Alasan Laki-Laki Nunda Nikah

28 November 2008 pukul 09:03 | Ditulis dalam budaya, ibadah gaul, romantika | 13 Komentar

Nikah……jadi impian banyak orang. Bujang laki, bujang perawan, janda atau duda yang pernah merasakan, bahkan para suami yang masih beristri pun masih ada yang memimpikannya. Ah…..indah betul…. Tapi gak semua nyata man….. Meskipun pernikahan itu indah, tenyata masih banyak laki-laki yang mikir bulak balik buat ninggalin status lajangnya. Ternyata nikah itu indah tapi menakutkan…

Hari gini memang banyak laki-laki yang takut nikah. Ini kalau dibandingin sama perempuan yang kebelet mau nikah loh…. Apalagi perempuan yang sudah siap dengan nawaitu harus nikah tahun ini. Konon, menurut desas desus yang masih belum bisa dibuktikan kebenarannya, laki-laki cenderung lebih enjoy, bisa menikmati hidup ketika melajang, trus menunda jalinan selama mungkin. Itu diluar sana. Dimana? Di jalan-jalan, di mall-mall, di komunitas metro dan kosmopolitan.

Gara-gara perilaku beginian, lalu muncul anggapan bahwa laki-laki takut nikah. Gak suka serius. Trus anggapan ini merata menyebar di setiap kepala makhluk berjenis laki-laki. (sssst…..ingat, laki-laki itu bukan aku)

Atau, laki-laki baru kepikiran nikah saat usia sudah tiga puluhan, trus baru mikir keturunan buat mewarisi harta dan kedudukannya. Lalu mulai mikir dan nyari sosok perempuan buat ngerawat dirinya dan anak-anaknya.

Bener gak ya? Apa memang ada sebab yang bikin laki-laki sekarang gak seperti zaman dulu yang mau nikah muda usia? Kira-kira apa ya, yang bikin laki-laki zaman sekarang gak mau bersegera nikah dan membina keluarga?

Coba kali aja memang ada hal-hal beginian;

1. Tekanan sosial masyarakat terhadap status nikah atas kaum laki-laki gak sebesar kaum perempuan. Edannya lagi, budaya yang berkembang saat ini memungkinkan para pendosa dari kaum laki-laki ngedapetin seks tanpa nikah. Banyak lembaga-lembaga perzinaan telah dibangun dan didirikan, bahkan dilindungi undang-undang. Edan tenan….

2. Naturally, laki-laki cenderung menghindari hal-hal yang ngancam kebebasan. Merasa belum siap buat keluar dari zona nyaman dan tanpa kompromi ini. Dalam pandangannya, nikah adalah zona penuh kompromi, tanggungjawab dan pengorbanan.

3. Berumah tangga identik dengan punya rumah sendiri. Ketika seorang laki-laki mutusin buat nikah, ia ingin membina kehidupan berkeluarga yang tenang tanpa kecemasan finansial atau direcoki pihak ketiga (baca: orang tua dan mertua). Ini adalah alasan yang paling banyak dikemukakan laki-laki, juga perempuan.

4. Mereka ingin memastikan bahwa mereka telah membuat keputusan tepat dan tidak menyesalinya. Tapi lama-lama lupa kalau mesti segera nikah.

5. Gak faham dan yakin sama agama. Ditambah dengan pemahaman yang keliru (baca: kurang lengkap) tentang konsep pernikahan

Jadi gimana dong….

Nikah Yuk…..

13 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Uhuhuhu… Saya! Saya!!

    Saya mau nikah muda! Doakan biar bisa cepet menyelesaikan amanah ortu. Huhu…

    *seandainya bisa langsung saja…🙄

  2. masih proses juga neh mas…blm ada titik terangnya, tp niatnya udh bulat… ^_^

  3. Nikah??

  4. tambahan point #6. Ketika melamar kemudian ditolak oleh wanita, bagi sebagian laki-laki itu merupakan trauma yg menjadi pengalaman yang pertama dan terakhir baginya.
    btw tulisan yang bagus…

  5. he..he..he..he…

  6. Pengen banget nikah muda, tapi belum ada yang mau dinikahi juga😦


    masa` iya sih…

  7. wah sampeyan nyindir aku juga koyone mas..pernah posting juga aku soal maslah nikah…


    wong jepang pinter njowo….eh, kebalik ya… soal nikah (juga cinta), di sini masih ada tuh yang lainnya…incipin ya…

  8. WaDuwH…


    eh…kenapa Mbak?

  9. ya iya dong mas, masa ya iya dong kang😆 😆 😆 😆 😆


    hihihihi….tenan?

  10. nikah ….oh enak bgt…………

  11. Nikah???? AdUh… deNgeR KaTa2x dAh nGeRi…
    mw jAlAnIee?? pUsInK dEh…
    bEneRe sih daH banYak YaNg NanYain TAPPPI….. OOOOOWWWWWWW,,,, gA Ahhhh…

  12. soal nikah… bgku asyiik,kan klu dah py pendamping…mau kemana2 tgl bilang gar dianter ya gak???tapi.. kok blm da yang dtg ya…


    habisnya kalo dateng disuruh nganter doank…..

  13. tulisan mu lucu..🙂
    gw setuju bgt ama point no.2 hehehe..
    emang beda banget ama cew yg nganggep nikah itu suatu institusi yg membuat ‘nyaman’ secara status maupun finansial, walopun jaman sekarang banyak bangettt..wanita yg bekerja..😀


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: