Yang Suka Makan Daging Kodok/Swike

24 November 2008 pukul 21:32 | Ditulis dalam jalan-jalan | 9 Komentar

Subject: Yang Suka Makan Daging Kodok / Swike

Jika ada yang suka makan daging kodok/swike, maka saatnya sekarang ditinggalkan.

Kemarin saya di Tegal bertemu dengan BM Advante, ia bercerita. Istrinya punya saudara di Cirebon , dan saudaranya tersebut punya tetangga, kita sebut saja C. Si C ini awalnya hanya sakit kepala sebelah seperti Migran, tetapi di otaknya seperti ada yang gremet2. Lama kelamaan sakitnya tambah menjurus ke seperti Vertigo. Setelah diperiksakan ke dokter di Cirebon dan Jakarta tidak ditemukan adanya penyakit. Karena penasaran akhirnya si C berobat ke Singapura. Setelah diperiksa dengan alat yang canggih di sana di indikasikan ada binatang hidup di otak nya. Dan harus dioperasi besar.

Setelah dioperasi ditemukan sejenis  cacing super kecil berwarna putih. Selesai operasi, si C telah istirahat +/- 2 hari dan telah sadar, sang dokter berkata, ” Maaf ibu, penyakit ibu belum sembuh total, karena di otak ibu diperkirakan masih ada telur-telur cacing tersebut. Yang jika telur tersebut menetas akan menjadi cacing. Dan siklus tersebut terus berlanjut.

Si C bertanya ke dokter penyebab dari penyakitnya tersebut, kenapa bisa ada cacing di otaknya. Dokter memberikan penjelasan, bahwa di indikasikan cacing tersebut berasal dari daging kodok yang sering ibu makan (karena ibu tersebut memang suka makan daging kodok ). Karena cacing tersebut tidak mati jika dimasak 100 derajat atau di bawah 0 derajat.

BM Advante juga memberikan keterangan, bahwa si C pernah memasak daging kodok pada pagi hari. Dikarenakan tidak habis (mungkin masaknya agak banyak ), maka disimpan di kulkas dan sorenya dihangatkan lagi lalu dimakan. Di karenakan masih ada yang belum semuanya habis, maka disimpan kembali di kulkas. Besok paginya setelah mau dihangatkan, si C ini terkejut karena dari daging kodok tersebut keluar cacing putih kecil2 tersbut.

Berita ini saya informasikan kepada orang yang saya sayangi. Agar bisa mengambil hikmah dari cerita ini. Boleh percaya boleh tidak, tetapi ini adalah fakta yang sudah terjadi.

Periyadi G


Email ini masuk ke inboxku lewat temanku, mbak Fitri. Thanks buat infonya.

Tapi habis ngebaca email itu, aku jadi kepikiran. Ngapain ya orang mesti kejedhuk duluan baru nyadar. Secara umum, orang mesti bersusah-susah dulu baru belakangan nyadar kalau udah berbuat kesalahan, atau nemuin kebenaran. Ngapain gak berpikir sederhana saja ya……..

Dalam hal ini ya soal kodok itu. Aku cuman mau ngingetin aja, kali pada lupa…..

Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ngasih tahu ke kita,

لا تقتلوا الضفادع ، فإن نقيقها الذي تسمعون تسبيح

Atau

لا تقتلوا الضفادع ، فإنها لما أرسلت على بني إسرائيل . انطلق ضفدع منها ، فوقع في تنور فيه نار طلبت بذلك مرضاة الله فأبدلهن الله أبرد شيء تعلمه الماء وجعل نقيقهن التسبيح

Aku dapetin di Mushonnaf Ibnu Abi Syaibah, Sunanul Kubro lil Baihaqqi, Tafsir Ibnu Abi Hatim, Ma’rifat Sunan wal Atsar lil Baihaqqi, artinya kurang lebih begini (satu aja ya….),

Janganlah kalian membunuh kodok, karena teot teblung yang kalian dengar adalah tasbih. Teot teblung……teot teblung, teot teot teblung…

Catatan: aku gak tau suara kodok itu disebut apa….ada yang bisa bantu?

Jadi begini.

Nyikapin isi email tadi, kodok tuh gak boleh dibunuh. Kalau makan boleh gak? Ya, gak ada larangan makan kodok sih, tapi terlarang dibunuh. Gimana dong makannya? Terserah…..

Jadi inget ada orang ngeyel gini. Dia buang air di tempat wudlu di sebuah masjid. Trus ditegor sama orang lain. Mas, gak boleh kencing di sini…. jawab dia, loh yang dilarang kan disitu (nunjuk tulisan). Atau yang tambah parah begini (cuman kali aja), dia malah beol di situ. Pas dilarang dia ngejawab, kan yang dilarang cuman kencing doang……. Atau ada anak njotos pipi ibunya (masya Allah…). waktu ditegor dia njawab, kan yang dilarang agama cuma ‘HUS’ doang….

9 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. setahu saya klo saya tidak salah dengar makan daging kodok/swike itu boleh ya,tapi walau demikian saya belum pernah makan daging kodok/swike sekalipun.
    buat penggemar daging kodok/swike harus hati-hati tuh.

  2. hi..hi..hi… gitu toh Pak…

  3. Alhamdulillah blm pernah makan itu heuheu…kaya ndak ada makanan lain ajah makan bangkong alias kodok…udh nangkepnya susah, loncat² pula..
    Sambel tomat, tempe goreng, tahu goreng…subhanallah ajib ni’mat nya……apalg makannya pas hujan gede, cuaca dingin, mati lampu, dirumah cinta halah..kaya teh cinta aja hihihihi….^_^

  4. waktu itu ada liputan ‘halal ga halal’ yg bilang daging kodok itu halal tergantung di daerah mana ia tinggal, binggung…
    jadi sebenernya halal gak sih?

  5. Kalo menurutku daging kodok tuh haram.Coba pikir,membunuh aja halal pa lagi memakannya?apa ga’ sama aja?

  6. Maaf,bunuh aja haram,pa lagi memakannya?

  7. Maaf 1000 maaf,selidik-menyelidik ternyata makan daging kodok tuh boleh but, bunuhnya yang haram so, up to u!

  8. iseng nanya di post baholea, bukannya binatang yang hidup di dua alam itu haram ya?

  9. ada salah satu ustad di sekolah ane, dia tahu apa saja tentang islam dan kalau beribadah juga khusyuk banget, tapi anehnya beliau mengaku pernah makan swike, lha teman ane pun penasaran…. btw, selain itu ane juga pernah ditawarin swike sama teman ayah ane yang non muslim, tapi ya ane tolak…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: