Ngeblog bikin tambah iman gak sih…

6 November 2008 pukul 06:26 | Ditulis dalam ibadah gaul | 2 Komentar

Ngeblog emang asyik… kecuali mereka yang kecewa karena gak brasil ama harapannya. Tapi ngeblog emang tetep asyik aja… secara umumnya gak berubah.

Liat aja,

Yang biasanya hobi bengong, jadi sibuk berceloteh kesana kemari.

Yang biasanya pendiem, jadi orator kawatan.

Yang biasanya minder, jadi pede bahkan narsis gitu.

Yang biasanya macet ide, jadi banjir walau kadang berbahaya atau malah terasa dipaksakan.

Yang biasanya menyendiri, kini jadi banyak teman.

Yang jerawaten, jadi sembuh karena gak stress lagi.

Yang udunen juga mbledhos gara-gara ketawa ngakak guyonan sama komentar yang mampir ampe pantatnya kejedor kursi.

Yang bingung, jadi gak bingung lagi, apa malah tambah bingung ???

Yang sibuk nyari pembeli, dapet juga (emang jualan…???)

Yang bingung nyari kerjaan akhirnya dikerjain.

Masih banyak lagi deh perubahan-perubahan yang terasa drastis dan secara mendadak gitu.

Cuman sempat terbersit dalam hatiku cieee…

Blogging ini kan serasa kita memiliki dunia. Dunia yang dinamikanya mengikuti selera kita adminnya. Secara warna kita mau poles macem apa, secara kata-kata kita mau gaya apa, secara isi kita mau padetin dengan bahan apa, secara tampang kita mau dandanin macem apa, terserah…

Lalu dari taste yang kita bentuk, lalu terwujudlah sebuah komunitas. Halah…majelis obrolan gitu ya…meski gak bisa liat secara nyata teman ngobrol kita. Jauh dimata dekat di monitor… Ada obrolan ngalor ngidul ngetan ngulon. Ada obrolan tentang pengakuan diri, ada yang nyari simpati sampai adu otot jari dan kekuatan keyboard buat bikin senjata lewat kata-kata.

Lalu sampailah kepada kita kalam yang nyata:

وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3)

1. Demi masa.

2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,

3. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat-menasehati supaya menetapi kesabaran.

Lalu terngiang ditelinga kita sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

مَا جَلَسَ قَوْمٌ مَجْلِساً لَمْ يَذْكُرُوا الله تَعَالَى فِيهِ ، وَلَمْ يُصَلُّوا عَلَى نَبِيِّهِمْ فِيهِ ، إِلاَّ كَانَ عَلَيْهِمْ تِرَةٌ ؛ فَإنْ شَاءَ عَذَّبَهُمْ ، وَإنْ شَاءَ غَفَرَ لَهُمْ

…tidaklah duduk suatu kaum di suatu majelis yang tidak menyebut (mengingat) Allah ta’ala padanya dan tidak membacakan sholawat atas nabi mereka padanya, kecuali adalah atas mereka itu kerugian, maka jika menghendaki (Allah) mengadzab mereka, dan jika menghendaki (Dia) mengampuni mereka. (HR Tirmidzi)

Nah…..ngobrol tanpa isi itu rugi. Ah jadi gak asyik lagi dong…. kata siapa gak asyik…???

Masa` mau nawarin dagangan pake nyebut dan inget Allah, mau say hello sama teman masa` pake sholawat atas Nabi, kaya` pengajian aja….

Lah…..begitulah barangkali komentar yang muncul. Memang sialnya kita yang sudah amat jauh dari nilai-nilai agama dan semangat sekularisme semakin dalam merasuki jiwa kita. Lalu sadar gak sadar ada semacam batas maya antara urusan dunia (kesenangan, keasyikan) dengan urusan peribadahan. Lalu manusia mulai menjauhkan jarak keduanya. Lalu muncul pemikiran, dunia ya dunia, mau ibadah ya di masjid saja. Akhirnya terjadilah fenomena orang kelihatan baik-baik di pengajian bak seorang faqih atau khusyu ketika di masjid, namun menjadi liar dan jahat di luaran.

Jadi?

Coba kita kembalikan kepada perkara prinsip. Ngapain kita mesti hidup di dunia…..

Ya benar, buat ibadah. Gak yang lainnya.

Makanya kita mesti jadikan segala hal yang kita lakuin bisa bernilai ibadah.

Kalau ditanyakan kepada kita, mau masuk jannah apa neraka hayo…..???

Pastinya kita bakalan ngejawab ya jannah lah… masa pake nanya` ??!!

Nah, mau masuk jannah kan mesti lewat proses, lewat jalan yang kita yakini mengarah ke sana. Menuju ke tempat tujuan kita. Kita juga pastinya bakalan ngelakuin apa saja buat menempuh jalan itu. Segala daya upaya bakalan kita jalanin buat meraih harapan itu.

Amat aneh kalau ada orang Indonesia mau ke kutub utara tapi jalan yang ditempuh adalah ke arah barat, dan bekal yang dibawa adalah kipas angin dan es batu.

Nah. Kalau kita orang yang efisien dan efektif, maka kita akan memikirkan cara-cara yang paling efisien dan efektif bagi tercapainya cita-cita masuk ke jannah. Gak bisa tidak. Segala tingkah laku dan omongan pastinya kita lakuin buat tercapainya cita-cita.

Gak bakalan orang yang mau masuk jannah tapi kelakuan dan omongannya mengarah ke neraka.

Kembali ke judul,

Dengan ngeblog, tambah imankah kita……???

2 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. kumaha nya.. komentarna ???
    bagus .. jadi asa kaingetan kana kalakuan jeung lalampahan urang sorangan.
    ( punten saya teu tiasa basa indonesia )🙂
    NB: tolong terjemahin ya


    aduh…teu nanaon atuh Aa Yogi. kumaha komentarna ya…? punten oge, teu tiasa nyarios Sunda…

  2. […] gitu, tapi gak ngurangin esensi tulisannya, justru semakin memudahkan untuk dicerna. Dan karena satu tulisannya, membuat saya pribadi sedikit (sedikit ajah) merubah orientasi ngeblog saya sampe akhirnya muncul […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: