Lambaian Syurga

6 November 2008 pukul 06:46 | Ditulis dalam surat sahabat | Tinggalkan komentar

Assalamu’alaikum

Pertaruhan nyawa para mujahidin mujahidah dalam menyambar lambaian syurga tidakkah menjadi semangat bagi kita dalam menangkal sepucuk kuku bagian tersulit dan terberat menurut kita padahal hanya urusan dunia. Akankah kita terus dan terus menjalankan dan mengabadikan larangan agama (stress, putus asa, malu karena status kehidupan) padahal orang lain lebih banyak yang lebih menderita dan terluka?


Sanggupkah kita menopang kemelutnya badai kehidupan yang sudah diatur Yang Kuasa padahal dijanjikannya madu dibelakang badai yang sangat menumpuk, tidak inginkah kita, matikah akal dan pikiran kita gara-gara terdesak urusan dunia?

Hanyalah perombakan gelombang kehidupan yang menyulut pemikiran kita adalah sebuah tantangan iman yang melambaikan syurga dimana kita harus mampu tersenyum diatas pedihnya rasa sakit yang amat sangat tetapi itulah harapan masa depan yang abadi dihadapan Alloh yang yang harus dilalui dengan menangkal dan menguraikan duri yang mengitari pagar kehidupan yang didalamnya tersimpan pulau yang elok bagi orang-orang yang mau sabar dan menyabarkan diri dalam menggapai pahalaNya.

Mari kita membuat pikiran kita memikirkan apa yang ingin pikirkan, dan membuat pikiran kita saat kita menginginkannya berpikir dan berhenti berpikir saat kita menginnginkannya berhenti, menjadi pengamat dari pikiran yang kita pikirkan.

The future belongs to those who believe in the beauty of their dreams. Change our thoughts and our change our world.

Seberapa lama kita menunggu terbitnya surya kehidupan harus sabar melalui waktu malam yang gelap gulita yang penuh dengan suara burung hantu yang menyeramkan tetapi kalau kita mau diam maka burung hantu akan diam dikala sang surya datang diufuk timur…maka itulah hasil penantian yang sangat menegangkan yang dirasakan lama akhirnya siang datang dengan disertai hijaunya pohon yang bergerak diterpa badai tetapi tetap berdiri tegak sebagai pohon yang bisa menghasilkan buah dan daun yang bisa dimanfaatkan bagi kehidupan manusia dan hewan ciptaanNya.

Setumpuk tugas yang datang dan muncul dari kejadian alam adalah kehendakNya…kita sebagai manusia hanya bisa menerima dan berpikir mana yang harus diutamakan dan mana yang harus ditinggalkan menurut syari’at.

(surat dari Sidney)

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: