Gara-Gara Sepatu Terbang, al-Zaidi Dikejar Gadis Arab

20 Desember 2008 pukul 06:34 | Ditulis dalam romantika, serba serbi | Tinggalkan komentar

Nama Muntazer al-Zaidi tiba-tiba menjadi pemberitaan media massa lokal dan internasional, karena keberaniannya melempar sepatu ke arah Presiden George W. Bush dalam sebuah konferensi pers bersama Perdana Menteri Nouri al-Maliki di Baghdad hari Minggu kemarin.

Al-Zaidi adalah wartawan televisi Al-Baghdadia yang berbasis di Kairo, Mesir. Ia dikenal sebagai orang Irak yang memiliki kebanggaan dan kecintaan terhadap tanah airnya dan dikenal keras mengkritik invasi yang kemudian menjadi penjajahan negara AS di Irak.

“Dia adalah orang Irak biasa yang didorong oleh rasa nasionalisme dan kepedihan oleh situasi tragis yang terjadi di tanah airnya. Dia bukan anggota partai politik atau organisasi keagamaan manapun,” kata Ahmad Alaa, sahabat dekat dan kolega al-Zaidi di stasiun televisi al-Baghdadia.

Menurut Alaa, al-Zaidi sangat profesional dalam menjalankan tugasnya sebagai wartawan. “Dia tidak berpihak ketika melaporkan kasus-kasus kekerasan sektarian yang terjadi di Irak setelah invasi AS. Meskipun ia seorang Syiah,” tutur Alaa.

Pengalaman al-Zaidi sebagai wartawan di Irak juga tidak diragukan lagi. Ia pernah diculik oleh kelompok militan di Irak pada tahun 2007 dan dibebaskan seminggu kemudian tanpa uang tebusan. Atas bebasnya al-Zaidi, pihak televisi Al-Baghdadia memberikan penghormatan dengan menamakan salah satu studio di stasiun televisi itu dengan nama al-Zaidi. Al-Zaidi juga pernah ditahan oleh pasukan AS awal tahun kemarin, dan dibebaskan sehari kemudian.

Alaa mengatakan, rekannya itu memang sangat kritis dalam laporan-laporannya terkait penjajahan AS dan para pejabat Irak yang mendukung penjajahan AS di Negeri 1001 malam itu. “Salah satu laporan terbaiknya adalah laporan tentang Zahra, seorang siswi sekolah di Irak yang dibunuh oleh pasukan AS ketika sedang berjalan menuju sekolahnya,” ungkap Alaa. Al-Zaidi mendokumentasikan tragedi itu dalam laporannya, disertai wawancara dengan keluarga, tetangga dan teman-teman korban. “Laporan itu membuat banyak warga Irak yang menghormati dan mencintai al-Zaidi,” sambung Alaa.

Nama al-Zaidi pun mulai populer di kalangan pekerja media televisi di Irak. Ia pernah ditawari bekerja di televisi Al-Hura, stasiun televisi Irak yang didanai AS dan menjadi pesaing stasiun televisi al-Baghdadia. Namun al-Zaidi menolak tawaran itu dengan alasan ia tidak mau bekerja dengan media yang pro-penjajah.

“Ini soal prinsip,” kata al-Zaidi pada rekan-rekannya seperti disampaikan Alaa.

Al-Zaidi tinggal seorang diri di sebuah apartemen dua kamar di kota Baghdad. Ia telah menorehkan “sejarah” dengan keberaniannya melempar presiden AS dengan sepatu dan mengatai “anjing” presiden negeri adidaya itu.

Al-Zaidi kini berada dalam tahanan dan diancam hukuman dua tahun penjara dengan tuduhan menghina kepala negara yang sedang berkunjung ke Irak.

Tindakan al-Zaidi mungkin tidak bisa dbenarkan, tapi yang paling layak mendapat hukuman berat adalah Presiden George W. Bush yang telah menginvasi dan menjajah Irak diatas kebohongan, sebuah kejahatan perang dan kejahataan kemanusiaan yang tak termaafkan.

Nah, ini berkah susulan. Bonus bagi sebuah keberanian.

Gara-gara lemparan sepatu yang melintas wajah Bush, Muntadar al-Zaidi (28), kini diburu para gadis Arab.

Jurnalis yang melempar sepatu kepada presiden Amerika Serikat (AS) George W Bush, Muntadar al-Zaidi (28), menuai berkah. Selain disanjung bak pahlawan, kini, aksinya itu mengundang simpati warga Arab, khususnya para gadis.

Setelah sepatunya ditawar 10 juta dolar AS (atau sekitar Rp 116 miliar), dia juga mendapat tawaran menggiurkan. Banyak gadis Mesir maupun Iraq bersedia dinikahinya.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (17/12), seorang pria Mesir bernama Saad Gumaa mengatakan telah menawarkan anak gadisnya kepada Muntadar al-Zaidi. Dan sang gadis, Amal Saad Gumaa (20), setuju dengan ide ayahnya tersebut.

“Ini adalah sesuatu yang terhormat buat saya. Saya akan senang hidup di Irak, terutama jika saya dipasangkan dengan pahlawan ini,” ungkap mahasiswi Fakultas Media Universitas Minya, Mesir ini.

Menurut Saad Gumaa, dia telah menghubungi saudara laki-laki Muntadar al-Zaidi, Dergham, untuk membicarakan tawarannya.

“Saya menemukan tidak ada yang lebih berharga dari menawarkan anak perempuan saya kepada dia (Muntadar al-Zaidi). Dan saya siap untuk memberikan dia dengan segala yang dibutuhkan untuk menikah,” ucap Saad Gumaa.

Banyak gadis di Mesir seperti Amal Saad Gumaa, rela bahkan bangga bisa disunting oleh al-Zaidi yang telah mereka anggap sebagai pahlawan pemberani dan memicu semangat perlawanan yang luar biasa. Hal senada juga terjadi di kalangan banyak gadis di Iraq.

Simpati Dunia

Sebelum ini, aksi al-Zaidi telah mengundang simpati ribuan warga Iraq yang tanahnya telah dikotori tentara Amerika akibat invasinya. Simpati tak hanya terjadi di Iraq, dukungan pada al-Zaidi terus mengalir ke seluruh dunia.

Di Karachi, Pakistan, pendukung al-Zaidi membuat replika sepatu raksasa. Dengan sebuah tulisan, “For Bush, with love, from Pakistan”, replica itu ditunjukkan sebagai simbol sepatu yang telah dilemparkan ke presiden AS, George W Bush dan dukungan kepada Zaidi.

Di Beirut, para pelajar membawa poster sebagai bentuk dukungan terhadap wartawan TV Baghdad itu.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: