Syahidkah Amrozi cs?

21 November 2008 pukul 10:36 | Ditulis dalam curhat, politik | 6 Komentar

Syahid pa gak sih Amrozi cs….???

Masih saja ada pro kontra, polemik berkepanjangan soal Amrozi cs. Apakah mereka mati syahid apakah mati sangit.

Begitulah, di media massa, di media internet, blog, milist, sampai di media darat, kerumunan orang di pasar, di toko, mall, pokok di mana ada manusia ada pro kontra. Dan topik panas saat ini adalah Amrozi cs, apakah syahid mereka itu, apakah mereka memang bomb maker, apakah mereka salah sasaran, apakah mereka memang begini dan begitu….

Soal pro kontra syahid ataukah sangit. Status kesyahidan adalah milik Allah, sebagaimana neraka dan jannah adalah milik Allah. Dan Dia akan memilih siapa-siapa yang akan jadi penghuninya. Gak ada perselisihan di kalangan orang berilmu soal ini. Kecuali orang-orang yang gak aa ilmu trus gak yakin bahwa di balik dunia ini ada kehidupan kekal akhirat. Terserah mereka, toh mereka juga akan mati. Kematian tetap akan datang menghampiri, tak soal apakah orang percaya dengan kematian ataukah tidak…..

Status syahid adalah status istimewa. Allah banyak memberitakan keistimewaannya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun sering mengiming-imingi kita dengan status ini. Mulai dari keni’matan proses kematian itu sendiri sampai bonus-bonus wah yang bakal didapetin di jannah.

Orang biasa kenal istilah sakaratul maut. Sakarah artinya mabuk, klenger. Istilah ini dipake buat ngegambarin keadaan orang yang dijemput maut. Dia seperti mabuk, klenger karena beratnya proses pengambilan ruh. Sakit sodara-sodara……. lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajari kita berlindung dari beratnya (proses) maut ini,

اللَّهُمَّ أعِنِّي عَلَى غَمَرَاتِ المَوْتِ أَوْ سَكَرَاتِ المَوْتِ

Namun sakaratul maut gak terjadi atas para syuhada. Proses kematian mereka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam beritahukan kepada kita yang masih hidup ini sebagai goresan pisau. Mung mak clekit.

ما يجد الشهيد مس القتل إلا كما يجد أحدكم مس القرصة

…orang syahid tidaklah merasakan sentuhan kematian kecuali seperti kalian merasakan cubitan (Shohih Ibnu Hibban)

Lalu keadaan para syuhada sendiri amat menyenangkan, sebagaimana Allah katakan,

وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا بَلْ أَحْيَاءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ

Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Rabbnya dengan mendapat rezeki. (Ali ‘Imran: 169)

Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menerangkan gambarannya begini,

أَرْوَاحُهُمْ فِي جَوْفِ طَيْرٍ خُضْرٍ لَهَا قَنَادِيلُ مُعَلَّقَةٌ بِالْعَرْشِ تَسْرَحُ مِنْ الْجَنَّةِ حَيْثُ شَاءَتْ

….sesungguhnya arwah para syuhada berada pada paruh burung hijau yang membawanya besenang-senang di jannah ke mana saja dia kehendaki. (HR Muslim)

Atau,

إِنَّ أَرْوَاحَ الشُّهَدَاءِ فِي طَيْرٍ خُضْرٍ تَعْلُقُ مِنْ ثَمَرِ الْجَنَّةِ أَوْ شَجَرِ الْجَنَّةِ

….sesungguhnya arwah para syuhada berada pada paruh burung hijau yang bertengger di buah-buahan jannah atau pohon jannah. (HR Tirmidzi)

Sudah.

Sekarang soal apakah Amrozi cs adalah pembuat bom yang dahsyat itu? Sudah ada postingan berseri yang pake judul Napak Tilas Bom Bali. Buka saja kalau mau. Kalau gak ya sudah, aku gak marah kok.

Lalu apakah mereka salah sasaran? Lha kalau ngomongin hal beginian, tergantung siapa yang ngomongin. Coba ingat kasus pengeboman yang dilakukan serdadu Amerika di Irak atau Afganistan atau Palestina, orang bilang salah sasaran karena yang jadi korban adalah orang sipil kebanyakan. Padahal peluru kendali mereka amat canggih, punya mata dan telinga dan indera perasa. Tapi apa ya begitu menurut para pelaku. Jangan-jangan memang disengaja sebagai tindakan pemusnahan etnis (muslim) di sana. Ibaratnya begini, kalau ngancurin tentara doang, maka para ibu di kampung muslimin itu masih bakalan melahirkan tentara-tentara baru. Maka mesti sak pabrike yang diancurin. Kira-kira begitu pemikiran pasukan kafir itu. Masuk akal gak ya logika begini….

Ya, kan…tentara baru bakal bermunculan dari rahim ibu-ibu tangguh itu? Lha wong kita kadang tanpa rasa pekewuh menyebut anak-abak kita sebagai jundi-jundi kecil, padahal gak kenal perang melawan orang kafir, tapi tiap hari cuman dengerin nasyid. Ah…

Sudah. Kembali ke apakah salah sasaran tadi loh.

Bali dikenal sebagai surga para pecinta kebebasan ber’ekspresi’. Surga pelancongan. Tempat beginian identik dengan kema’siyatan. Bagi muslimin, amat tidak dianjurkan bepergian ke tempat-tempat yang rawan kema’siyatan beginian. Amat tidak dianjurkan.

Secara umum, tempat pelancongan yang identik dengan hal ma’siyat adalah tempat orang-orang dholim, aniaya kepada diri mereka sendiri. Tidak menempatkan diri mereka di tempat semestinya sebagai manusia yang menghamba kepada Allah. Ingat di dalam Al Qur’an banyak dikisahkan kaum-kaum terdahulu yang suka ma’siyat, misal kaum Sodom, kaum Tsamud, kaum ‘Ad dll yang kemudian Allah binasakan mereka. Dalam hal ini ada nasihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang amat perlu kita perhatikan, yakni

لَمَّا مَرَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْحِجْرِ قَالَ لَا تَدْخُلُوا مَسَاكِنَ الَّذِينَ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ أَنْ يُصِيبَكُمْ مَا أَصَابَهُمْ إِلَّا أَنْ تَكُونُوا بَاكِينَ ثُمَّ قَنَّعَ رَأْسَهُ وَأَسْرَعَ السَّيْرَ حَتَّى أَجَازَ الْوَادِيَ

Tatkala Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lewat di suatu lembah, beliau berkata, “Janganlah kalian memasuki tempat-tempat orang-orang yang dholim atas diri mereka sendiri (kalau-kalau) akan menimpa kalian sesuatu yang telah menimpa mereka, kecuali kalian menangis.” Kemudian beliau menundukkan kepala dan berjalan cepat hingga melewati lembah itu. (HR Bukhari)

Nah, jadi muslimin mesti ati-ati. Jangan suka pergi melancong ke tempat-tempat ma’siyat begini. Atau ke tempat orang-orang dholim yang kufur kepada Allah. Masa` jadi muslimin masih suka piknik ke Bali sampe nabung berbulan-bulan gitu, padahal banyak orang-orang berbuat ma’siyat di sana. Biasanya lokasi piknik dan bule-bule wudoh itu sama kan…? Haji ajah kenapa sih, atau disodaqohkan ke faqir miskin beres tuh….

Nah mestinya tempat beginian mesti dibersihkan deh. Dibersihkan dari hal-hal ma’siyat yang bisa mengundang kemurkaan Allah atas manusia. Kali aja, Amrozi cs udah mentok pake cara lain, lalu pake cara pamungkas ajah. Blegarrhh….abis deh…. Terus muslimin yang gak tahu apa-apa disana gimana tuh. Kata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

يُبْعَثُونَ عَلَى نِيَّاتِهِمْ

Mereka akan dibangkitkan sesuai niat-niat mereka. (HR Bukhari)

Jadi orang baik-baik gak usah khawatir deh.. baik ya tetep baik, cuman salahnya kenapa mesti deket-deket dengan tempat ma’siyat. Itu saja salahnya dan sudah dibayar dengan cara kematiannya. Selesai.

Apa benar Amrozi cs sudah gak ngeliat cara lain buat kasih peringatan sama orang-orang itu?

Hehe…ini sudah bicara perang global. Paling tidak menurut mereka bertiga. Jujur saja, kalau ditanya kepada kita sendiri, bukankah segala sesuatu yang ada di depan mata kita, bahkan yang kita lakukan sendiri, adalah perwujudan dari keyakinan kita?

Nulis blog, misalnya. Ini juga berisi ungkapan-ungkapan yang ada dalam hati dan itu berupa hasil dari keyakinan. Makanya pada bagian akhir akan muncul perseteruan paham, dari blog baik-baik dengan blog jahat. Yang membela Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan yang menghina beliau. Yang mengajak orang untuk Islam kaffah sampai yang membuat muslimin murtad.

Orang jual beli, pada akhirnya akan ada perseteruan antar kepentingan. Yang membela muslimin dan kafirin. Demikian juga segala hal. Makanya ada aksi boikot dan semacamnya.

Ah….kok dilarikan ke soal SARA nih….

Loh, emang begitulah adanya. Sejak dulu hingga besok hari kiamat juga akan begitu terus. Cuman banyak muslimin yang gak sadar karena dangkal ilmu. Ngaji jarang, baca koran tiap hari. Al Qur’an ga faham, komentarnya udah macam-macam.

Muara dari segala persoalan yang muncul adalah baik-buruk, benar-salah, Islam-kafir, begitu…

Nah, ini dia perang besar itu. Perang dalam segala lini kehidupan. Mulai perang dagang, perang ideologi, perang pemikiran, perang dingin, perang panas, perang tanding, sampai perang melawan diri sendiri, hawa nafsu, kebodohan dan perang lainnya…

Bahkan di salah satu game populer saat ini, di Call Of Duty 4: Modern Warfare itu, dicitrakan ‘pasukan pembela kebenaran’ sedang melawan pasukan arab. Dalam benak orang akan tersambung secara otomatis bahwa arab identik dengan Islam. Hah…..

Tapi coba, lepas dari pro kontra aksi dramatik Amrozi cs ini. Pernahkah kita berpikir bahwa Amerika sedang memusuhi kita? Memerangi kita? Menjajah kita? Menguasai kita? Memiskinkan kita? Menyengsarakan kita? Membinasakan kita? Dikeruknya kekayaaan alam negeri ini. Dijejalkannya faham-faham liberal dan kapital ke sini. mereka datang dengan veni vidi vici yang kemudian berhasil mengelabuhi kita.

Lalu kita jujur lagi, apa yang sudah kita lakukan sebagai pembelaan diri?

Kadang-kadang aku jadi prihatin. Banyak sudah hujatan yang disandangkan kepada Amrozi cs. Kalau yang menghujat adalah para pembenci Islam sih oke deh, masih masuk akal. Tapi kalau yang menghujat adalah orang yang ngaku muslimin, hamba Allah, apakah ini….???!!! Lebih condong kepada pemikiran dan tuduhan orang kafir, lebih berpihak kepada musuh Islam itu siapa sih kalau menurut Al Qur’an?

Ehm….

Tulisan ini bukan bermaksud sebagai tindakan provokasi, atau tindakan subversif. Namun hanyalah suara hati seseorang yang lemah hati sedang dia mendamba kecintaan Rabbnya. Yang sedang berusaha menenangkan hatinya sendiri dari kegundahan.

6 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. status syahid tu emang terserah Allah SWT mau gimana (kayaknya semua emang terserah Allah ya)
    cuma yang saya tau, pokoknya asal dia matinya karena berperang membela DINULLAH matinya mati SYAHID, tapi kalo matinya karena berperang dibawah BENDERA KEBANGSAAN yang notabene disebut pahlawan matinya mati SANGIT. ‘tul ga?? So, who is the true super hero???

  2. Bismillah

    Siapakah yang ingin mati susah, hidup susah ? Tentu saja naluri kita mengatakan :

    ISY KARIMAN AU MUT KARIMAN
    Hidup Mulia atau Mati MULIA

    Siapa yang tidak mengenal mati syahid – sebagai resiko jihad fi sabillah – sebagai mati yang mulia ?

    Dikaitkan dengan kematian trio bomber yang dieksekusi pemerintah yang syah, lantaran membunuh ratusan manusia termasuk muslimin.
    Banyak pihak yang memastikan matinya mati syahid. Ini sama saja propaganda, marilah ikuti mereka, sang pahlawan, sang syuhada, sehingga kader BOM BALI III terkumpul dalam tempo sekejap akibat vonis syahid itu.
    Nauzubillahi min dzalik.

    Simak artikel “Jangan Gampang Memvonis Mati Syahid !”
    http://matisangit.wordpress.com/2008…onal-tertentu/
    http://www.darussalaf.org/stories.php?id=1320

    Semoga kita dapat kembali ke jalan benar. Semoga Allah memberkahi amalan muslimin semua. Amin.

  3. dari skian banyak korban BOM yg tlah dilakukn oleh orang2 yg disebut teroris, banyak pula orang2 muslim/tdk brdosa meninggal seketika.
    ikhlaskah para kluarga korban tersebut ??? dan ikhlaskah mereka jika para pelaku BOM itu nantinya akan masuk SURGA ??? padahal sanak kluarga mreka tewas karena ulah mereka (teroris).

    pernakah anda smua membaca atau mendengar tentang kisah perang Rasulullah Muhammad SAW ??? pernahakah Rasulullah menyuruh para prajurit perangnya untuk membantai anggotanya sendiri, sekalipun dalam keadaan yg terpaksa ??? jika ya, pada perang apakah itu ???

  4. @Fer
    lalu bagaimana anda menjawab kebiadaban tentara kafir USA Cs, yg membantai ribuan saudara muslim kita, di Afgan, Palestina, Pakistan dsb. ikhlaskah anda? Bukankah, setiap muslim itu bersaudara?, jika memang dengan aksi trio bomber mengakibatkan terbunuhnya saudara muslim kita di Bali, itu adl resiko perang karena mereka berada diantara kaum kuffar, dan insya Allah korban (muslim) apabila mrk dlm keadaan beriman kepada Allah, tentu ia mati khusnul khotimah sbliknya bila mrk dlm keadaan maksiat tentu mrk akan menemui kematian yg sebaliknya juga, sm0ga Allah memberikan kesyuhadaan kpd Amrozi cs dan bg kaum muslim yg menjadi korban mendapatkan ampunan dan jannah, Amin!

  5. lha wong membunuh orang tanpa dosa (meski kafir) apakah itu di anjurkan oleh agama kita? apakah islam menganjurkan untuk membunuh orang-orang yang sudah di lindungi oleh negara untuk berkunjung ke pulau bali???

    itu yang musti di jawab dulu… kalau memang dikatakan AS telah membunuh warga Iraq.. kenapa musti membunuh orang yang tiada sangkut pautnya dengan pembunuhan itu…. mungkin saja orang yang di bunuh oleh amrozi itu mengecam aksi yang di lakukan oleh negaranya sendiri…

    intinya….

    kalau amrozi mati syahid atau mati sangit… terserah Allah yang menghukumi, wallahu a’lam, namun secara umum membunuh orang yang tanpa alasan itu tidak di benarkan oleh norma dan agama manapun….. agama islam itu damai akhi… kalau misalnya “bapak” melakukan pembunuhan di afganistan…. lantas kenapa saudara dan anak-anak mereka kita bunuh….. apa dosa mereka??

  6. Postingan yang MANTAAAABB…. Sukron akh……


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: