Konspirasi Eksekusi Amrozi cs

15 November 2008 pukul 06:03 | Ditulis dalam jalan-jalan, politik | 4 Komentar

Pokoknya jangan percaya pemerintah, press release pemerintah ataupun berita dari media yang menjadi corong pemerintah. Di salah satu running text televisi yang isinya kebanyakan berita itu pernah tertulis sebelum pelaksanaan pembunuhan terhadap Amrozy dan Ustad Muklas bahwa keluarga meminta bantuan polisi untuk melakukan penjagaan keamanan saat penguburan jenazah. Itu semua bohong besar!! keluarga Tenggulun tidak pernah meminta, itu hanya karangan polisi saja untuk mengopinikan begitu dan dibantu media yang menjadi corong pemerintah.

Imam Samudra dalam suatu wawancara dengan beberapa stasiun televisi, saya ingat yang menayangkan adalah sctv, Imam Mengatakan begini “Kalau saya jadi dieksekusi, saya tidak akan diam saja seperti kambing congek yang diseret untuk disembelih”, kemudian wartawan bertanya lalu perlawanan apa yang akan anda lakukan? Imam menjawab, “perlawanan fisik!!!”.

Seorang Imam Samudra, Amrozy dan Ustad Muklas tidak akan diam saja saat diseret akan dibunuh, mereka pasti membuktikan omongan mereka. Jadi jangan percaya omongan kejaksaan bahwa mereka dijemput, dimasukkan mobil, dibawa ke tempat exe, minta matanya tidak ditutup kemudian ditembak dan mati. Bullshit!!!.

Lalu kenapa saat akan diisolasi para sipir harus diliburkan? kenapa listrik seluruh nusakambangan harus dimatikan saat penjemputan mereka? kenapa butuh ribuan polisi hanya untuk menangani tiga orang?kenapa keluarga tidak diijinkan bertemu? dan yang paling aneh kenapa setelah jenazah dipulangkan masih ada larangan tidak boleh membuka jenazah walaupun akhirnya wajah bisa dibuka namun dengan pengwasan ketat polisi?

Saya yakin mereka tetap melawan saat akan diambil dari sel mereka, bukan mereka takut namun begitulah caranya, lawan hingga mati. Bisa jadi mereka dibunuh saat itu juga di dalam sel. Dan perlu diingat, bahwa seluruh napi yang ada disitu, bukan hanya yang satu blok dengan trio Mujahid semuanya dipindahkan, why?

Saat dirumah pun (Lamongan) yang membawa keranda jenazah dari ambulan adalah polisi semua, dengan harapan saat didalam jenazah tidak bisa dibuka dan memang hanya bisa dibuka wajahnya saja, walau sebetulnya harus dilihat seluruh tubuh apakah ada luka selain luka tembak yang katanya cuma ada satu lubang itu. Keluarga tidak bisa berbuat apa-apa.

Fakta dilapangan, memang pada wajah ketiga Syuhada’ itu tidak ada luka, namun sewaktu jenazah dimasukkan ke liang lahat, tukang kubur di tempat Imam Samudra mengatakan saat membuka kafan bahwa di leher juga ada luka seperti luka tembak dan hanya itu yang bisa terlihat karena kafan tidak bisa terbuka semua untuk dilihat tubuhnya. Apa ada luka lain lagi??? Lalu para pengangkat jenazah di Lamongan, khususnya jenazah Amrozy ada yang memegang daerah pinggul ke bawah dan merasakan semacam lubang atau sebuah bagian tubuh yang rusak tidak seperti tubuh utuh, padahal kalau luka tembak ada di dada depan sebelah kiri. Namun jenazah juga tidak bisa dibuka semua karena tahu sendiri, suasana begitu crowded.

Banyak yang tidak percaya pembunuhan itu dilaksanakan hari Ahad dinihari ditempat yang ditentukan. Kami yakin mereka sudah dibunuh sebelumnya, lalu diumumkan hari Ahad diniharinya. Terus bagaimana dengan dokter dan rohaniawan? Lha wong mereka itu orang pemerintah semua, pastinya menuruti agenda orang yang membayar mereka. Kan tidak ada otopsi ulang, memang wasiat Asy Syahid tidak mau diotopsi karena itu sama dengan tidak menghargai mayat. Termasuk pembunuhan berencana kelas negara.

darisini

4 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. MasyaAllah…

  2. Bapak, pengen banyak belajar soal agama ke Pak Habib. Diajarin ya Pak.

  3. Allah Maha Mengetahui lgi Maha Adil, turut mendoakan dan berdukacita u/kelurga yang ditinggalkannya…

  4. Allah Yang Maha Tahu…
    Biarkan Allah juga yang membuktikan kebenaran itu.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: