Dipenjara Karena Tak Mau Lepas Jilbab

20 Desember 2008 pukul 06:56 | Ditulis dalam politik, renungan, romantika | 10 Komentar

Dewan Hubungan Amerika-Islam yang bermarkas di Washington (CAIR) mendesak Departemen Kehakiman AS untuk menyelidiki sejumlah insiden yang menimpa wanita Muslimah di Georgia, tempat mereka dilarang masuk ke ruang pengadilan hanya karena memakai jilbab.

Insiden terbaru terjadi pada Selasa (16/12), ketika seorang Muslimah bernama Lisa Valentine   dijebloskan ke penjara menyusul terjadinya kegaduhan ketika ia dicegah masuk ke ruang peradilan karena memakai jilbab, kata CAIR dalam satu pernyataan.

Menurut suami wanita itu, istrinya saat itu hendak masuk ke ruang sidang  peradilan di Douglasville, bertalian dengan kasus pelanggaran lalu lintas oleh seorang sepupu dia.

Setelah ia melewati pintu pemeriksaan keamanan, seorang polisi mengatakan kepadanya bahwa ia tidak diizinkan masuk ke ruang pengadilan karena memakai jilbab, kain penutup kepala wanita yang diwajibkan agama Islam tersebut.

Akibat kesal dicegah masuk ke ruang pengadilan, wanita itu pun mengumpat dan segera meninggalkan tempat itu.

Saat ia berusaha keluar, polisi tersebut memborgol tangannya dan membawa Muslimah itu ke ruang hakim, tempat ia dijatuhi hukuman 10 hari penjara karena “melanggar hukum”.

Para anggota masyarakat Muslim setempat kepada CAIR mengatakan sebelumnya terjadi paling tidak dua insiden serupa yang menimpa para Muslimah.

Seorang Muslimah setempat melaporkan kepada CAIR  bahwa ia dan putrinya yang berusia 14 tahun dilarang masuk ke ruang pengadilan yang sama pekan sebelumnya karena mereka memakai jilbab.

“Para hakim memiliki hak untuk menentukan standard pakaian dan tingkah-laku di ruang sidang peradilan mereka, namun standard itu sepatutnya tidak melanggar hak konstitusional dalam sistem hukum negara kita,” kata Hooper.

Tahun lalu, para wakil CAIR melakukan pertemuan dengan para pejabat kota dan peradilan di Valdosta, Gerogia, untuk mendiskusikan kebijakan-kebijakan mengenai pemakaian jilbab di ruang sidang peradilan.

Pertemuan itu dilakukan menyusul insiden yang terjadi pada Juni 2007, ketika seorang Muslimah dilarang masuk ke ruang pengadilan di Valdosta karena memakai jilbab.

CAIR, dalam suratnya yang dikirimkan kepada jaksa penuntut umum Georgia menyusul kasus itu, mengatakan tindakan hakim tersebut telah melanggar Undang-undang Hak Sipil Goergia, yang diberlakukan pada 1964, dan juga melanggar undang-undang kebebasan beragama dan perlindungan hukum.

CAIR, organisasi Islam terbesar AS yang bermarkas di ibukota Washington, telah memiliki 35 cabang yang tersebar di seantero AS dan Kanada.

10 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. aneh2 aja nih..
    makin rasis aja kaya’nya antar agama ya?

    Billy K.
    iamthebilly.wordpress.com
    bersambung.wordpress.com

  2. Promosikan artikel anda di http://www.infogue.com. Telah tersedia widget shareGue dan pilihan widget lainnya serta nikmati fitur info cinema, game online & kamus online untuk para netter Indonesia. Salam!
    http://berita-politik-dunia.infogue.com/dipenjara_karena_tak_mau_lepas_jilbab

  3. begitulah….
    ketika umat islam sekedar menjalankan agamanya, tanpa provokasi dan propaganda, sekedar kebutuhan pribadi… sudah menjadi hal yang dahsyat (bagi kaum dan bangsa paranoid tentunya)

  4. Kampiun demokrasi (ngakunya) yang gagal. Kaya sebuah pepatah kuman di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tidak kelihatan (selain tidak kelihata, yang pasti sakit. masa gajah masuk mata…)


    gajah masup mata yang keliatan apanya hayooo….

  5. nggak ngerti ah maunya apa


    loh…kan udah jelas si Mbak. seluruh dunia juga pada tau…..cuman gak semuanya yang brani ngomong

  6. Wuh kejam buanget ya..mrk.Apa sich sebenarnya mau mrk? lha wong mrk aja jalanin aturan agama mrk suka2. Giliran orlen jalanin aturan agamanya sendiri kok diusik, pakek acara main hakim sendiri lagi.

  7. suka banget sich ganggu orang jalanin agamanya…
    emang situ mau diganggu???

  8. iii……..h rese’ amat sih mrk,katanya qt hidup harus saling menyayangi tp ini, malah brlaku kejam dg sesama,sama saja dia merampas HAM dong.Huh dasar G ada kerjaan lain apa selain gangguin orang?????????

  9. memang begitulah….mereka belum akan puas sebelum kita mengikuti tradisi dan keinginan mereka…:)

  10. ..bahkan sampai sekarang masih sering kita dengar dan baca terjadinya pelarangan serupa di berbagai negara di dunia.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: