Partai Seks

18 November 2008 pukul 21:45 | Ditulis dalam aku gak tanggung, jalan-jalan | 6 Komentar

Edan tenan….

Tak lama lagi, sebuah partai berbasis pada orientasi seks akan lahir di Australia. Namanya Australian Sex Party (ASP) atau Partai Seks Australia. Dengan slogan “Kami serius tentang seks”, partai politik baru ini akan memperjuangkan pornografi.

Selain memperjuangkan pornografi, partai ini juga akan barjuang melawan segala bentuk pembatasan sensor, menghapuskan filter internet yang pernah diusulkan pemerintah federal, mendukung pernikahan sejenis (gay) dan memperjuangankan kurikulum pendidikan seks nasional.

“Filter itu benar-benar langkah mundur dari apa yang telah kita capai,” ujar pendiri partai, Fiona Patten sebagaimana dikutip ABCNews, Senin (17/11), dan ditulis di sini juga.

Fiona mengatakan, adanya filter internet justru akan membuat industri seks Australia bangkrut dalam lima tahun mendatang.

Menurut Fiona, apa yang dilakukannya ini termasuk langkah nyata. Sebab, sebenarnya ia menginginkan jauh 30 tahun yang lalu.

“Negara-negara lain seperti Inggris sedang memperkenalkan kurikulum nasional dan kami pikir kita seharusnya mengikuti itu,” kata Patten mengenai rencana partai untuk memperjuangkan kurikulum seks nasional.

Deklarasi pendirian partai ini akan dilakukan di acara Melbourne Sexpo di Melbourne, Australia, Kamis, 20 November depan.

Fiona berharap akan memiliki 500 anggota pada saat peluncuran Kamis depan. Dirinya justru berharap empat juta warga Australia yang mengakses pornografi. Dengan data ini, ASP yakin punya peluang untuk memenangi kursi di parlemen negara bagian dan federal.

Ini yang di sisi lain.

Moral seksual generasi muda Belanda telah lenyap tak tentu rimbanya, demikian diungkapkan Menteri Urusan Keluarga dan Pemuda negara itu, seperti dikutip DPA dari harian Algemeen Dagblad.

“Seorang gadis dianggap sebagai obyek dan seks sebagai mata uangnya. Arti cinta tidak memainkan peranan lagi dalam kehidupan para pemuda dan pemudi,” kata Menteri Andre Rouvoet.

Rouvoet menyatakan ia ingin menggelar perdebatan mengenai masalah tersebut dan menekankan dirinya tidak mengusulkan langkah hukum secara khusus.

Sang menteri mengemukakan hal itu menanggapi tayangan dokumenter televisi bertajuk “Sex Sells“, yang disiarkan televisi Belanda pekan lalu.

Film itu memperlihatkan anak lelaki dan perempuan berusia 12 hingga 16 tahun berbicara terus terang tentang seks. Mereka mengemukakan pengalaman seksual pertama mereka, yang untuk beberapa dari mereka terjadi pada umur sembilan tahun. Rata-rata mereka kehilangan kegadisan pada usia 13 tahun.

Para remaja itu mengatakan mereka sering menggunakan seks sebagai mata uang atau alat tukar, dengan gadis memberikan pelayanan seks kepada anak lelaki untuk sebatang coklat, rokok, pakaian dan acara keluar malam atau clubbing.

Para remaja yang diwawancarai berasal dari kawasan Amsterdam dengan etnis berbeda dan sebuah kota kecil dengan mayoritas penduduk warga Belanda.

“Jika mentalitas di kalangan pemuda Belanda adalah masuk garasi untuk mendapatkan gadis begitu anda menginginkan seks, maka kita telah kehilangan prinsip hubungan yang normal,” katanya.

“Banyak anak-anak telah menyimpangkan gagasan tentang seks, persahabatan dan hubungan. Ini bukan pengaruh yang sehat pada masyarakat,” tambahnya.

Dulu yang di Amerika juga pernah ada, dan akan ada lagi?

Apakah Bali dengan geliat pornoaksinya akan menjadi pintu masuk kelakuan abnormal beginian ke Indonesia? Atau para pejuang pornografi itu akan menjadi serdadu pembelanya? Atau pemerintah akan memberikan jalan lempang bagi mereka?

Ah….

6 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. […] Originally posted here: Partai Seks […]

  2. bisa jadi ada…hal demikian terjadi di Indonesia, klo KITA SEMUANYA yang peduli terhadap moral dan akhlak diam saja menyikapi fenomena yang demikian…tentu semuanya harus dilawan atau dibendung secara SANTUN bukan dengan cara kekerasan.
    Salah cara yang paling mudah mungkin bisa dilakukan oleh diri kita sendiri terhadap lingkungan sekitar kita,misalnya terhadap teman2 kita,misalnya tentang topik bahaya seks bebas.

  3. ada salah ketik ketik : bukan SALAH CARA…(tetapi seharusnya adalah : SALAH SATU CARA…

  4. ada salah ketik : bukan SALAH CARA…(tetapi seharusnya adalah : SALAH SATU CARA…

  5. Astaghfirullah….*ngelus² dada sampe robek baju*

  6. Yang gw sayangkan cuma Islam doank yang kuat memperjuangkan anti pornografi. Coba kalo lintas agama mau bersama2x memperjuangkannya…

    Padahal diajaran mereka sendiri (agama non Islam) gw yakin ada aturannya, walaupun bentuk hukumannya berbeda2x, tapi paling tidak ikut sama2x berjuang.. Ayo donk semua agama berjuang…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: