Mitos Vitamin C Dan Konsumsi Udang

13 Desember 2008 pukul 06:38 | Ditulis dalam jalan-jalan, kehidupan, serba serbi | 8 Komentar

Menyoal kembali tentang isi email yang bertebaran akhir-akhir ini, perlu kiranya memposting artikel yang berkaitan langsung dengan perkara itu. Berdasar info dari sodaraku, aku posting saja sekalian disini artikel itu. Tambahan informasi amat diperlukan bagi proses penyadaran masyarakat.

Begini:

Mitos Vitamin C Dan Konsumsi Udang

Monday, 27 August 2007 20:42 WIB

WASPADA ONLINE

Derasnya arus informasi berikut kemudahan untuk mengaksesnya di era informasi sekarang ini mau tak mau menimbulkan juga ekses negatif. Salah satu diantaranya adalah banyaknya kesempatan pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab untuk menebarkan kecemasan melalui informasi kesehatan yang salah.

Dan tak jarang pula, tenaga medis dibuat kerepotan menerima pertanyaan tentang mitos-mitos kesehatan yang secara teoritis sama sekali tak berdasar itu, terlebih tenaga medis yang kebetulan berkutat sehari-hari dengan salah satu unsur di dalam mitos tersebut.

Diantara banyaknya berita yang tak jelas kebenarannya dan kerap dikenal dengan istilah ‘hoax’ itu, baru-baru ini ada satu yang sangat menarik dan menjadi pembicaraan hangat bahkan keluar dari lingkup dunia maya, yaitu tentang larangan makan udang setelah mengkonsumsi vitamin C dalam bentuk apapun juga.

Begini kira-kira bunyi dari pesan yang menyesatkan tersebut, yang dalam waktu cepat langsung menyebar di banyak ruang dunia maya,

“Jangan makan udang setelah Anda makan vitamin C. Karena ini akan menyebabkan keracunan dari racun Arsenik (As) yang merupakan proses reaksi dari udang dan vitamin C di dalam tubuh dan berakibat keracunan yang fatal dalam hitungan jam.”

Memang, ada benarnya juga kalau arus informasi ini membutuhkan kewaspadaan kita untuk bisa menelaahnya, dan sering sekali, masyarakat kita tidak berusaha untuk menelusurinya lebih jauh.

Kalau begitu, ada baiknya juga meninjau hal-hal seperti ini dengan informasi yang juga bisa dipertanggungjawabkan, agar tak banyak yang ikut-ikutan tersesat dalam arus informasi salah kaprah ini.

Sekilas Tentang Arsenik

Arsenik, sebagai salah satu zat kimia yang terdapat di alam kita memang kerap dianggap sebagai suatu zat toksik, apalagi dengan kasus Munir yang belum lama ini cukup menghebohkan dengan kesimpulan penyebab kematian dari tim ahlinya sebagai akibat dari kelebihan kadar arsenik dalam tubuhnya.

Hoax tersebut sendiri, entah benar atau tidak, kabarnya muncul dari sebuah kasus kematian seorang warga di Taiwan setelah mengkonsumsi vitamin C dan udang secara bersamaan, namun berita ini pun kemudian dilansir secara tidak jelas dengan penggantian lokasi di sebuah daerah di Manado.

Arsenik sendiri merupakan bahan kimia yang terdapat secara alami maupun antropogenik, dari hasil sampingan berbagai aktifitas manusia. Secara alamiah, arsenik bersumber dari berbagai mineral dan sebagai unsur kimia, arsenik ini dapat dimobilisasi melalui kombinasi beberapa proses alamiah termasuk diantaranya proses erosif dan pelapukan, emisi gunung api berikut sejumlah aktifitas biologik yang lain mulai dari pertambangan, pembakaran, termasuk penggunaan pestisida, herbisida dan berbagai bahan pengawet termasuk pada ternak. Bentuknya sendiri dapat berupa bahan padat maupun yang ditemukan di lingkungan air sebagai bentuk organik atau anorganik.

Berbagai proses mobilisasi tadi membuat kita tak lagi heran bila kadar arsenik bisa dijumpai dalam berbagai produk alam termasuk sumber-sumber laut, namun perlu juga diingat bahwa kadar toksiknya juga bergantung pada bentuk-bentuk tadi dalam mekanisme biokimiawi yang sangat kompleks, walaupun kemampuannya sebagai bahan toksik sudah ditemukan sejak lama.

Dalam tubuh manusia sendiri, proses metabolisme arsenik dapat terjadi melalui banyak mekanisme berbagai reaksi oksidasi, reduksi, metilasi dan terikatnya unsur ini dengan protein untuk bisa mengakibatkan suatu toksisitas terhadap organnya.

Sebelum beberapa penemuan tentang toksisitas arsenik ini merebak, ada pula laporan bahwa arsenik juga digunakan dalam beberapa bahan medis termasuk dalam perawatan gigi walaupun sekarang tidak lagi dianjurkan karena potensi pemaparannya dalam jangka waktu tertentu.

Apapun alasannya, sama dengan kebanyakan bahan kimia lain, arsenik sendiri pun memiliki batasan kadar yang berpotensi atau sama sekali tidak membahayakan kesehatan manusia dalam patokan waktu tertentu. Jadi dengan suatu kesimpulan singkat, sumber-sumber alamiah kebanyakan hanya bisa terkontaminasi oleh arsen melalui suatu proses pencemaran, begitu pula dalam sebuah ekosistem laut berikut isinya termasuk udang tersebut, yang secara alamiah sama sekali tidak mengandung arsenik.

Reaksi Arsenik dengan Vitamin C?

Sama seperti latar belakang kandungan arsenik pada sumber alami laut, dalam hal ini, udang tersebut, proses kimiawinya dengan vitamin C juga tidak memiliki dasar yang jelas. Pandangan ini bisa diperjelas dari bentuk kimiawi arsenik sendiri, dimana arsen merupakan elemen dasar yang tidak dapat dibentuk melalui suatu reaksi, kecuali pada perubahan bentuk arsenik itu sendiri melalui reaksi metabolisme, dan masing-masing bentuknya juga memiliki kadar toksisitas sendiri-sendiri.

Tak ada pula penelitian lanjutan dari kasus ini melalui laporan resmi dari institusi manapun, lagi beberapa bantahan yang datang dari beberapa ahli sebagai tindak lanjutannya itu menyebutkan vitamin C dalam bentuk asam askorbat sebagai vitamin yang dikonsumsi sama sekali bukan suatu pereduktor dalam konteks reaksi kimia merupakan antioksidan yang mencegah terjadinya reaksi oksidasi.

Jadi, pendapat bahwa semua udang yang dianggap mengandung Arsenic Pentoxide yang bila bereaksi dengan vitamin C akan membentuk Arsenic Trioxide yang tergolong toksik dan bisa mengakibatkan hal fatal sepenuhnya bisa dibantah.

Kasus-kasus fatal yang tergolong sangat jarang terjadi pada konsumsi udang dan penggunaan vitamin C sendiri sebenarnya bukan karena reaksi keduanya, melainkan pada individu tertentu yang mengalami reaksi alergi terhadap masing-masing bahan tanpa adanya penanganan dini.

(dr. Daniel Irawan)

Iklan

8 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. udang makanan favoritku mas.. di kampung udang nda usah beli, tinggal nyiduk di tambak ^_^


    uhuk…(ngiler). aku juga suka Mas. bau ‘busuk’nya pas digoreng aja merangsang hidung je….
    tapi kalau aku kan mesti beli, perlu nyiduk kantong….
    (ngampet nih….makan udang tambak)

  2. weww…. 😦

  3. ooohhh gitu toh Pak…
    Aku suka udang…tapi bikin alergi…hiks….


    sama Mbak. saya juga suka, alerginya juga. efek yang muncul adalah, maunya makan lagi seolah tak mau brenti…

  4. Kepada Sobat se-WP.
    aku dikit punya pandapat yang ada kemiripan denga MITOS yang namanya MItos tuu. Bisa nyata bisa juga tidak nyata.
    Nah.. Kalo Mitos gue nii, Q mohon jangan dilakukan untuk nyari buktix sebab orang engga pernah tinggalin Dunia Dua kali.
    Jadi Gini Gue punya Mitos: Bila anda udah barusan Minum Madu, tolong Jangan makan Smangka. akibatnya anda bisa mati di tempat.
    Sample :gini Bapak GUe Berkebun dan tanaman slalu di lahap oleh Babi Hutan.Lalu suatu hari Bapak Gue pernah jengkel dan mengusir babi-babi itu dengan memberix seiris buah semangka yang udah di tetesi Dua tetesan Madu di tempat jalan masuk si Babi tsbt menjelang malam. Dan sampai menjelang pagi, dan Babi-babi tadi tersebut yang di usir dengan buah campur madu itu, bukan mereka menjauh justru malah mendekat pada tempat benda tersebut kenapa alasannya adalah Babi-babi tersebut semuanya terkapar ditempat itu dengan kaku. jadi kalau ada yang mau buktiin. jangan !!!!…
    (Atempted by: Muhammad Kasim,Lokae,SEG-MAND)


    yups….yang penting ati-ati dan waspada dan pake ilmu. tul?

  5. @ atas
    wah beneran tuh?? gak coba penelitian lebih ilmiah ajah??

  6. saya berusia 22 tahun dan saya membuka artikel ini dan ingin meng-share pengalaman saya…
    tepat hari ini pukul 12.00 waktu jam makan siang… saya mengkonsumsi Bio Ester-C tablet sebanyak 2 butir, karena saya kebetulan sedang flu jadi saya rasa mengkonsumsi lebih dari biasanya tidak masalah karena diperbolehkan sesuai yang tertulis di kemasan. setelah mengkonsumsi baru lah saya mulai mengkonsumsi makan siang saya….
    pertama saya mengkonsumsi udang sambal sebanyak 3 ekor, pertama saya makan sebanyak itu saja dan kemudian saya teringat kalau makan udang sambil minum vitamin c itu berbahaya dan menyebabkan pendarahan di 5 pancar indera. Tetapi saya masih meragukan itu, jadi dengan santainya saya menambah udangnya sebanyak 3 ekor lagi….

    Saya kira itu tidak apa-apa, tetapi karena ragu selesai makan saya langsung membuka google search engine
    ini link yang saya dapat :
    http://forum.megaxus.com/kesehatan-tubuh/%28info%29-sebelum-makan-sate-dan-udang-berikut-vitamin-c-baca-ini-!/?action=printpage
    kemudian saya merasa denyutan kepala sangat hebat dan panas sekali walaupun ruangan sedang dingin (Ber-AC)
    tanpa menunggu lagi… saya segera berusaha mengeluarkan seisi perut saya tetapi tidak semuanya berhasil saya keluarkan….
    Tentu rasanya sangat panik dan takut, serta panas sekujur muka dan badan….
    akhirnya yang dapat saya keluarkan hanya sekitar 3 ekor udang beserta sari-sarinya…
    dan saya langsung minum air putih sebanyak mungkin dan susu encer kalengan
    setelah itu saya langsung pergi menuju Unit Gawat Darurat di RS-Angkatan Laut di kota tempat saya berada, Tanjungpinang.
    Dokter segera mengecek suhu badan saya, dan katanya saya demam (37 derajat celcius)
    Dokter menawarkan suntikan anti alergi. saya terima saja….
    dan obat anti alergi untuk dikonsumsi 2x sehari….

    dan sekarang sekitar 6 jam dari tadi siang. Saya masih belum merasa tenang karena masih lemah sekali badan saya rasanya ini..
    walaupun tidak terlalu panas seperti sebelumnya
    yang saya takutkan apakah setelah melewati masa beberapa jam saya akan tergolong aman ? karena jujur saja saya sangat takut, takut reaksi nya belum muncul saja….

    apakah ada saudara yang bisa membalas komentar saya dalam waktu sesingkat-singkatnya ?

  7. thank’s…

  8. td siang aq makan siang dengan lauk udang sambal,,udangnya lumayan gede..
    aq makan udang sekitar 5 7 ekor udang dan minumnya pake redoxon ( karna aq mau flu jd aq konsumsi redoxon dr hari kemarin )
    setelah itu aq baru ingat klo vit c + udang jng dikonsumsi bersamaan dan setelahnya itu aq merasakan sakit kepala yg hebaattt..karna bingung dan takut akhirnya td sore aq beli air kelapa muda dan segera saja aq habiskan..sakit kepalanya masih terasa tp setidaknya lebih ringan dr pd td siang,,,tp sampai dengan skrng aq msh mencari2 obat apa yg mujarab untuk obat keracunan arsenik ini…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: