Napak Tilas Bom Bali (5): Ledakan Bom Bali Adalah Mikro Nuklir

10 November 2008 pukul 08:17 | Ditulis dalam jalan-jalan, politik | 2 Komentar

Kapanlagi.com – Pengasuh Pondok Pesantren Al-Mukmin, Ngruki, Sukoharjo, Jateng, Abu Bakar Ba’asyir menyatakan, dirinya memperoleh informasi dari salah seorang ahli, jika ledakan bom di Bali bukan bom rakitan biasa, tetapi mikro nuklir.


“Saya memperoleh informasi dari pakar bom, ledakan yang terjadi di Bali beberapa waktu lalu itu adalah mikro nuklir bukan sekedar bom rakitan dan kalau ada yang mengatakan itu bom rakitan jelas pernyataan itu adalah pendapat dari orang idiot,” tegasnya usai melakukan tablig dan dialog di Masjid Al-Muhajjirin di Malang, Senin (21/08).

Oleh karena itu, ujar Ba’asyir, untuk mendapatkan hasil yang akurat sekaligus merekonstruksi lagi secara tuntas perlu didatangkan tenaga ahli.

“Hanya saja kendalanya, penyidikan dan penyelidikan itu merupakan rekayasa untuk menyenangkan Amerika Serikat sehingga hukuman mati bagi Amrozi itu merupakan kedholiman dan tidak adil serta tidak seimbang dengan kesalahannya,” katanya.

Oleh karema itu, katanya, Peninjauan Kembali (PK) bagi tiga terpidana mati kasus bom Bali I yakni Amrozi, Imam Samudera serta Ali Ghufron (kakak kandung Amrozi) terus memunculkan polemik, karena disatu sisi, pemerintah melalui Kejaksaan Agung memberikan batas waktu supaya ketiganya mengajukan PK paling lambat 22 Agustus atau hari ini.

Namun di sisi lain, katanya, kuasa hukum ketiganya, Mahendradata dari Tim Pengacara Muslim (TPM) menyebut jika PK baru akan diajukan pasca lebaran mendatang.

Sebelum ke Malang, Ba’asyir tabligh akbar di Madiun, Ponorogo, Mojokerto serta Surabaya yang dilanjutkan menghadiri ulang tahun Front Pembela Islam (FPI) di Jakarta. Dari Malang Ba’asyir melanjutkan ‘perjalanannya’ ke Pamekasan dan akan berakhir di Probolinggo.

Lebih lanjut ia menilai, prediksi dari intlejen Australia yang menyebut bakal ada teror bom dan sebagainya di beberapa kota di Indonesia merupakan ulah dan rencana Australia sendiri untuk melakukannya.

Apalagi, katanya, prediksi itu juga menyebutkan teror bakal berlangsung antara September hingga Desember dan terutama dikota-kota yang banyak dikunjungi wisatawan khususnya asing.

“Itu kan ulah mereka dan sebenarnya teror itu tidak lepas dari mereka sendiri, makanya berani memprediksi akan terjadi pada bulan September karena pada waktu-waktu itu mereka akan berbuat,” tegasnya.

Menurut dia, makin banyaknya ledakan bom di Indonesia justru semakin memperjelas adanya intervensi yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Australia, bahkan penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan kepolisian tidak tuntas ditambah lagi keputusan yang diambil terhadap Amrozi cs sangat dholim dan bodoh.

2 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. – berdebat soal bom apa yang meledak di bali…bagi DALANGNYA jelas tujuannya tercapai
    – keadilan dimana pun sulit ditegakan selama banyak kepentingan kotor yang bermain

  2. Bertobatlah para pendukung terorisme! Sadarlah kalian mengacaukan karya Allah STW di dunia ini. Teror bom belum tentu masuk surga, tetapi berbuat baik kepada sesama pasti Allah STW meridhoi.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: