britannica (1946), menjelaskan, “Natal bukanlah upacara-upacara awal gereja. Yesus Kristus atau para muridnya tidak pernah menyelenggarakannya, dan Bible (Alkitab) juga tidak pernah menganjurkannya. Upacara ini diambil oleh gereja dari kepercayaan kafir penyembah berhala.”

Encyclopedia Americana (1944) menyatakan, “Menurut para ahli, pada abad-abad permulaan, Natal tidak pernah dirayakan oleh umat Kristen. Pada umumnya, umat Kristen hanya merayakan hari kematian orang-orang terkemuka saja, dan tidak pernah merayakan hari kelahiran orang tersebut..” (“Perjamuan Suci” yang termaktub dalam Kitab Perjanjian Baru, hanyalah untuk mengenang kematian Yesus Kristus.) “…Perayaan Natal yang dianggap sebagai hari kelahiran Yesus, mulai diresmikan pada abad keempat Masehi. Pada abad kelima, Gereja Barat memerintahkan kepada umat Kristen untuk merayakan hari kelahiran Yesus, yang diambil dari hari pesta bangsa Roma yang merayakan hari ”Kelahiran Dewa Matahari.” Sebab tidak seorang pun yang mengetahui hari kelahiran Yesus.”

Adalah fakta sejarah jika pada abad pertama masehi hingga abad ke tiga, perayaan Natal tidak pernah dilakukan oleh umat Kristen. Baru setelah abad keempat, perayaan ini mulai diselenggarakan oleh orang-orang Barat, Roma, dan Gereja. Menjelang abad kelima, Gereja Roma memerintahkan untuk merayakannya sebagai hari raya umat Kristen yang resmi.

Pastor Herbert W. Amstrong juga menyangkal pandangan resmi gereja Roma tentang kelahiran Yesus. Begini:

“Amat mustahil jika Yesus dilahirkan pada musim dingin! (Di wilayah Yudea, setiap bulan Desember adalah musim salju dan hawanya sangat dingin). Saya berpegangan pada Injil Lukas 2:11 yang menceritakan suasana di saat kelahiran Yesus sebagai berikut: “Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan. Lalu kata malaikat itu kepada mereka: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, di kota Daud.”

Amstrong melanjutkan, “Tidak mungkin para penggembala ternak itu berada di padang Yudea pada bulan Desember. Biasanya mereka melepas ternak ke padang dan lereng-lereng gunung. Paling lambat tanggal 15 Oktober, ternak tersebut sudah dimasukkan ke kandangnya untuk menghindari hujan dan hawa dingin yang menggigil. Bibel sendiri dalam Perjanjian Lama, kita Kidung Agung 2: dan Ezra 10:9, 13 menjelaskan bahwa bila musim dingin tiba, tidak mungkin pada gembala dan ternaknya berada di padang terbuka di malam hari.”

Sudah ah, semakin dirunut semakin nyut-nyut….

Dan lagian, itu urusan mereka orang Kristen baik Protestan maupun Katholik. Aku ikut memposting ini cuman karena kasih sayang sesama manusia. Didasari oleh rasa belas kasih ini, belas kasih untuk keselamatan bersama baik di dunia maupun di akhirat. Terhindar dari adzab neraka tentunya.

Dan yang lebih penting adalah bagi muslimin sendiri. Ingat saja hadits di atas, bukan hanya kaum ahli kitab yang umatnya terpecah, tapi muslimin juga tak terhindarkan dari perpecahan. Awas dan waspada….!!!

Jadi lebih penting bagi muslimin untuk menata diri sendiri dari pada sibuk mengintip dan menelanjangi agama orang lain. Telanjangi diri kita sendiri saja.

Nah, berkaitan dengan natal bagi orang kristen, umat islam mesti bisa jaga diri. Bukan salah mereka dong mengadakan upacara natal meski dengan fakta macem tadi. Adalah salah kita para muslimin sendiri ketika ikut berpartisipasi dalam upacara natal itu. Salah muslimin sendiri. Kenapa?

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ ثَالِثُ ثَلاثَةٍ

Dan

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ

Dua itu saja dari Al Qur’an sudah cukup membuat bulu kuduk dan selain kuduk bergidik. Ngeri….. kita muslimin ketika mengatakan (sebagai bentuk pengakuan) bahwa Allah itu peniga dari yang tiga atau Dia adalah Al Masih bin Maryam, maka dia jatuh ke dalam kekafiran. Cuma ucapan yang menunjukkan pengakuan….!!! Kalau ucapan selamat hari natal gimana dong….? Hi….. sejatinya ucapan selamat itu juga merupakan sebuah bentuk pengakuan tentang eksistensi natal (yang merupakan pengakuan kelahiran Yesus), ya jangan dilakukan. Haram….

Ibnu Hajar Al ‘Atsqolani dalam catatan kaki soal sholat ‘ied di kitab praktis Bulughul Maram Min Adillatil Ahkam memberikan keterangan bahwa: sebutir telur pun kalau diberikan kepada orang musyrik sebagai penghargaan kepada hari perayaan mereka, maka pelakunya sudah kafir kepada Allah.

Catatan: kitab Bulughul Maram ini termasuk kitab kecil dan praktis yang cukup memadai bagi muslimin untuk sekedar hidup islami. Dan banyak dijual di toko buku dan kitab. Mestinya muslimin cukup mudah untuk mendapatkannya dan membacanya dan memahaminya dan mengimplementasikannya dan seterusnya…. jangan cuman baca komik mulu!!! Masa` muslimin bacaannya naruto…!!!

Dan juga, muslimin mesti menyadari betul untuk menghindari segala bentuk perpecahan (agak belok topik nih). Menghindari setiap kelompok (hizb) kecuali sebagai muslimin. Karena tiap-tiap kelompok hanya akan berjuang demi kelompoknya, akan memperjuangkan kelompoknya, bukan memperjuangkan Islam dan muslimin. Tinggal lihat saja gimana sepak terjang mereka, cara-cara mereka berjuang, maka akan terlihat ke arah mana mereka menuju.

مِنَ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ

(yaitu) termasuk dari golongan orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka. (Ar Ruum: 32)

إِنَّ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا لَسْتَ مِنْهُمْ فِي شَيْءٍ إِنَّمَا أَمْرُهُمْ إِلَى اللَّهِ ثُمَّ يُنَبِّئُهُمْ بِمَا كَانُوا يَفْعَلُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agamaNya dan mereka menjadi bergolong-golong, tidak ada sedikitpun urusanmu (tanggung jawabmu) dari mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah terserah kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat. (Al An’am: 159)

Maksudnya yaitu, janganlah kita jadi berkelompok-kelompok, berpecah-belah, karena itu bagian dari kesyirikan. Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam gak ada urusan dengan para pelaku beginian. Gak dianggep…!!!

Jadi termasuk dalam hal ucapan natal atau perayaan lain, mestinya muslimin sepakat, gak usah berpecah belah buat bersikap. Dalam hal ini, DIEM ADALAH EMAS.

4 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Promosikan artikel anda di http://www.infogue.com%3c/a>. Telah tersedia widget shareGue dan pilihan widget lainnya serta nikmati fitur info cinema, Musikgue & game online untuk para netter Indonesia. Salam!
    http://agama.infogue.com/kontroversi_natal_bagi_muslimin_dan_kristiani

  2. hmmmm…

    cukup lah blog ini dibaca untuk orang yang sabar saja, karena blog ini hanya menambah amarah dan emosi sesaat bahkan untuk selamanya.

    tolong kalau mau tulis blog mengenai agama dan keyakinan ditulis untuk kalangan sendiri saja.

    Berkacalah pada diri sendiri, jika ingin mengubah orang lain.

    Hanya satu hal yang membuat saya bingung dan selalu bertanya-tanya?

    Kenapa selalu umat kristiani yang dipojokan di Indonesia ini, apa sih dosa kita?
    Kenapa masyarakat yang malah menyembah pohon, matahari, bahkan sesuatu yang nggk jelas lainnya nggk pernah dibahas…

    hehehhe…

    kurang ilmu, nggk ngerti ilmu, atau nggk punya ilmu…

    jangan lah sekali-kali menebarkan sesuatu yang buruk kepada orang lain. Maaf apabila ada yang tersinggung, salam.


    anda sudah membaca bagian akhir tulisan ini?
    atau kalau anda merasa selalu dipojokkan, sudah baca yang di sini?
    atau malah yang di sini?

  3. Menanggapi banyaknya nada-nada sumbang tentang keberadaan Everesta Media dengan harga recovery data yang mahal yaitu 5 juta. Ada pengalaman yang justru tidak masuk akal. Saya Ruli, tinggal di Serpong (BSD), 38 tahun. Karyawan salah satu Bank Swasta di Jakarta Barat. MOHON MAAF kalau tulisan ini bukan bermaksud membuat banyak pihak kecewa/kesal. Tapi untuk penyeimbang berita saja.

    Tepatnya di awal Februari 2008 lalu, saya pernah menemukan masalah. Sore hari, laptop Toshiba saya tiba-tiba hang. Seperti biasanya saya segera matikan listriknya, lantas saya restart ulang. Biasanya mau lagi berjalan normal. Tetapi sekarang ini sepertinya lain, hanya tampilan ‘blue screen’ dengan tulisan bahasa aneh, agak sedikit bunyi aneh klak-kletek, dan saya pun tidak tahu artinya. Lantas saya copot hardisknya untuk di-copy ke PC, dengan memakai external case SATA ternyata sama saja & ada bunyi kletak-kletek.
    Akhirnya, saya membawa ke beberapa tempat recovery data di daerah Harco Elektronik dan Mangga 2 Mall. Seperti biasa, saya menunggu beberapa hari. Tetapi saya tidak menegerti, ternyata mereka gagal menyelamatkan data saya dengan alasan bahwa kerusakannya adalah pada piringan/disk hardisk saya sudah parah (tergores). Saya pun mengambil harddisk SATA Seagate Momentus saya, dan mencoba merecover lagi ke beberapa tempat lain. Ternyata sama. Mereka gagal. Sama saja, terakhir saya coba lagi membawa ke jasa recovery data di bilangan Mall Ambasador, Setiabudi Sudirman, daerah Jakarta Barat juga, dan banyak tempat lain. Ternyata hasilnya sama saja. Padahal mereka juga mengaku-ngaku adalah master, ahlinya atau yang terbaik.

    Entahlah saya hampir putus asa. Saya sudah bingung harus kemana lagi saya antar harddisk saya agar dapat diselamatkan data – data penting di dalamnya. Saya juga hampir putus asa. Akhirnya saya coba terus mencari di Internet, di salah satu situs iklan gratis tampa daftar, saya menemukan Everesta Media, salah satu jasa penyelamat data, situsnya http://www.everezta.com. Awalnya saya sempat ragu – ragu dengan sosok Everesta Media. Karena sebelumnya, saya sempat membaca beberapa tulisan-tulisan bernada sumbang tentang Everesta di situs http://www.mediakomsumen.com, dan juga di situs Logic hardware [http://www.harddisk.blog.co.uk/2008/04/18/tips-aamp-trik-4061645], yang bernada berseberangan terhadap Everesta Media. Mengatakan, bahwa tempat Everesta Media tidak meyakinkan! Tetapi, saya coba untuk tidak mudah percaya langsung dengan tulisan mereka. Karena belum ada buktinya bagi saya! Ya. Coba-coba dululah siapa tahu lain apa yang banyak pihak propagandakan. Mungkin juga, sosok Everesta tidaklah seperti tulisan yang pernah saya baca. Di tengah keputus-asaan saya. Awalnya. Saya coba -coba menelpon ke pihak Everesta Media. Ternyata, mereka meminta saya mengantarkan harddisk saya ke tempat mereka di daerah Lenteng Agung arah Depok. Akan tetapi kalau diambil oleh mereka, dikenakan biaya, yaitu untuk biaya pengecekan dan transportasi, yaitu sebesar tujuh puluh lima ribu rupiah dibayar di muka. Awalnya saya ragu-ragu dan ciriga. Akhirnya, dari pada repot – repot pikir saya, karena juga saya juga agak sibuk waktu itu. Saya meminta mereka segera datang mengambil harddisk tersebut untuk direcover ke kantor saya. Saya pun harus bersabar lagi menunggu jawaban dari pihak mereka.

    Keesokan harinya saya ditelpon pihak mereka / Everesta Media, walau sempat tidak percaya. Mereka mengabarkan kepada saya, bahwa harddisk SATA saya dapat diselamatkan mereka, karena belum sempat dibongkar dalamnya. Katanya keberhasilan recovery data minimal 80% bukan 100%, juga waktunya agak lama minimal satu minggu, alasannya bahwa kerusakan harddisk saya tergolong sangat parah secara fisik (katanya ada sudah bunyi, head bacanya rusak, tidak terdetek BIOS lagi dan sudah banyak “bad sector area”). Mereka mengajukan biaya recovery data sebesar 5 juta rupiah. Jumlah yang sangat mengejutkan saya. Alangkah kagetnya saya! mahal sekali! Mahal sekali mas!!!! Padahal tidak seperti di tempat – tempat lain yang pernah saya tanya, jauh lebih murah! Karena mahalnya saya bingung sekali, sempat saya akan membatalkan saja. Saya curiga juga takut ditipu oleh mereka (pihak Everesta). Apalagi saya ingat artikel yang seperti yang pernah saya baca di http://www.mediakonsumen.com dan punya bung Logic hardware ini.karena terus penasaran, saya coba lagi tawar harganya agar dapat lebih murah. “Jangan mahal-mahal bah…..!” Entahlah, mereka tetap keras kepala… Tetap saja, mereka (pihak Everesta Media (http://www.everezta.com) tidak mau agar biayanya lebih murah, alias tidak dapat ditawar lagi biayanya. Karena terpaksa juga pasrah, mau tidak maulah! harus kemana lagi saya coba merecover data saya dengan harga jauh lebih murah, Sementara mereka belum tentu menjamin sanggup! Sebagaian besar mereka telah menyerah tak sanggup/ gagal. Akhirnya dengan terpaksa, saya menyetujui juga dengan biaya 5 juta rupiah secara tunai. Asalkan data-data saya benar – benar telah berhasil diselamatkan! Itu janji saya pada pihak Everesta Media.

    Bingung dan mencurigakan juga cara kerja Everesta Media seperti apa. Terpaksa harus menunggu lebih seminggu, akhirnya setelah 8 hari, mereka (pihak Everesta Media) tiba-tiba menelpon lagi kepada saya, memberitahukan bahwa sudah selesai semua data saya diselamatkan, diminta saya segera membuka e-mail saya, karena laporan datanya sudah dikirim. Segera saya cek e-mail saya, ternyata benar data saya sudah ada semua. Kesesokan harinya, mereka akan antar data-datanya ke kantor saya siang hari. Diminta juga, saya segera menyiapkan pembayarannya secara tunai 5 juta rupiah. Saya tidak mau rugi dong, saya harus cek lagi lebih detail apakah benar – benar data saya sudah ada. Saya mencoba mengingat satu – persatu data – data penting saya, yang sebagian besar saya sudah tak ingat lagi satu persatu. Ternyata benar! Aneh sangat tidak dapat dipercaya!!! mereka telah berhasil menyelamatkan data-data saya! Percaya tidak percaya! walaupun banyak nada sumbang tentang Everesta ! Tak terkecuali photo-photo anak saya waktu lahir dulu. Hebat juga Everesta Media, walaupun biaya recovery datanya cukup mahal, tidak percaya dan tak mungkin! tidak seperti di tempat-tempat lain yang pernah saya tanya. Walaupun, saya agak curiga takut ditipu. Sebenarnya jujur dalam hati kecil saya, sudah cukup puas dengan harga 5 juta rupiah. Bagi saya saat ini. Sangat tidak penting seperti apa tempat Everesta Media, siapa – siapa saja yang anggotanya, bagaimana cara kerja mereka, dan berapakah personil dari Everesta Media itu?! Justru yang terpenting bagi saya Everesta Media adalah lebih dan memiliki nilai tambah dari dari yang lain! Karena terbukti telah berhasil menyelamatkan data-data penting saya, bahkan yang sudah lama dihapus sekalipun. Sementara di tempat lain sudah gagal / menyerah. Ruli, Serpong (8-1). Percaya atau tidak semuanya! terserah anda! saya hanya menuliskan saja. Semoga berguna.Wassalam.

  4. Bagi kita umat kristiani, jangan pernah mendengar satu katapun dari manusia yang tak mengenal TUHAN YESUS (ALLAH) BUKAN DI BACA OWLOH..!!
    biarlah dia yang menerima akibat dari perkataannya itu di akhirat, ucapannya adalah tanggung jawab baginya..
    kita umat kristiani tdk pernah dia ajrkan utk membenci sesama kita..
    jikalau kekristenan di hardik, biarlah dia yang mempertanggung jawabkannya..
    seperti apa kata TUHAN YESUS : “jikalau pipi kanamu di tampar berikanlah pipi sebelahnya di tampar jga..
    aku hanya ingin menegaskan bahwa kekristenan adalah agama yang benar benar hidup..(asli bukan rekayasa).
    jadi janganlah kalian mengulangi kesalahan kalian lagi, lebih baik utk bertobat dan berpaling kepadanya..

    AMIN..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: