Hari Ini Aku Bekam

20 November 2008 pukul 21:13 | Ditulis dalam jalan-jalan, serba serbi | 1 Komentar

Siang ini tadi kepaksa deh aku minta di bekam sama adik. Gak kuat nahan kepala pening nyut-nyutan. Mungkin karena beberapa hari ini ini aku jadi lengket sama hujan. Boleh jadi gara-gara aku lagi sok sibuk dan jadi kekasih sang hujan, kepalaku jadi pening gak keruan. Jadilah aku mesti batalin beberapa agenda hari ini dan besok, kecuali aku sudah kembali fresh, insya Allah. Dan lagi, emailpun jarang kutengok.

Ma’af ya sodara-sodaraku yang tinggal di kawasan email utara maupun selatan, mungkin belum sempat nengok apalagi ngebalas.Yang nanya-nanya, belum sempat ngejawab.

Soal kesehatan, selama ini aku emang lebih seneng pake bekam, atau madu, atau herbal. Herbal maksudnya pake ramuan sendiri dari apotik hidup. Di kampungku nih masih banyak tanaman-tanaman obat. Bapakku dulu sangat suka ngoleksi tanaman obat ini. Aku ikut-ikutan, cuman makenya doang. Bapak yang ngumpulin tanaman, aku yang jadi kelinci percobaan. Jadilah aku, alhamdulillah gak biasa pake obat dari dokter modern yang bentuknya bulat-bulat gepeng atau kapsul itu.

Pas dadakan hobi pipis, aku pake daun remujung (kumis kucing). Kalau lagi susah be`ol karena adonannya kurang air, aku pake si daun ungu. Sebaliknya kalau kebanyaken air sampe encer gitu, aku kupas pohon jambu monyet kira-kira selebar telapak tangan bayi, lalu kubersihkan kulit pohon itu, lalu kukunyah pake garam. Fungsi garem cuman biar ngurangi ras sepet yang masya Allah top markotop itu. Biar bau badan segar, aku rajin lalap daun beluntas sama daun kemangi. Atau kalau laper aku makan nasi, sembuh deh….

Pernah dulu aku sempat jadi ‘kekasih’ orang gara-gara aku ngirimin dia ramuan dari pohon ceplukan kira-kira setengah tahunan. Waktu itu masih di Bekasi. Ramuan ini sangat berguna buat mereka yang kena kanker payudara. Dan beberapa kenangan manis lainnya. Malu ah…

Kenapa ya kok aku lebih suka pake bekam atau madu…. yang jelas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkata begini,

إِنْ كَانَ دَوَاءٌ يَبْلُغُ الدَّاءَ فَإِنَّ الْحِجَامَةَ تَبْلُغُهُ

…jika ada obat yang mencapai penyakit, maka sesungguhnya hijamah (bekam) itu akan sampai padanya. (HR Hakim)

إِنْ كَانَ فِي شَيْءٍ مِمَّا تَدَاوَيْتُمْ بِهِ خَيْرٌ فَالْحِجَامَةُ

….jika ada suatu kebaikan dari pengobatan kalian, maka dia itu adalah hijamah (bekam). (HR Abu Daud)

إِنَّ أَمْثَلَ مَا تَدَاوَيْتُمْ بِهِ الْحِجَامَةُ وَالْقُسْطُ الْبَحْرِيُّ

…sesungguhnya paling bagusnya sesuatu yang kalian berobat dengannya adalah hijamah (bekam) dan kayu manis. (HR Bukhari)

Oh ya, anak-anakku juga ‘rakus’ sama madu. Seperti ayah mereka. Awas….madu tawon loh, bukan madu yang bikin cemburu itu…..pengin juga sih…jujur tenan rek. Istriku gak ada bedanya. Kami memang honey lover family…

Soal madu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata,

الشِّفَاءُ فِي ثَلَاثَةٍ فِي شَرْطَةِ مِحْجَمٍ أَوْ شَرْبَةِ عَسَلٍ أَوْ كَيَّةٍ بِنَارٍ وَأَنَا أَنْهَى أُمَّتِي عَنْ الْكَيِّ

…obat itu ada pada tiga hal, bekam, minum madu, cos dengan api, tapi aku melarang ummatku dari cos dengan api….(HR Bukhari)

Ada cerita menarik….

Temanku yang seorang dokter spesialis syaraf yang tugas di Sampit sana pernah sakit yang nyenggol helaian syarafnya. Hebat kan…. Dia lantas nginap di rumah sakit. Pake cara yang dia pelajari di sekolah. Gak sembuh-sembuh. Trus dia datangin temannya yang temanku juga, yang jadi tukang bekam. Dibekam dia. Eh…. berangsur-angsur sakitnya mereda. Dan sekarang masih dalam masa perawatan yang dia rasakan kesehatannya semakin oke itu.

Trus temanku yang lain lagi, seorang residen (calon spesialis), hari-hari ini sedang penasaran dengan si bekam ini. Menurut dia, yang jadi dokter melakukan hal-hal riset dan lain-lain sesuai disiplin ilmu kedokterannya. Nah yang di bidang bekam, mereka melakukan perawatan dan penyembuhan menurut disiplin ilmunya juga. Kali aja, yang jadi dokter mesti mencari tahu seluk dan beluk bekam ini secara ilmiah menurut cara pandang dunia kedokteran modern. Habis gimana lagi, lha wong Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga berbekam…., begitu katanya.

Oh iya hampir lupa.

لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءٌ فَإِذَا أُصِيبَ دَوَاءُ الدَّاءِ بَرَأَ بِإِذْنِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ

….bagi setiap pemyalit itu ada obatnya. Maka jika obat dan penyakit berjodoh, lepaslah (penyakit) dengan idzin Allah ‘azza wa jalla. (HR Muslim)

Nah, Allah lah yang menyembuhkan penyakit. Bukan obat atau dokter atau tukang bekam. Mereka ini hanya perantara sampainya kesehatan pemberian Allah itu kepada si sakit. Jadi kalau sudah diobatin dokter, atau dibekam kok gak sembuh, ya sudah jangan disalahin dokter atau pembekamnya, asal mereka sudah berusaha sekuat tenaga lho ya. Gak disengaja salah obat atau salah tusuk jarum buat bekam. Hehe…

Ada satu lagi nih,

إِنَّ اللَّهَ أَنْزَلَ الدَّاءَ وَالدَّوَاءَ وَجَعَلَ لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءً فَتَدَاوَوْا وَلَا تَدَاوَوْا بِحَرَامٍ

Sesungguhnya Allah menurunkan penyakit dan obat sertamenjadikan bagi setiap penyakit ada obatnya maka (berobatlah kamu sekalian) tetapi jangan berobat dengan yang haram. (HR Abu Daud)

Awas loh, jaman ini banyak obat yang ada campuran alkoholnya. Jadi kalau mau periksa ke dokter ya, yang tahu halal haram juga tuh.

Masa` ga boleh, kan darurat….!!! Kalau mati gimana hayo, mau tanggung jawab…???

Nah, soal darurat itu kalau emang gak ada obat lain. Atau emang gak ada obat lain, atau sama sekali gak ada obat lain. Faham gak sih….. usaha yang kenceng dulu, baru darurat.

Lha wong soal khamr itu ya, dia itu bukannya obat tapi malah penyakit.

Jadi bukannya aku gak percaya sama dokter, wong sekolahnya mesti bayar mahal juga kok. Masa` udah mahal pake bohong. Tapi aku lebih sreg pake resep Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam aja…. kecuali untuk hal-hal yang tukang bekam belum bisa nanganin. Tapi aku berlindung kepada Allah dari segala gangguan fisik dan kesehatan dan gangguan lain yang aku tak mampu menanggungnya, juga istri dan keluargaku, juga muslimin semuanya.

رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

1 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Bekam carane pripun mas..??? ^_^ *penasaran*


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: